|
Surat Abasa (cemberut)
Baca Petunjuk
Ayat ke-:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
Surat yang ke-:80
Banyak ayatnya: 42
Semuanya turun di Mekah (Makkiyah)
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
- Dia cemberut, lalu melengah,
- karena kedatangan seorang tuna netra Suatu hari, ketika Rasulullah saw. sedang bercakap-cakap dengan pembesar-pembesar Quraisy yang diharapkan mereka akan masuk Islam, tiba-tiba datang seorang buta mendekati Rasulullah hendak meminta pengajaran-pengajaran tentang Islam. Percakapan beliau terputus oleh kedatangan orang buta itu yang ternyata bernama Abdullah bin Ummi Maktum. Beliau jadi jengkel, lalu melengah sambil cemberut. Maka turunlah ayat-ayat ini sebagai teguran.;
- Engkau belum tahu apa-apa tentang keadaannya! Mungkin dia itu ingin meningkatkan kesucian dirinya.
- Atau hendak mendengarkan ajaranmu, untuk kemudian memanfaatkan pengajaranmu itu.
- Adapun orang-orang itu(1), adalah orang-orang yang telah merasa cukup tentang dirinya.
1. Maksudnya, pembesar-pembesar Quraisy yang diharapkan masuk Islam oleh Rasulullah saw. Mereka tidak membutuhkan keimanan lagi, sebab sudah merasa kuat dan kaya.
- Namun, engkau melayaninya.
- Apakah kerugiannya bagimu, jika orang-orang itu tetap tidak mau meningkatkan kesucian dirinya? Baca: Tidak ada celanya terhadapmu kalau mereka tetap tidak mau beriman, mengapa kamu terlalu ingin supaya mereka masuk Islam? Sedangkan yang betul-betul mau engkau abaikan..
HIDAYAH ALLAH
- Padahal terhadap orang yang sengaja datang kepadamu dengan maksud ingin mendapat petunjuk.
- dengan penuh semangat berawas diri kepada Allah,
- engkau bersikap acuh tak acuh kepadanya.
- Jangan begitu! Sesungguhnya petunjuk Allah itu adalah suatu penyadaran.
- Bagi yang mengingininya, tentu dapat mengingatnya.
- Hidayah Allah itu terdapat dalam lembaran-lembaran suci.
- Yang kemurniannya dijunjung tinggi.
- Diwahyukan dengan perantaraan malaikat.
- Yang mulia lagi budiman.
KENALILAH DIRIMU UNTUK DAPAT MENGENAL TUHANMU
- Keterlaluan amat manusia itu! Betapa besar keingkarannya terhadap karunia yang dilimpahkan kepadanya.
- Dari unsur apa dia diciptakan oleh Tuhannya?
- Dari setetes air mani, lalu diatur-Nya tahap perkembangannya Secara bertahap dari masa ke masa sampai sempurna kejadiannya. Lalu dikaruniai-Nya akal pikiran untuk menentukan jalan hidupnya ke arah bahagia yang dicita-citakan. Lihat 71:14..
- Kemudian dimudahkan pula jalan hidupnya.
- Lalu dimatikan terus dikebumikan.
- Selanjutnya bila dikehendakiNya, dibangkitkanNya kembali.
- Keterlaluan amat manusia itu! Sesungguhnya kekuasaan Tuhan sudah lebih dari cukup diketahuinya, namun ia masih belum juga melaksanakan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya.
- Hendaklah manusia memperhatikan soal makanannya!
- Bahwa Kamilah yang mencurahkan hujan(1) ke bumi dari mendung, setelah membeku seketika.
1. Secara terus-menerus, sehingga bumi ini menjadi dingin tidak lagi merupakan bola api.
- Kemudian bumi itu Kami buat aus berlubang-lubang Karena curahan hujan yang secara lestari itu, sementara bumi atau bagian-bagian yang membentuk bumi menjadi dingin, kiranya terjadilah erosi (aus berlubang-lubang) pada bumi. Setelah berlalu berjuta-juta tahun, maka zat asam bersenyawa dengan hampir segala zat pada lubang-lubang kulit bumi yang disebabkan pengausan (erosi) tadi, menjadi unsur-unsur hayati yang pokok. Segala macam tumbuh-tumbuhan, hutan belantara, padang rumput, kebun buah-buahan, menyusun bangunannya terutama dari zat arang dan air, sebagai diuraikan dalam ayat 27 - 31 berikutnya. Lihat 10:24 dan 28:45..
- Lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di muka bumi ini.
- Anggur dan sayur-sayuran.
- Pohon zaitun dan pohon palma.
- Kebun-kebun yang lebat.
- Buah-buahan dan rumput-rumputan.
- Untuk krida(1) hidupmu dan binatang ternakmu.
1. Barulah bumi ini dapat menerima adanya kehidupan, didiami oleh manusia dan binatang. Lihat 78:33.
- Dan bila datang suara gemuruh yang memekakkan telinga Maksudnya, gemuruh dahsyat pada waktu terjadinya kiamat..
- Di hari manusia lari dari saudaranya,
- dari ibu bapaknya,
- dari isteri dan anak-anaknya,
- sebab masing-masing orang pada hari itu sibuk dengan urusannya sendiri.
- Pada hari itu ada orang yang mukanya berseri-seri,
- tertawa, gembira ria.
- Namun ada pula yang mukanya penuh debu dan nista,
- diliputi hitam pekat kesedihan.
- Mereka itulah orang-orang kafir durhaka.
|