Al-Qur'an Surat ke-:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22  23  24  25  26  27  28  29  30  31  32  33  34  35  36  37  38  39  40  41  42  43  44  45  46  47  48  49  50  51  52  53  54  55  56 
57  58  59  60  61  62  63  64  65  66  67  68  69  70  71  72  73  74  75  76  77  78  79  80  81  82  83  84  85  86  87  88  89  90  91  92  93  94  95  96  97  98  99  100  101  102  103  104  105  106  107  108  109  110  111  112  113  114 


 Free website hosting

Surat Al-A'raf (tempat yang tertinggi)


Baca Petunjuk
Ayat ke-:
1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22  23  24  25  26  27  28  29  30  31  32  33  34  35  36  37  38  39  40  41  42  43  44  45  46  47  48  49  50  51  52  53  54  55  56  57  58  59  60  61  62  63  64  65  66  67  68  69  70  71  72  73  74  75  76  77  78  79  80  81  82  83  84  85  86  87  88  89  90  91  92  93  94  95  96  97  98  99  100  101  102  103  104  105  106  107  108  109  110  111  112  113  114  115  116  117  118  119  120  121  122  123  124  125  126  127  128  129  130  131  132  133  134  135  136  137  138  139  140  141  142  143  144  145  146  147  148  149  150  151  152  153  154  155  156  157  158  159  160  161  162  163  164  165  166  167  168  169  170  171  172  173  174  175  176  177  178  179  180  181  182  183  184  185  186  187  188  189  190  191  192  193  194  195  196  198  198  199  200  201  202  203  204  205  206 
Surat yang ke-: 7
Banyak ayatnya: 206
Semuanya turun di Mekah (Makkiyah)
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
    KEWAJIBAN MENGIKUTI PERATURAN TUHAN DAN LARANGAN MENGIKUTI PIMPINAN YANG BUKAN PIMPINAN ALLAH
  1. Alif Laam Miim Shaad
  2. Al-Qur'an ini adalah sebuah Kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah sesak dadamu karenanya, agar dengan Kitab itu kamu dapat memberi peringatan kepada bangsamu dan seluruh manusia dan memberi pelajaran kepada orang-orang yang beriman.
  3. Ikutilah apa-apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu ikuti pemimpin Maksudnya pemimpin yang akan menyeretmu ke jalan sesat. selain Dia. Sedikit sekali di antaramu yang mengambil pelajaran.
  4. PERINGATAN BAGI ORANG-ORANG YANG MENDURHAKAI TUHAN DAN RASUL-NYA
  5. Betapa banyaknya negeri-negeri yang telah Kami musnahkan dengan datangnya siksaan Kami menimpa penduduknya di malam hari atau di waktu mereka tidur istirahat di siang hari.
  6. Maka tidak adalah rintihan mereka saat datangnya siksa Kami itu, kecuali ucapan pengakuan: "Betullah kami orang-orang yang zalim".
  7. Pasti akan Kami periksa orang-orang yang pernah diutus Rasul-rasul kepada mereka dan akan Kami periksa pula Rasul-rasul itu sendiri Setiap umat akan diperiksa, bagaimana penerimaannya terhadap seruan Rasul dan Rasul-rasulpun akan diperiksa pula tentang pelaksanaan tugasnya.
  8. Sesungguhnya akan Kami ceritakan kepada mereka apa-apa perbuatannya dengan bukti pengetahuan Kami yang lengkap. Dan Kami tidak pernah gaib Maksudnya Tuhan selalu mendengar perkataannya dan selalu melihat perbuatannya.
  9. Neraca pada hari itu benar-benar adil. Siapa yang berat timbangan kebaikannya, itulah orang-orang yang beruntung.
  10. Dan barangsiapa yang ringan timbangan kebaikannya, itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.
  11. Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu di permukaan bumi dan Kami adakan di sana sumber-sumber penghidupanmu secukupnya. Tetapi sedikit sekali kamu yang bersyukur.
  12. DALIH IBLIS MENGENAI TIDAK MAUNYA SUJUD KEPADA ADAM
  13. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu Adam, lalu Kami bentuk tubuhmu, setelah mana Kami perintahkan kepada malaikat: "Sujudlah kalian kepada Adam! Maksudnya penghormatan bukan berfungsi sebagai ibadah.". Merekapun bersujudlah kecuali iblis. Dia tidak termasuk dalam golongan mereka yang sujud.
  14. Allah berfirman:"Apakah keberatanmu untuk bersujud kepada Adam ketika Aku menyuruhmu?" Iblis menjawab: "Saya lebih baik daripadanya, Engkau menciptakan saya dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".
  15. Allah berfirman: "Turunlah kamu dari syurga itu. Tidak sepatutnya kamu menyombongkan diri di sana. Sebab itu keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina!".
  16. Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai mereka dibangkitkan Iblis meminta tangguh sampai hari berbangkit di Hari Akhirat. Dengan demikian ia mendapat kesempatan hidup bersama Adam dan Anak cucunya. Kesempatan ini dipergunakannya untuk memperdayakan manusia yang beriman dalam rangka mencari kawan yang sebanyak-banyaknya untuk masuk neraka..
  17. Tuhan berfirman: "Kamu diberi tangguh!".
  18. Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menetapkan saya makhluk sesat, saya bersumpah untuk menghalang-halangi mereka dari jalan yang lurus".
  19. Kemudian saya akan memperdayakan mereka dengan mendatanginya dari muka dan dari belakang, dari kanan dan dari kiri. Dan Engkau tidak akan menemui lagi kebanyakan mereka sebagai golongan orang-orang yang bersyukur".
  20. Tuhan berfirman: "Keluarlah kamu dari syurga itu sebagai orang hina dan terusir. Bagi mereka yang mengikuti kamu di antara mereka, betul-betul akan Ku-isi neraka jahanam dengan kalian semuanya".
  21. Dan Allah berfirman: "Hai Adam! Menetaplah kamu beserta isterimu di dalam syurga serta makanlah oleh kalian buah-buahan yang mana saja yang kalian sukai.Tetapi janganlah kalian mendekati pohon ini. Bila kalian mendekatinya, maka kalian termasuk golongan orang-orang yang zalim".
  22. Lalu setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya, supaya keduanya membukakan kemaluannya yang tertutup. Lalu syaitan membisikkan: "Tuhan kalian melarang kalian dari mendekati pohon ini, tidak lain supaya kalian tidak jadi malaikat, atau menjadi orang-orang yang kekal di syurga ini".
  23. Dan dia bersumpah kepada keduanya: "Sungguh, saya ini hanya menasihati kalian".
  24. Lalu setan membujuk-rayu keduanya dengan tipu muslihat untuk memakan buah kayu itu. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah olehnya kemaluan masing-masing dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun syurga. Lalu Tuhan menghardik keduanya: "Bukankah Aku telah melarang kalian mendekati kayu itu dan Aku katakan kepada kalian bahwa setan itu adalah musuh bebuyutan kalian?".
  25. Keduanya berkata: "Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri. Bila Engkau tidak mengampuni dan memberi rahmat kepada kami, pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi".
  26. Allah berfirman: "Turunlah kalian semua Perintah ini ditujukan kepada: Adam, Hawa dan iblis sekaligus.. Sebagian kalian menjadi musuh bagi yang lain. Bagi kalian di muka bumi ada tempat kediaman dan perbekalan sampai waktu yang telah ditetapkan.
  27. Allah berfirman: "Di bumi itu kalian hidup, di bumi itu kalian mati dan dari bumi itu pula kalian akan dibangkitkan" Lihat 20:55..
  28. CARANYA SETAN BEKERJA MEMPENGARUHI JIWA MANUSIA, BAGAI KERJANYA KUMAN-KUMAN DI DALAM TUBUH
  29. Hai anak cucu Adam! Kami telah memperlengkapimu dengan pakaian untuk menutupi aurat, dan pakaian yang bagus untuk perhiasanmu. Namun pakaian rohaniah yang bernama takwa lebih indah lagi. Semuanya itu adalah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah. Semoga kalian selalu ingat.
  30. Hai anak cucu Adam! Janganlah sekali-kali kalian dapat ditipu oleh setan sebagaimana dia telah berhasil mengeluarkan kedua ibu-bapamu dari dalam syurga dengan tipu dayanya. Ditanggalkannya pakaian keduanya untuk memperlihatkan auratnya. Syaitan dan pengikut-pengikutnya itu mengintaimu dari suatu tempat, dari tempat mana kamu tidak dapat melihatnya. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan itu menjadi pemimpin-pemimpin untuk orang yang tidak beriman.
  31. DALIH KAUM MUSYRIKIN UNTUK BERBUAT KEMUNGKARAN
  32. dan apabila mereka melakukan perbuatan keji Berlari-lari (thawwaf) keliling Ka'bah dengan bertelanjang (bugil)., mereka katakan: "Perbuatan semacam ini telah kami dapati semenjak dari nenek moyang kami, dan Allah pun telah menyuruh kami mengerjakannya". Sesungguhnya Allah tidak menyuruh melakukan perbuatan keji. Mengapa kamu mengatakan tentang Allah, sesuatu yang tidak kamu ketahui?".
  33. Katakanlah! "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan". Dan katakan pulalah: "Tumpahkanlah perhatianmu terhadap Tuhan pada tiap-tiap melakukan ibadah(1) dan bermohonlah kepada-Nya serta tulus ikhlas beragama untuk Dia semata-mata. Sebagaimana kamu diciptakan-Nya pada permulaan, seperti itu pula kamu akan kembali kepada-Nya".
    1. Misalnya mengerjakan shalat, thawwaf, dzikir dsb.
  34. Sebagian telah mendapat petunjuk daripada Tuhan dan sebagian yang lain telah pasti dalam kesesatan, sebab mereka telah mengangkat setan jadi pemimpin selain Allah. Dan dengan itu mereka mengira bahwa mereka telah mendapat petunjuk.
  35. BERHIASLAH TIAP MASUK MESJID UNTUK BERIBADAH
  36. Hai Anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang indah tiap-tiap masuk mesjid untuk beribadah Lihat noot ayat 29. dan makan minumlah, tetapi jangan keterlaluan, karena Allah tidak menyenangi orang-orang yang keterlaluan.
  37. Tanyakanlah! "Siapakah yang mengharamkan memakai perhiasan Allah dan memakan rezeki yang baik yang telah dikaruniakan-Nya untuk hamba-hamba-Nya?". Katakanlah! "Semuanya itu disediakan untuk orang-orang yang beriman di dalam kehidupan dunia Maksudnya perhiasan yang bagus dan makanan yang enak itu disediakan Tuhan di dunia ini untuk orang-orang yang beriman dan yang lain membonceng pula. tetapi di hari kiamat, khusus untuk orang-orang yang beriman saja. Demikianlah kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui".
  38. Katakanlah! "Yang Tuhanku haramkan ialah perbuatan keji: baik yang nampak maupun yang tersembunyi, perbuatan dosa, dan melanggar hak-hak manusia tanpa alasan yang benar. Dan mengharamkan juga perbuatan mempersekutukan Allah dengan sesuatu, yang Allah tidak menurunkan kekuasaan untuk itu, dan membuat-buat peraturan atas nama Allah, padahal kamu tidak mengetahui tentang itu".
  39. PENGUTUSAN RASUL-RASUL DAN AKIBAT PENERIMAANNYA SERTA PENOLAKAN KERASULANNYA
  40. Bagi tiap-tiap umat itu ada batas waktunya itu, mereka tidak mengulurnya barang seketika, dan tidak pula dapat mempercepatnya.
  41. Hai Anak cucu Adam! Jika datang kepadamu Rasul-rasul sebangsamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, niscaya mereka tidak merasa ketakutan dan tidak pula merasakan kesedihan.
  42. Adapun orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
  43. Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Orang itu akan memperoleh bagiannya menurut yang tertulis di dalam Kitab. Sehingga manakala sampai kepada mereka malaikat-malaikat utusan Kami untuk mengambil nyawanya, utusan Kami itu lalu bertanya: "Di manakah berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah itu?". Mereka menjawab: "Semuanya telah lenyap dari kami". Mereka telah mengakui terhadap diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang kafir.
  44. Allah berfirman: "Bergabunglah kamu ke dalam neraka dengan umat-umat yang sebelum kamu dari bangsa jin dan manusia!". Tiap-tiap masuk satu rombongan, dia mengutuk kawannya. Sehingga manakala rombongan mereka telah masuk semuanya ke dalam, rombongan yang terakhir berkata kepada rombongan yang terdahulu: "Wahai Tuhan Kami! Orang-orang itulah yang menyesatkan kami dahulu, sebab itu tindaklah mereka dengan siksaan neraka berlipat ganda". Tuhan berfirman: "Masing-masingnya telah mendapat siksaan yang berlipat ganda, hanya kamu saja yang tidak tahu".
  45. Lalu rombongan yang terdahulu masuk, berkata kepada rombongan yang terakhir: "Tidak ada sedikitpun kelebihanmu dari kami, sebab itu tangguhkanlah siksaan akibat dari perbuatanmu".
  46. Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan baginya pintu-pintu langit Maksudnya tidak diterima doanya oleh Tuhan.. Dan tidak pula mereka dapat masuk syurga sampai binatang unta dapat memasuki lubang jarum Maksudnya, mereka tidak mungkin masuk syurga, sebagaimana tidak mungkinnya seekor unta masuk ke lubang jarum.. Demikianlah Kami memberikan pembalasan terhadap orang-orang yang melakukan kejahatan.
  47. Alas tidur mereka dari api neraka, dan selimutnyapun dari api neraka pula. Demikianlah Kami memberi balasan terhadap orang-orang yang zalim.
  48. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan perbuatan kebajikan. (Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang, melainkan sekedar kesanggupannya)(1). Merekalah penghuni-penghuni syurga dan mereka kekal di dalamnya.
    1. Kalimat yang terletak antara dua tanda kurung, adalah sebagai peringatan bahwa untuk mendapatkan sebutan "penghuni syurga" dengan syarat beriman dan mengerjakan perbuatan kebajikan adalah sangat mudah tanpa kesulitan apapun.
  49. Kami hapuskan semua dendam yang bersarang di dalam dadanya yang menyebabkan ia terganggu dari menikmati syurga yang banyak mengalir sungai-sungai di bawahnya, sementara itu mereka mengatakan: "Segala pujian untuk Allah yang telah memimpin kami untuk mendapatkan syurga ini, tidaklah kami akan menemui jalan ini, kiranya Allah tidak memimpin kami". Sesungguhnya Rasul-rasul Tuhan kami, betul-betul datang membawa kebenaran. Lalu diserukan kepada mereka: "Itulah syurga yang dipusakakan kepadamu sebagai balasan dari kebajikan yang kamu kerjakan dahulu".
  50. Dan penghuni-penghuni syurga berseru kepada penghuni-penghuni neraka: "Sesungguhnya kami betul-betul telah memperoleh apa-apa yang dijanjikan Tuhan kepada kami. Apakah kalian akan memperoleh pula apa-apa yang dijanjikan Tuhan kepada kalian?" Penghuni neraka menjawab: Betul!". Kemudian seorang malaikat mengumumkan di antara mereka: "Kutukan Allah untuk orang-orang yang zalim!".
  51. Yaitu orang-orang yang menghalang-halangi manusia dari jalan Allah, dan yang menginginkan jalan itu berkisar tujuan. Mereka mengingkari kehidupan akhirat.
  52. Dan di antara kedua golongan penghuni syurga dan neraka ada batas. Dan di atas A'raaf(1) ada orang yang mengenal masing-masing dari kedua golongan itu karena tanda-tandanya. Dan mereka menyeru penghuni syurga dan mengucapkan: "Salamun alaikum"(2). Mereka belum lagi memasukinya dan ingin segera masuk.
    1. A'raaf ialah nama suatu tempat untuk sementara di akhirat.
    2. Artinya: Mudah-mudahan Allah melimpahkan rahmatnya atasmu.
  53. Dan bila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka bermohon: "Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama dengan orang-orang yang zalim itu".
  54. Dan penghuni A'raaf memanggil beberapa orang pemuka-pemuka orang musyrik yang dikenalnya karena tanda-tandanya, katanya: "Harta yang kamu kumpulkan dan kesombongan yang pernah kamu lontarkan terhadap orang-orang yang beriman, rupanya tidak dapat menolongmu".
  55. Lalu penghuni A'raaf itu bertanya lagi kepada penghuni neraka, katanya: "Itukah orang-orang(1) yang kamu sumpahi dahulu bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat dari Allah?" Allah berfirman kepada penghuni A'raaf: "Masuklah kamu ke dalam syurga, terhadapmu tidak ada kekhawatiran dan kesedihan".
    1. Maksudnya orang-orang beriman yang waktu di dunia sudah dihina dan disiksa oleh kaum musyrik.
  56. Dan penghuni neraka berseru kepada penghuni syurga, katanya: "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang dikaruniakan Allah kepadamu". Penghuni syurga menjawab: "Sungguh Allah telah mengharamkan air dan makanan itu terhadap orang-orang yang kafir".
  57. Yaitu orang-orang yang membuat agamanya jadi permainan dan senda gurau. Kesenangan kehidupan dunia telah menipu mereka. Karena itu pada hari kiamat ini, mereka Kami lupakan sebagaimana mereka dahulu pernah melupakan untuk mengunjungi "Hari Mereka" ini, serta menyangkal ayat-ayat Kami.
  58. Sesungguhnya telah Kami datangkan kitab kepada mereka. Kami jelaskan atas dasar-dasar ilmu pengetahuan dari Kami(1) sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
    1. Maksudnya tentang hal-hal yang mencakup kebutuhan mereka di bidang ilmu dan amal. Untuk membersihkan diri dan mensucikan hati mereka dan sekaligus memuat faktor penyebab dari keberuntungan mereka di dunia dan di akhirat.
  59. Tiada lain yang mereka nanti-nanti selain dari akibatnya Maksudnya kebenaran dari apa yang dijanjikan Rasul-rasul kepadanya tentang siksa dan pahala.. Pada hari "akibat" itu datang, berkatalah orang-orang yang pernah melupakannya dahulu, katanya: "Sesungguhnya telah datang Rasul-rasul Tuhan kami dengan bukti-bukti kebenaran. Maka adakah kemungkinan kami akan mendapatkan Pembela-pembela yang akan membela kami. Atau kemungkinan kami kembali hidup untuk beramal, bukan seperti amal yang pernah kami perbuat dahulu". Sesungguhnya mereka telah merugikan diri sendiri dan telah lenyap dari mereka apa-apa yang pernah mereka ada-adakan.
  60. ALLAH TUHAN SEMESTA ALAM TIDAK ADA SEMBAHAN LAIN KECUALI DIA YANG MAHA ESA
  61. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa Masa di sini diukur dengan ukuran Tuhan sendiri dan hanya Tuhan sendiri yang mengetahui ukuran itu. Apa yang dapat kita duga dari ukuran Tuhan itu ialah 1 hari di sisi Tuhan = 1000 tahun menurut ukuran manusia. (Lihat 22:47 dan 32:5).. lalu Dia bersemayam di atas arasy Maksudnya Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Tuhan pula yang menguasai dan mengatur segala peredaran benda-benda angkasa itu. Hanya Tuhan yang mengetahui di mana Arasy itu berada.. Ditutupnya malam dengan siang yang mengiringi peredarannya dengan cepat. Dan diciptakannya pula matahari, bulan dan bintang. Masing-masing tunduk di bawah pengaturan-Nya. Ingatlah bahwa mencipta dan menata adalah wewenang Tuhan. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.
  62. Bermohonlah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyenangi orang-orang yang keterlaluan Berdoa dengan suara keras dan meminta yang bukan-bukan.
  63. Dan janganlah kamu merusak di muka bumi, sesudah Tuhan membangunnya. Dan bermohonlah kepada-Nya dengan rasa cemas tidak akan diterima dan rasa penuh harapan akan dikabulkan. Sesungguhya rahmat Allah amat dekat dari orang-orang yang berbuat baik.
  64. PERANAN HUJAN SEBAGAI SUMBER REZEKI
  65. Dan Dia-lah yang menyuruh angin membawa berita gembira menjelang kedatangan rahmat-Nya yang berupa hujan. Syahdan, manakala angin itu membawa mendung, Kami halaukan ke daerah yang tandus, lalu Kami curahkan hujan di daerah itu. Kami keluarkan dengan sebab hujan itu, berbagai macam buah-buahan. Begitulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, semoga kamu dapat mempelajarinya.
  66. Adapun tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh dengan subur dengan izin Allah, dan tanah yang gersang, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kebesaran Kami bagi orang-orang yang bersyukur.
  67. KISAH BEBERAPA ORANG RASUL
    KISAH NABI NUH a.s.

  68. Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu katanya: "Wahai kaumku, sembahlah Allah! Sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Sesungguhnya Aku takut kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan ditimpa siksaan "Hari malapetaka yang amat dahsyat" di hari kiamat.
  69. Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: "Sesungguhnya kami memandangmu dalam keadaan sesat yang nyata".
  70. Nuh menjawab: "Hai kaumku, tak ada sedikitpun kesesatan padaku, sesungguhnya aku ini adalah utusan Tuhan semesta alam".
  71. "Aku sampaikan kepadamu pesan-pesan dari Tuhanku. Sedang aku hanya pemberi nasihat kepadamu. Dan aku mengetahui dari Allah, apa yang tidak kamu ketahui".
  72. Apakah kamu merasa heran kedatangan peringatan dari Tuhanmu melalui ucapan seorang laki-laki dari golonganmu sendiri, dengan mana ia memberi peringatan kepadamu tentang kekafiranmu, lagi pula supaya kamu bertakwa dan mendapat rahmat?"
  73. Lalu mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersama dengan dia di dalam kapal, lalu Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang buta mata hatinya.
  74. KISAH HUD a.s.
  75. Dan telah Kami utus pula kepada kaum Aad(1) saudara sebangsanya Hud, dia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Mengapa kamu tidak bertakwa kepadanya?"
    1. Kaum 'Aad, adalah kaum penyembah berhala. Nabi Hud, adalah orang yang sebangsanya. Daerahnya terletak di gurun Ahqal antara Aman dan Hadramaut, Arabia selatan.
  76. Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata: "Sesungguhnya kami memandangmu sebagai orang dungu, dan kami kira juga pembohong".
  77. Dia berkata: "Hai kaumku, aku bukan orang dungu, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam".
  78. "Aku menyampaikan pesan-pesan Tuhanku. Aku adalah penasehat yang jujur bagimu".
  79. "Apakah kamu merasa heran kedatangan peringatan dari Tuhanmu melalui ucapan seorang laki-laki dari golonganmu sendiri?. Dan ingatlah olehmu sekalian, ketika Tuhan menjadikanmu penguasa sesudah musnahnya kaum Nuh. Tuhan telah menjadikan perawakanmu lebih besar dan tegap. Karena itu ingat pulalah akan karunia-karunia Allah semoga kamu beroleh keberuntungan".
  80. Mereka berkata: "Apakah kedatanganmu kepada kami dengan maksud supaya kami menyembah Allah saja, dan meninggalkan apa yang telah biasa disembah oleh nenek moyang kami? Kalau demikian datangkanlah siksa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika memang pihakmu yang benar".
  81. Hud berkata: "Sungguh, sudah pasti bahaya besar dan kemurkaan Tuhan akan menimpamu. Apakah kalian akan membantahku tentang nama-nama berhala yang kamu pertuhan bersama-sama nenek moyangmu, padahal Allah tidak memberikan dalil yang kuat untuk itu? Maka nantikanlah siksaan itu. Sesungguhnya aku bersama-sama menanti dengan kamu".
  82. Kemudian kami selamatkan Hud, dan orang-orang yang beserta dengan dia, dan Kami musnahkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Mereka bukanlah orang-orang yang beriman.
  83. KISAH NABI SOLEH a.s.
  84. Dan kepada kaum Tsamud(1) telah Kami utus pula saudara mereka Shalih. Dia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata bagimu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda kenabian untukmu. Biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, nanti kamu ditimpa siksaan yang pedih".
    1. Kaum Tsamud, ialah satu kaum yang mendiami al Hijz antara Hijaz dan Syiria dekat Wadul Qura. Mereka hidup sesudah musnahnya kamu Aad. Dinamakan Tsamud, sesuai dengan nama nenek moyang mereka: "Tsamud bin 'amir bin Iram bin Saam, bin Nuh.
  85. Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikanmu penguasa sesudah musnahnya kaum 'Aad, dan menempatkanmu di bumi. Kamu bangun istana di lembah datar, kamu pahat gunung untuk dijadikan rumah-rumah. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu berleluasa di muka bumi membuat kerusakan.
  86. Pemuka-pemuka kaumnya yang sombong mengatakan kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka, katanya: "Tahukan kalian bahwa Shalih diutus menjadi Rasul oleh Tuhannya?". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami ini beriman kepada wahyu yang diturunkan kepada Shalih di mana ia disuruh menyampaikannya".
  87. Orang-orang yang sombong itu berkata lagi: "Sesungguhnya kami tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu".
  88. Kemudian mereka sembelih unta betina itu. Mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, lalu mereka menantang: "Hai Shalih, datangkanlah kepada kami apa yang kamu ancamkan itu, kalau benar-benar engkau terbilang orang-orang yang diutus Tuhan".
  89. Mereka dengan serta merta dibinasakan oleh gempa bumi, hingga mereka bergelimpangan menjadi mayat dalam rumahnya masing-masing.
  90. Kemudian Shalih meninggalkan mereka seraya berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan pesan-pesan Tuhanku, dan telah menyampaikan nasihat kepadamu, tetapi kamu tidak menyenangi orang-orang yang memberi nasihat".
  91. KISAH NABI LUTH a.s.
  92. Dan Kami juga telah mengutus Luth kepada kaumnya Kaum Luth tempatnya di negeri Sodom, dekat Laut Mati.. Ingatlah tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan sangat keji, yang belum pernah dikerjakan di muka bumi ini oleh siapapun juga sebelum kamu?"
  93. "Bahwa kamu memuaskan syahwatmu sesama laki-laki Perbuatan homoseksual., bukan kepada perempuan. Kamu ini betul-betul orang yang sudah keterlaluan".
  94. Jawab kaumnya tiada lain, hanya mengatakan: "Usirlah Luth dan orang-orang yang beriman dengan dia dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berlagak suci".
  95. Kemudian Kami selamatkan dia beserta pengikut-pengikutnya, kecuali isterinya. Dia termasuk orang-orang yang tinggal binasa.
  96. Dan Kami hujani mereka dengan hujan batu. Maka perhatikanlah bagaimana akibatnya orang-orang yang berdosa itu.
  97. KISAH NABI SYUAIB a.s.
  98. Dan Kami telah mengutus pula kepada penduduk madyan(1) saudara mereka Syu'aib, dia mengatakan: "Hai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Karena itu, sempurnakanlah takaran dan timbangan dalam jual-beli. Dan janganlah kamu kurangi hak-hak manusia(2), dan jangan pula merusak di muka bumi, sesudah Tuhan membangunnya. Itulah yang lebih baik untukmu, jika kamu betul-betul orang yang beriman".
    1. Madyan ialah nama salah seorang putera Nabi Ibrahim a.s. kemudian menjadi kabilah dari anak-cucu Madyan itu. Kabilah ini mendiami tempat yang juga dinamai Madyan, terletak di pantai laut merah, sebelah Tenggara gunung Sinai.
    2. Hak-hak manusia di sini hendaklah diartikan secara luas, misalnya dalam perdagangan, jangan mengurangi ukuran, takaran dan timbangan, dsb. Termasuk juga kepada mengurangi hak manusia, ialah mengganggu ketenteraman umum seperti mencuri, merusak tata susila, berbuat onar dsb.
  99. Dan janganlah kamu menempati setiap jalan dengan maksud menakut-nakuti orang, menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu berkisar. Dan ingatlah ketika jumlahmu dahulu sedikit, lalu Tuhan mengembang-biakkanmu. Dan perhatikanlah kesudahannya orang-orang yang selalu berbuat kerusakan.
  100. Jika ada segolongan dari pada kamu telah mempercayai apa yang telah dipesankan kepadaku untuk menyampaikannya, dan sebagian yang lain tidak percaya, maka bersabarlah sampai Allah menetapkan hukum-Nya di antara kita. Dan Dia, adalah Hakim yang sebaik-baiknya.
  101. Orang-orang terkemuka dari kaum Syuaib yang sangat sombong itu berkata: "Hai Syu'aib, kami akan mengusir kamu dan pengikut-pengikutmu yang beriman itu dari negeri kami ini, atau kamu bersedia menganut kembali agama kami. Syu'aib menjawab: "Apakah akan kamu paksa juga, sekalipun kami tidak sudi?"
  102. Alangkah besarnya kebohongan kami kepada Allah, kalau kami kembali menganut agamamu, sesudah Allah melepaskan kami dari agama itu. Kami tidak akan kembali lagi kepada agamamu itu, kecuali kalau dikehendaki oleh Allah, Tuhan kami. Pengetahuan Tuhan kami sangat luas dalam segala-galanya. Kepada Allah-lah kami bertawakal. Wahai Tuhan kami! Berilah keputusan yang seadil-adilnya antara kami dan kaum kami ini, sebenarnya Engkaulah Pemberi Putusan yang sebaik-baiknya.
  103. Berkatalah orang-orang kafir terkemuka dari kaum Syu'aib kepada sesamanya: "Jika kamu mengikuti Syu'aib, kamu akan rugi".
  104. Kemudian mereka diganyang oleh gempa bumi, lalu mayat-mayat mereka bergelimpangan dalam rumahnya masing-masing Inilah sebagai jawaban ayat 88-90..
  105. Mereka yang mendustakan Syu'aib musnah semuanya seolah-olah mereka tidak pernah tinggal di situ. Mereka yang menentang Syu'aib, mereka sendirilah yang merugi.
  106. Kemudian Syu'aib meninggalkan mereka sambil berkata: Hai kaumku! Sudah kusampaikan kepadamu amanat-amanat dari Tuhanku, cukuplah sudah aku memberi nasihat kepadamu. Mengapa pula aku akan turut berduka-cita atas kemusnahan orang-orang kafir".
  107. SUNATULLAH YANG BERLAKU TERHADAP BANGSA-BANGSA YANG MENDURHAKA
  108. Menurut sunah Kami yang tetap berlaku, bahwa manakala Kami mengutus seorang nabi kepada suatu kota, lalu didustakan oleh penduduknya, tentu Kami siksa penduduk kota itu dengan kemiskinan dan bermacam-macam bencana, semoga mereka tunduk merendahkan diri.
  109. Kemudian Kami uji lagi dengan yang sebaliknya, kesengsaraan Kami ganti dengan kesenangan, sehingga semakin meningkat perkembangan penduduknya dan kemakmurannya. Mereka berkata: "Para nenek-moyang kamipun dahulu pernah mengalami susah dan senang" Maksudnya, mereka tidak mengerti hukum sunatullah. Adanya sebab-musabab tercapainya bahagia dan terjadinya penderitaan sebagaimana firman-Nya: "Bahwa Allah tidak akan merubah keadaan sesuatu kaum, apabila kaum itu tidak mau merubah dirinya sendiri".. Karenanya merekapun Kami tindak lagi secara tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya.
  110. Jika sekiranya penduduk kota itu beriman dan bertakwa, niscaya kami bukakan untuk mereka pintu-pintu rahmat dari langit dan dari bumi. Tetapi oleh karena mereka mendustakan, Kami ambil tindakan terhadap mereka itu disebabkan salah perbuatan mereka sendiri.
  111. Apakah penduduk kota-kota itu merasa aman terhadap siksaan Kami yang mungkin datangnya di malam hari, di waktu mereka sedang tidur nyenyak?
  112. Atau apakah penduduk kota-kota itu dapat merasa aman dari siksaan Kami, yang mungkin datangnya di siang hari, di waktu mereka sedang main-main bersuka-ria?
  113. Atau apakah mereka dapat merasa aman dari siksaan Allah yang tidak disangka-sangka? Tiada seorangpun yang merasa aman dari siksaan Allah itu, kecuali orang-orang yang merugi.
  114. Apa masih belum cukup jelas bagi angkatan Penerus dari Angkatan negeri itu yang telah musnah, bahwa jika kami kehendaki tentu Kami siksa mereka karena dosanya. Kami tutup mata hatinya, sehingga mereka tidak dapat lagi mendengar pelajaran.
  115. Semua kota-kota yang telah Kami musnahkan itu, Kami ceritakan sebagian beritanya kepadamu. Semua kota-kota itu pernah didatangi oleh Rasulnya masing-masing dengan membawa bukti-bukti yang nyata, tetapi mereka tidak mau juga beriman, sebagaimana mereka sejak dahulu mendustakannya juga. Begitulah Allah menutup mata hatinya orang-orang kafir Lihat 10:74..
  116. Tidak pernah Kami dapati dari mereka yang memenuhi janji, namun yang Kami dapati kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
  117. KISAH NABI MUSA a.s.
  118. Kemudian setelah para Rasul itu, Kami utus pula Musa Musa diutus umumnya kepada kaumnya bangsa Israil, Khususnya kepada Fir'aun dan rakyatnya untuk membebaskan kaumnya dari penindasan dan perbuatan Fir'aun. dengan membawa ayat-ayat Kami kepada Fir'aun dan pembesar-pembesarnya, tetapi mereka telah memperkosa hak-hak rakyatnya untuk menerima ayat-ayat itu. Lihatlah bagaimana akibatnya orang-orang yang berbuat kejam.
  119. Berkatalah Musa: "Hai Firaun! Aku ini seorang utusan dari Tuhan semesta alam".
  120. Justeru karena kerasulan ini aku tidak akan berkata tentang Allah, kecuali hanya yang sebenarnya. Aku datang kepadamu dengan membawa tanda bukti dari Tuhanmu. Dengan ini aku mohon lepaskanlah bangsa Israil pergi bersamaku!".
  121. Firaun menjawab: "Jika benar engkau datang dengan membawa suatu tanda bukti, cobalah buktikan, kalau engkau memang orang yang benar!"
  122. Lalu Musa melemparkan tongkatnya. Dengan sekonyong-konyong tongkat itu menjadi seekor ular yang sebenarnya.
  123. Lalu dikeluarkannya tangannya. Tangan itu sekonyong-konyong menjadi putih, nampak bersinar-sinar oleh semua yang melihatnya.
  124. Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Fir'aun: "Memang orang ini ahli sihir yang pandai.
  125. yang bermaksud hendak mengusirmu dari tanah airmu". Fir'aun bertanya: "Lalu bagaimana pendapat kalian?".
  126. Mereka menjawab: "Tangguhkanlah urusannya dan urusan saudaranya, dan kirimkanlah orang-orang ke seluruh negeri untuk mengumpulkan ahli-ahli sihir".
  127. Nanti mereka akan membawa kepadamu semua ahli sihir yang pandai.
  128. Lalu beberapa ahli sihir menghadaplah kepada Fir'aun seraya berkata: "Apakah ada hadiah yang memuaskan bagi kami, jika kami yang menang?".
  129. Fir'aun menjawab: "Tentu! Malah lebih dari itu kalian akan kujadikan orang-orang yang dekat kepadaku.
  130. Ahli-ahli sihir itu berkata lagi: "Hai Musa! Siapakah yang akan beraksi lebih dahulu, kamukah atau kami?".
  131. Jawab Musa: "Silahkan kamu yang beraksi lebih dahulu! Tatkala mereka beraksi, mereka dapat menyulap semua mata orang dan menimbulkan rasa takut. Mereka telah berhasil memperagakan sihir yang mengagumkan.
  132. Lalu Kami wahyukan kepada Musa: "Sekarang beraksilah dengan tongkatmu!" Sekonyong-konyongnya ular Musa itu menelan semua ular mereka.
  133. Ketika itu nyatalah benar, dan binasalah apa yang mereka kerjakan.
  134. Di gelanggang itu, mereka dikalahkan Musa, lalu mereka pulang dengan perasaan malu bercampur hina.
  135. sedangkan tukang sihir dengan serta merta sujud meniarap,
  136. seraya menyatakan: "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam.
  137. Tuhannya Musa dan Harun!".
  138. Fir'aun berkata: Mengapa kalian berani saja beriman kepadanya sebelum kuizinkan? Ini benar-benar suatu siasat saja yang sudah direncanakan terhadap negara, dengan maksud untuk mengusir warganya. Nanti kalian akan tahu..........akibatnya! Demikianlah tuduhan Firaun terhadap para ahli sihir dan Musa, bahwa mereka bersekutu dengan Musa untuk menggulingkan pemerintahannya. Sebagaimana Firaun pernah berkata: "Dia itulah guru besarmu yang mengajarkan ilmu sihir kepadamu." (Lihat 20:71)..
  139. "Akan kupotong tangan dan kaki kalian secara bersilang, kemudian akan kusalib kalian semua".
  140. Para ahli sihir menjawab: "Silahkan, tidak mengapa Sisipan sebagai pelengkap dari 26:50., kami semua akan kembali pulang kepada Tuhan kami".
  141. Apa kesalahan kami, maka kamu akan menyiksa kami, hanya karena kami menyatakan beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami, setelah kami dapat menerimanya? "Wahai Tuhan kami! Curahkanlah kesabaran kepada kami! Wafatkanlah kami sebagai seorang Muslim!".
  142. Para pembesar Firaun berkata: "Apakah akan engkau biarkan saja Musa beserta kaumnya membuat huru-hara dalam negeri ini dan meninggalkanmu begitu saja dengan dewa-dewamu? Bangsa Mesir purba memuja banyak dewa-dewa. Di antaranya yang terbesar dewa matahari bernama Dewa Ra'. Dari kata inilah ungkapan kata Firaun yang dianggap orang sebagai putera dewa matahari dan keturunannya. Firaun menjawab: "Kita akan membunuh anak-anak mereka yang lelaki dan membiarkan hidup anak-anak mereka yang perempuan. Kita lebih hebat dari mereka, kitalah yang berkuasa".
  143. Musa berkata kepada kaumnya: "Mohonkanlah bantuan kepada Allah dan bersabarlah! Bahwa bumi palestina yang dijanjikannya itu kepunyaan Allah, dan diberikanNya sebagai pusaka kepada para hambaNya yang dikendaki-Nya. Dan kemenangan terakhir pasti berada di pihak kaum yang bertakwa".
  144. Kaumnya menjawab: "Kami selalu ditindas oleh Fir'aun, sebelum dan sesudah kamu datang". Kata Musa: "Ya, semoga Tuhan membinasakan musuhmu itu! Dan semoga kamu diberi-Nya kedaulatan di muka bumi! Lalu Tuhan akan melihat bagaimana tindak lanjut dari perbuatanmu".
  145. Kami telah menyiksa seluruh rakyat Fir'aun dengan datangnya musim kemarau yang panjang dan berkurangnya buah-buahan, supaya mereka dapat mengambil pelajaran.
  146. Jika mereka berada dalam kemakmuran, mereka berkata: "Ini hak kita!". Tetapi jika berada dalam kesusahan lalu mereka lontarkan kesialannya kepada Musa dan pengikut-pengikutnya. Ketahuilah, bahwa kesialan mereka itu karena berlakunya hukum Allah, namun kebanyakan mereka tidak mengetahui.
  147. Mereka berkata: "Bagaimanapun pandainya engkau membuktikan tanda mu'jizat yang ada padamu untuk menyihir kami, namun kami sama sekali tidak akan mau percaya kepadamu".
  148. Kemudian Kami galakkan angin topan melanda mereka, Kami datangkan pula serangga belalang, kuman-kuman, katak dan darah Ialah benda-benda cair seperti air, getah pohon dsb. berubah menjadi darah. sebagai tanda kenyataan, tetapi mereka tetap bersikap angkuh. Mereka betul-betul kaum yang durhaka.
  149. Tatkala wabah siksa itu telah merajalela mengganyang mereka, merekapun meminta pertolongan kepada Musa. Katanya: "Hai Musa! Cobalah berdoa kepada Tuhanmu untuk kami, demi apa yang telah Tuhanmu janjikan kepadamu. Jika wabah ini telah dapat engkau hilangkan, kami berjanji akan beriman kepadamu. Dan akan kami lepaskan Bani Israil pergi bersamamu".
  150. Tetapi setelah wabah itu Kami hilangkan sampai batas waktu di mana mereka telah dapat mengatasinya, lalu mereka mengingkari janjinya.
  151. Setelah batas waktu berakhir, Kami jatuhkan hukuman kepada mereka dengan menenggelamkan mereka ke dalam laut disebabkan mereka tetap mendustakan ayat-ayat Kami. Memang mereka adalah orang-orang yang tidak mau mengindahkan ayat-ayatNya.
  152. Lalu Kami wariskan kepada kaum yang pernah tertindas, negeri-negeri Timur dan Barat(1) yang telah Kami berkahi. Dengan demikian terlaksanalah Kalimah Allah yang mulia yang dijanjikan-Nya kepada Bani Israil disebabkan kesabarannya. Dan Kami hancurkan apa-apa yang telah dibuat oleh Firaun dan kaumnya dan sekaligus apa yang telah mereka bangun(2).
    1. Yang dimaksud dengan negara-negara Timur dan Barat yaitu Syam, Mesir dan sekitarnya. Menurut Maenatho, bahwa Mesir pernah dikuasai oleh Musa selama 13 tahun lalu ditinggalkannya. Setelah Pharao lari dan kembali dari Abesinia dengan membawa pasukan yang besar. Ini sesuai dengan kisah Al-Qur'an. Lihat 26:57-59. Yang dimaksud dengan negeri Syam, lihat 21:71.
    2. Maksudnya segala usaha para ahli sihir dll. Lihat 20:69. Misalnya mercu menara Hamaan. Lihat 40:36,37.
  153. Dan Kami seberangkan Bani Israil melintasi Laut Merah. Sampailah mereka ke tanah Kanaan, di mana penduduknya masih memuja berhala. Mereka berkata: "Hai Musa! Kami mohon agar dibuatkan sebuah patung sembahan untuk kami seperti patung sembahan yang ada pada mereka. Musa menjawab: "Kalian semuanya sungguh-sungguh orang bodoh!".
  154. Sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang masih menganut sisa-sisa kepercayaan yang akan dihancur lumatkan, sementara apa-apa yang telah mereka perbuat adalah sia-sia belaka.
  155. Kata Musa selanjutnya: "Apakah aku harus mencari lagi Tuhan untukmu selain dari Allah? Sedangkan Dia sudah melebihkanmu dari segala umat?" Sebagaimana surat 2 ayat 47, bahwa keunggulan Bani Israil dari segala bangsa itu dianugerahkan Allah, karena kesabaran dan ketahanan mereka dalam menghadapi penindasan Fir'aun, seperti tersebut dalam ayat 37 di atas..
  156. Dan ingatlah ketika kamu Kami selamatkan dari kaum Fir'aun yang telah menyiksa kamu dengan siksaan yang kejam. Dibunuhnya anak-anakmu yang lelaki, dan dibiarkannya hidup anak-anakmu yang perempuan. Dalam hal ini merupakan suatu ujian yang amat berat dari Tuhanmu.
  157. Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa untuk menerima Taurat selama tigapuluh malam, lalu Kami tambah sepuluh malam lagi, maka genaplah waktu yang dijanjikan Tuhannya menjadi empatpuluh malam. Sebelumnya Musa telah memberikan amanat kepada kakaknya Harun. Katanya: "Gantikanlah tugasku dalam memimpin kaumku selama aku tidak ada dan jadilah pemimpin yang baik, serta janganlah kamu turut jalannya orang-orang yang berbuat kerusakan.
  158. Tatkala Musa datang pada waktu yang telah Kami tentukan itu dan Tuhanpun berbicara langsung dengannya, berkatalah Musa: "Wahai Tuhanku! Perlihatkanlah dirimu kepadaku, agar aku dapat melihat-Mu. Allah berfirman: "Di dunia ini tak mungkin engkau dapat melihat Aku. Tetapi baiklah, lihatlah bukit itu! Kalau bukit itu masih tetap tegak di tempatnya semula mungkin engkau dapat melihat Aku". Tatkalah Tuhan mulai menyingkapkan nur-Nya kepada bukit itu, dengan serta merta hancur luluhlah bukit itu. Musapun tersungkur jatuh pingsan. Setelah Musa sadar kembali berkatalah ia: "Maha Suci Engkau! Aku bertobat kepada-Mu! Akulah orang yang mula pertama beriman".
  159. Allah berfirman: "Hai Musa! Sesungguhnya Aku telah memilihmu melebihi dari manusia yang lain untuk mengemban tugas kerasulan-Ku dan untuk berbicara secara langsung denganku. Oleh karena itu pegang teguhlah syariat yang Aku berikan kepadamu, dan hendaklah engkau menjadi orang yang bersyukur.
  160. Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada kepingan-kepingan batu Luh Luh, ialah kepingan-kepingan batu yang padanya tertulis isi Kitab Taurat, lihat perjanjian lama: Sepuluh perintah, lihat juga 6:151-153. bermacam-macam petunjuk dan pelajaran, untuk segala macam pokok-pokok syariat. lalu Kami berfirman kepadanya: "Peganglah semua dengan teguh dan suruhlah kaummu untuk melaksanakannya, karena ia adalah pokok-pokok syariat yang sebaik-baiknya. Jika mereka tidak mau, akan Kami perlihatkan kepadamu kehancuran negeri orang-orang yang fasik Jika kaum Musa tidak mau mentaati perintah Tuhan, pasti mereka akan ditimpa kehancuran yang serupa itu.
  161. Akan Aku belokkan hati orang-orang yang bersikap sombong di muka bumi tanpa alasan yang benar dari memahami tanda-tanda kekuasaan-Ku Petunjuk dan keberuntungan yang dibawa oleh syariat Tuhan.. Ciri-ciri orang sombong itu ialah: Jika mereka melihat ayat-ayat-Ku mereka tidak mempercayainya, jika mereka melihat petunjuk jalan mereka tidak mau melaluinya, dan bilamana mereka melihat jalan kesesatan mereka langsung menempuhnya. Yang demikian itu disebabkan mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan selalu lalai dari padanya.
  162. Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, juga mendustakan akhirat, hapuslah seluruh pahala amal perbuatannya. Bukankah mereka tidak akan diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan?
  163. Sepeninggalnya Musa, lalu kaumnya membuat patung berbentuk tubuh sapi dari mas perhiasan mereka yang dapat melenguh seperti sapi. Apakah mereka tidak dapat memikirkan bahwa patung itu tidak dapat bercakap-cakap dengan mereka dan tidak dapat pula memberi petunjuk suatu jalan kepada mereka? Patung itu mereka sembah. Mereka itu adalah orang-orang yang zalim.
  164. Dan setelah mereka menyesali perbuatannya dan menyadari bahwa mereka sesat jalan, berkatalah mereka: "Sungguh jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pasti kami menjadi orang-orang yang merugi".
  165. Setelah Musa kembali kepada kaumnya, dengan marah bercampur sedih berkatalah ia: "Alangkah buruknya perbuatan yang kalian lakukan sepeninggalku. Mengapa kalian mendahului urusan Tuhanmu? Maksudnya mengapa kamu tidak sabar menunggu masa munajatku berakhir, dan kembali lagi kepada kalian, sehingga kalian telah berkhianat sepeninggalku? Bahkan menyiarkan berita bohong bahwa aku telah mati, dan tidak kembali lagi? Lihat kembali ayat 142.
  166. Mendengar itu Musa berdo'a: "Wahai Tuhanku! Ampunilah keterlanjuranku dan ampuni jualah kelemahan saudaraku, masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu. Engkau Maha Penyayang di antara semua yang penyayang".
  167. Sesungguhnya mereka yang memuja patung sapi itu, akan dimurkai Tuhan dan akan mendapat kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang yang telah membuat kebohongan.
  168. Dan orang-orang yang telah berbuat kejahatan, setelah itu mereka bertobat serta beriman, sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun dan Penyayang.
  169. Setelah amarah Musa mereda, dipungutnya kembali kepingan-kepingan Batu Taurat itu. Yang di antara suratnya terdapat petunjuk dan rahmat untuk orang-orang yang takut kepada Tuhannya.
  170. Musa memilih tujuhpuluh orang dari kaumnya untuk ikut serta ke tempat munajat di gunung Sinai pada waktu yang telah ditentukan. Tatkalah mereka diguncang gempa bumi, berkatalah Musa: "Wahai Tuhanku! Jika Engkau berkehendak untuk memusnahkan mereka, Engkau dapat melakukannya terhadap mereka sekaligus beserta aku sebelum peristiwa ini terjadi. Apakah kami akan Engkau musnahkan disebabkan perbuatan orang-orang bodoh dari kaumku ini? Maksudnya orang-orang yang lemah imannya, mudah diperdayakan ke jalan-jalan yang sesat, yaitu menyembah patung sapi. Ini sungguh suatu cobaan dari Engkau. Karena itulah Engkau biarkan sesat siapa saja yang Engkau kehendaki, dan Engkau beri petunjuk orang-orang yang Engkau kehendaki. Engkaulah pemimpin kami, karena itu ampunilah kami, berilah kami rahmat, karena Engkau adalah pemberi ampun yang sebaik-baiknya.
  171. TIGA MACAM SIFAT ORANG-ORANG YANG DIBERI RAHMAT
  172. Tetapkanlah untuk kami kehidupan yang baik di dunia ini dan di akhirat nanti! Kami telah bertobat kepadamu! Allah berfirman: "Bahwa siksaanku hanyalah akan Aku tingkatkan kepada orang-orang yang Aku kehendaki. Sedangkan rahmat-Ku sangat luas meliputi segala-galanya. Akan aku tetapkan rahmat-Ku kepada orang-orang yang bertakwa, dan menunaikan zakat, seterusnya bagi orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.
  173. TUJUH MACAM SIFAT-SIFAT NABI S.A.W
  174. Yaitu mereka yang mengikuti Rasul, yang sifat-sifatnya: pertama, ia adalah nabi yang ummi; kedua, namanya telah dituliskan di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka; ketiga dan keempat menganjurkan berbuat baik dan mencegah perbuatan yang keji; kelima dan keenam menghalalkan bagi mereka segala yang baik, mengharamkan kepada mereka segala yang buruk; dan ketujuh membekukan peraturan-peraturan yang memberatkan mereka dan mengorak belenggu-belenggu yang mengikatnya Maksudnya Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad s.a.w., ialah sebagai pengganti peraturan-peraturan yang sangat keras di dalam Taurat, misalnya wajib bunuh diri untuk sahnya tobat, wajib Qishash terhadap kasus pembunuhan dan peraturan-peraturan yang sangat lunak di dalam Injil, misalnya: kalau ditampar pipi kanan hendaklah diserahkan lagi pipi yang kiri.
  175. Katakanlah! "Hai sesama manusia! Aku diutus kepada kalian sebagai Rasul Allah, Tuhan yang mempunyai kekuasaan di langit dan di bumi. Tiada Tuhan hanya Dia yang menghidupkan dan Dia yang mematikan. Hendaklah kalian beriman kepada Allah dan rasul-Nya nabi yang ummi, yang beriman kepada Allah dan semua firman-firman-Nya dan hendaklah kamu mengikutinya, semoga kamu mendapat petunjuk".
  176. Di antara kaum Musa itu ada satu golongan yang memberikan petunjuk dengan yang benar dan dengan dasar kebenaran itulah mereka bertindak adil.
  177. Mereka Kami bagi menjadi duabelas suku bangsa Yang berasal dari duabelas anak-anak Yakub.. Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air minum kepadanya: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!". Lalu membersitlah duabelas mata air. Setiap suku sudah tahu tempat mengambil air minumnya masing-masing. Kami telah menaungi mereka dengan awan. Dan Kami telah menurunkan kepada mereka Manna sejenis madu dan Salwa sejenis burung puyuh. Kami perintahkan: Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah Kami karuniakan kepadamu. Sebenarnya mereka tidak dapat menganiaya Kami, tetapi merekalah yang telah menganiaya dirinya sendiri Namun nyatanya mereka telah berbuat durhaka, mereka mencari kesenangan untuk dirinya sendiri di atas kesengsaraan orang lain, lihat juga 2:57,60,61..
  178. Dan ingatlah! Ketika diperintahkan kepada mereka dalam firmannya: "Diamilah kota Baitul Maqdis ini dan makanlah hasil buminya sesuka hatimu dan ucapkanlah "Hitthah" Hitthah = Ampunilah kami dari kesalahan kami., sambil memasuki pintu gerbangnya dengan menekurkan kepala", niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Kepada mereka yang telah berbuat baik akan Kami tambah pula pahalanya.
  179. Lalu orang-orang yang durhaka di antara mereka, ucapan tadi digantinya dengan perkataan lain Ucapan Hitthah diganti dengan perkataan Hinthah yang artinya sejenis gandum bahan roti. Lihat juga 2:58.
  180. Dan tanyakanlah kepada mereka tentang warga sebuah kota yang terletak di pesisir, ketika mereka melanggar syariat hari Sabtu Syariat hari Sabtu merupakan hari beribadat bagi kaum Yahudi, hampir sama dengan hari Jum'at bagi umat Muhammad s.a.w., ketika mana ikan-ikan dengan jinaknya bermunculan di atas permukaan air, sementara pada hari-hari yang bukan hari Sabtu ikan-ikan itu menghilang. Begitulah Kami uji mereka itu karena kefasikannya.
  181. Dan ketika ada satu golongan di antara mereka itu berkata kepada segolongan yang lain: "Mengapa kamu menasehati mereka yang pasti akan dimusnahkan atau akan disiksa oleh Allah dengan siksaan yang berat?" Orang-orang itu menjawab: "Kami menasehati mereka agar kami mendapat alasan(1) untuk dapat melepaskan diri dari tanggung jawab kepada Tuhanmu. Semoga Allah memaafkan mereka dan semoga merekapun bertakwa".
    1. Tidak berdiam diri melihat orang-orang yang melanggar peraturan.
  182. Tetapi setelah ternyata mereka itu melupakan apa yang diperintahkan oleh teman-temannya itu, Kami selamatkan orang-orang yang telah melarang berbuat salah dan Kami timpakan siksaan yang amat keras kepada orang-orang yang berdosa disebabkan kefasikannya.
  183. Dan tatkala mereka terus-menerus membangkang terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: "Jadilah kamu bertabiat seperti kera yang hina". Lihat 2:65..
  184. Dan ingatlah! Ketika Tuhanmu memberitahukan: Bahwa sesungguhnya Dia akan membangkitkan bangsa-bangsa yang akan mengganyang mereka sampai hari kiamat dengan siksaan yang tidak terperikan. Sungguh Tuhanmu itu sangat cepat tindak hukumnya, namun Dia Maha Pengampun dan Penyayang.
  185. Kami cerai-beraikan mereka di dunia ini menjadi beberapa suku bangsa. Di antaranya ada yang shalih dan ada yang tidak. Dan Kami uji mereka dengan kenikmatan silih berganti dengan bencana, semoga mereka kembali kepada kebenaran.
  186. Kemudian sesudah mereka maka muncullah satu angkatan yang jahat yang mewarisi Kitab Taurat. Mereka mengeruk keuntungan kekayaan dunia dengan cara-cara yang kotor. Untuk mana mereka berdalih: "Toh kami akan diampuni juga oleh Tuhan". Dan jika mereka mendapatkan kesempatan untuk mengeruk harta sebanyak itu lagi mereka akan mencaploknya juga. Bukankah telah diambil perjanjian mereka di dalam Kitab Taurat, bahwa mereka tidak boleh mengatakan apa-apa terhadap Allah, kecuali yang benar? Sedangkan mereka telah mempelajari isi Taurat? Sungguh kehidupan akhirat lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Apakah kalian tidak mengerti?
  187. Mereka yang berpegang teguh dengan Kitab Taurat dan mengerjakan sembahyang, Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebajikan.
  188. Dan ingatlah! Ketika Kami mengangkat gunung Sinai itu di atas kepala mereka bagaikan sungkupan atap yang mereka kira akan menghimpitnya. Ketika itu Kami perintahkan: Peganglah dengan sungguh-sungguh Kitab Taurat yang Kami berikan kepada kalian ini! Ingatlah amalkanlah selalu isinya semoga kalian bertakwa.
  189. PERJANJIAN MANUSIA TERHADAP TUHANNYA
  190. Dan ingat pulalah ketika Tuhanmu hendak mengembang-biakkan keturunan Adam dari tulang sulbi mereka, lalu diminta-Nya pengakuan mereka atas jiwanya masing-masing: "Bukankah Aku ini Tuhanmu?". Mereka menjawab: "Benar kami mengakui Engkau Tuhan kami". Hal ini Kami lakukan agar nanti di hari kiamat, jangan kalian mengatakan: "Kami dahulu lupa tentang perjanjian ini" Dialog antara Tuhan dan manusia dalam ayat ini, melukiskan fithrah naluri setiap insan dalam kejadiannya. Dalam hal ini bahasa yang dipergunakan ialah bahasa peristiwa, bukan bahasa manusia..
  191. Atau agar kamu nanti jangan mengatakan pula: "Sesungguhnya nenek moyang kamilah yang musyrik lebih dahulu, kami hanya anak-cucunya yang datang kemudian. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan salah orang-orang dahulu kala itu?"
  192. Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat ini supaya mereka kembali sadar dari kurangnya pengertian, dan dari taklid butanya.
  193. PERUMPAMAAN YANG BURUK BAGI ORANG-ORANG YANG MENDUSTAKAN AYAT-AYAT ALLAH
  194. Dan bacakanlah kepada mereka berita yang mengagumkan tepatnya berita orang-orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami Maksudnya kaidah-kaidah tauhid., kemudian dia berpantang mempercayainya, lalu dia dihubungi rapat oleh setan untuk menggodanya. Sehingga ia menjadi sesat.
  195. Jika kami kehendaki, tentu Kami dapat mengangkat derajatnya. Namun dia ketagihan kesenangan dunia Maksudnya lebih suka turun ke bawah dari pada meningkat naik ke atas derajat yang lebih tinggi., dan mengikuti hawa nafsunya yang rendah. Maka perumpamaannya seperti anjing. Bila kamu halau, dia menjulurkan lidahnya, atau jika kamu biarkan, diapun mengeluarkan lidahnya juga. Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Ceritakanlah cerita ini semoga mereka berfikir.
  196. Betul-betul buruk perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami itu. Dengan perbuatan mereka yang demikian mereka telah menganiaya dirinya sendiri.
  197. INTISARI DARI AYAT-AYAT DI ATAS
  198. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, dialah orang yang beruntung mendapat petunjuknya. Dan barangsiapa yang dibiarkan sesat oleh-Nya, mereka itulah orang-orang yang merugi.
  199. Sesungguhnya telah Kami sediakan untuk penghuni neraka itu banyak jin dan manusia. Mereka mempunyai hati tetapi mereka tidak mempergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah, mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat, menghayati tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat Allah. mereka tidak ubahnya seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka orang-orang yang alpa.
  200. JALAN KELUAR UNTUK MENGATASI KRISIS BATIN TERSEBUT
  201. Allah mempunyai asmaulhusna nama-nama yang agung. Bermohonlah kepadaNya dengan nama-nama-Nya yang Agung itu. Biarkan sajalah orang-orang yang menyelewengkan nama-nama Allah itu. Biar mereka nanti mendapat balasan menurut imbangan perbuatannya.
  202. Dan di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan itu, ada golongan yang suka memberi petunjuk dengan yang benar, dan dengan dasar kebenaran itu pula mereka menegakkan keadilan.
  203. dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami akan Kami biarkan tingkah laku mereka itu menghela dirinya sendiri berangsur-angsur ke arah kebinasaan mereka secara tidak mereka sadari.
  204. Untuk itu Kami beri kesempatan kepada mereka. Sesungguhnya rencanaku amat tangguh.
  205. Mengapa mereka mendustakan Rasul itu, apakah tidak mereka pikirkan bahwa Muhammad kawan mereka itu bukan orang gila sebagaimana yang mereka duga? Dia tidak lain hanyalah Pemberi peringatan dan penjelasan yang nyata.
  206. Apakah mereka tidak memperhatikan kekuasaan Tuhan di seluruh petala langit dan bumi, dan tentang segala-galanya yang telah diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kehancuran mereka? Maka berita mana lagi yang akan mereka percayai sesudah Al-Qur'an ini?.
  207. Barangsiapa yang dibiarkan sesat oleh Allah, tak seorangpun yang dapat menunjukinya. Lalu Tuhan meninggalkannya terombang-ambing di dalam kedurhakaan.
  208. KAPAN DATANGNYA HARI KIAMAT ITU?
  209. Mereka menanyakan kepadamu tentang hari kiamat: "Kapankah hari jadinya?" Katakanlah! "Bahwa pengetahuan tentang hari jadi kiamat itu hanya ada pada Allah saja, tidak seorangpun yang dapat menerangkan hari jatuh temponya, hanya Dia saja. Berita hari jatuh temponya itu adalah berita gawat untuk semua penghuni langit dan bumi. Datangnya hari kiamat itu secara tiba-tiba. Mereka menanyakan itu kepadamu, seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah! Sesungguhnya pengetahuan mengenai hari jatuh tempo kiamat itu, hanya ada pada Allah saja. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
  210. Katakanlah! "Aku tidak mampu meraih kemanfaatan dan menolak kemelaratan untuk diriku sendiri, kecuali apa yang dikehendaki Allah. Seandainya Aku mengetahui perkara yang ghaib, sudah tentu aku akan berbuat kebajikan sebanyak-banyaknya, dan waspada terhadap bahaya yang akan menimpa. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan Pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman".
  211. Dialah yang telah menciptakan kamu dari satu jenis laki-laki, dan daripadanya dijadikan jodohnya, supaya dia dapat menikmati ketenteraman hati dengan isterinya itu. Setelah dicampurinya, mengandunglah isterinya itu pada mulanya dalam kandungan ringan. Begitulah berjalan sampai beberapa waktu. Maka tatkala kandungannya itu telah memberat, pasangan suami isteri itu mendo'a kepada Allah, Tuhannya: "Jika sekiranya Engkau menganugerahi kami anak yang mulus, kami sangat bersyukur kepada-Mu".
  212. Tetapi setelah dikaruniai-Nya anak yang mulus, lalu keduanya mempersekutukan Allah dalam karunia yang telah diberikan kepada keduanya. Maka Maha Tinggilah Allah dari apa yang Dia dipersekutukan oleh mereka. Masih banyak di antara bangsa kita yang mengadakan kenduri selamatan tujuh bulan kehamilan. Setelah bayinya lahir dengan mulus menyatakan terima kasihnya kepada sang hyang batara. Inilah di antaranya yang disinggung oleh ayat tersebut di atas sebagai suatu kemusyrikan yang tidak terasa.
  213. Apakah mereka mempersekutukan Allah dengan dewa-dewa yang tidak mampu menciptakan apa-apa? Bahkan berhala itu sendirilah yang diciptakan. Diciptakan bahan-bahannya, bukan untuk tujuan akan dijadikan berhala.
  214. Dan berhala-berhala itu tidak pula mampu memberikan pertolongan kepada pemuja-pemujanya. Bahkan terhadap dirinya sendiripun dia tidak dapat menolong.
  215. KEMUSYRIKAN DI SAMPING KETUHANAN YANG MAHA ESA
  216. Jika kamu ajak mereka orang-orang musyrik itu kepada tuntunan yang benar, mereka tidak akan mengikutimu. Sama saja hasilnya bagimu baik kamu ajak mereka maupun kamu diam saja.
  217. Sesungguhnya mereka kepada siapa kamu memuja di samping Allah itu, adalah hamba-hamba Allah seperti kamu juga. Cobalah kamu minta kepada mereka itu dan mintalah agar diperkenankan permintaanmu itu, jika kamu memang benar.
  218. Apakah mereka berhala-berhala itu mempunyai kaki yang dapat dipergunakan untuk berjalan? Ataukah berhala-berhala itu mempunyai tangan yang dapat dipergunakannya untuk memegang? Ataukah berhala-berhala itu mempunyai mata yang dapat dipergunakannya untuk melihat? Ataukah mereka mempunyai telinga yang dapat dipergunakan untuk mendengar? Katakanlah: "Panggillah berhala-berhalamu itu, lalu lakukanlah tipu-daya terhadapku, tanpa memberi tangguh lagi kepadaku".
  219. Sesungguhnya Pelindungku ialah Allah yang menurunkan Kitab Al-Qur'an ini. Dialah yang melindungi orang-orang yang saleh.
  220. Mereka yang kalian puja di samping Allah itu, tidaklah sanggup menolong kalian, bahkan tidak mampu menolong dirinya sendiri.
  221. Dan jika kamu minta kepada berhala-berhala untuk memberi petunjuk kepada kalian, mereka tidak akan dapat mendengar permintaan kalian. Engkau lihat berhala-berhala itu seolah memandangmu, namun sebenarnya mereka tidak melihat Lihat 35:14..
  222. TIGA DASAR POKOK SUSILA
  223. Bersikaplah pemaaf Hendaklah banyak maaf dan ramah tamah dalam tindakan., anjurkanlah berbuat amal kebajikan dan berpalinglah dari pada orang yang bodoh! Bodoh di sini maksudnya orang-orang yang lemah imannya, mudah diperdayakan ke jalan-jalan yang sesat.
  224. Dan jika kamu dirasuk godaan setan, berlindunglah kepada Allah Maksudnya membaca A'udzu bil-laahiminasy syaithanir rajiim - Aku berlindung dengan Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Mengetahui.
  225. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, bila ia kena rasukan setan, mereka ingat kepada Allah serta merta mereka menyadari kesalahannya Membaca noot ayat 200 adalah sebagai tindakan pencegah..
  226. Bahwasanya kawan-kawan setan yang terdiri dari orang-orang lemah iman dan mudah diperdayakan ke jalan-jalan yang sesat, selalu membantu setan-setan itu dalam usaha menyesatkan orang lain tanpa henti-hentinya. Adakalanya orang itu karena memang tidak percaya kepada Allah dan Adakalanya karena tidak percaya bahwa ada setan yang mendampinginya yang selalu merayunya untuk berbuat kejahatan.
  227. Dan apabila kamu tidak membawa suatu ayat Al-Qur'an pun kepada mereka, mereka mengoceh: "Mengapa tidak kamu buat sendiri ayat itu? Katakanlah! "Bahwa aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dari Tuhanku saja, Al-Qur'an ini merupakan bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman".
  228. Dan apabila dibacakan Al-Qur'an dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang. Semoga kamu mendapat rahmat.
  229. Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hati dengan khidmat dan penuh rasa takut dengan suara sedikit rendah, tidak keras melengking di waktu pagi dan petang. Dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang lalai.
  230. Sesungguhnya para malaikat yang ada di sisi Tuhanmu, tidaklah merasa rendah untuk beribadat kepada-Nya bahkan mereka memahasucikan-Nya, serta kepadanya saja.
Wakaf Pasar Muamalah
Wakaf Jariah Berpahala Abadi.







Daftar Surat

  1. al-Fatihah (7)
   2. al-Baqarah (286)
   3. Ali Imran (200)
   4. an-Nisa' (176)
   5. al-Mai'dah (120)
   6. al-An'am (165)
   7. al-A'raf (206)
   8. al-Anfal (75)
   9. at-Taubah (129)
  10. Yunus (109)
  11. Hud (123)
  12. Yusuf (111)
  13. ar-Ra'd (43)
  14. Ibrahim (52)
  15. al-Hijr (99)
  16. an-Nahl (128)
  17. al-Isra' (111)
  18. al-Kahfi (110)
  19. Maryam (98)
  20. Thaha (135)
  21. al-Anbiya (112)
  22. al-Hajj (78)
  23. al-Mu'minun (118)
  24. an-Nur (64)
  25. al-Furqan (77)
  26. asy-Syu'ara (227)
  27. an-Naml (59)
  28. al-Qashash (88)
  29. al-'Ankabut (69)
  30. ar-Rum (60)
  31. Luqman (34)
  32. as-Sajdah (30)
  33. al-Ahzab (73)
  34. Saba' (54)
  35. Fathir (45)
  36. Yasin (83)
  37. as-Shaffat (182)
  38. Shad (88)
  39. az-Zumar (75)
  40. al-Mu'min (85)
  41. Fushshilat (54)
  42. as-Syura (53)
  43. az-Zukhruf (89)
  44. ad-Dukhan (59)
  45. al-Jatsiyah (37)
  46. al-Ahqaf (35)
  47. Muhammad (38)
  48. al-Fath (29)
  49. al-Hujurat (18)
  50. Qaf (45)
  51. adz-Dzariyat (60)
  52. ath-Thur (49)
  53. an-Najm (62)
  54. al-Qamar (55)
  55. ar-Rahman (78)
  56. al-Waqi'ah (96)
  57. al-Hadid (29)
  58. al-Mujadilah (22)
  59. al-Hasyr (24)
  60. al-Mumtahanah (13)
  61. ash-Shaff (14)
  62. al-Jumu'ah (11)
  63. al-Munafiqqun (11)
  64. at-Taghabun (18)
  65. ath-Thalaq (12)
  66. at-Tahrim (12)
  67. al-Mulk (30)
  68. al-Qalam (52)
  69. al-Haqqah (52)
  70. al-Ma'arij (44)
  71. Nuh (28)
  72. al-Jinn (28)
  73. al-Muzzammil (20)
  74. al-Muddatstsir (56)
  75. al-Qiyamah (40)
  76. al-Insan (31)
  77. al-Mursalat (50)
  78. an-Naba' (40)
  79. an-Nazi'at (46)
  80. 'Abasa (42)
  81. at-Takwir (29)
  82. al-Infithar (19)
  83. al-Muthaffifin (36)
  84. al-Insyiqaq (25)
  85. al-Buruj (22)
  86. ath-Thariq (17)
  87. al-A'la (19)
  88. al-Ghasyiyah (26)
  89. al-Fajr (30)
  90. al-Balad (20)
  91. asy-Syams (15)
  92. al-Lail (21)
  93. ad-Dhuha (11)
  94. al-Insyirah (8)
  95. at-Tin (8)
  96. al-'Alaq (19)
  97. al-Qadr (5)
  98. al-Bayyinah (8)
  99. al-Zalzalah (8)
 100. al-'Adiyat (11)
 101. al-Qari'ah (11)
 102. at-Takatsur (8)
 103. al-Ashr (3)
 104. al-Humazah (9)
 105. al-Fil (5)
 106. Quraisy (4)
 107. al-Ma'un (7)
 108. al-Kautsar (3)
 109. al-Kafirun (6)
 110. an-Nashr (3)
 111. al-Lahab (5)
 112. al-Ikhlash (4)
 113. al-Falaq (5)
 114. an-Nas (6)