Al-Qur'an Surat ke-:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22  23  24  25  26  27  28  29  30  31  32  33  34  35  36  37  38  39  40  41  42  43  44  45  46  47  48  49  50  51  52  53  54  55  56 
57  58  59  60  61  62  63  64  65  66  67  68  69  70  71  72  73  74  75  76  77  78  79  80  81  82  83  84  85  86  87  88  89  90  91  92  93  94  95  96  97  98  99  100  101  102  103  104  105  106  107  108  109  110  111  112  113  114 


 Free website hosting

Surat At-Thalaq (talak)


Baca Petunjuk
Ayat ke-:
1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12 
    Surat yang ke-: 65
    Banyak ayatnya: 12
    Semuanya turun di Madinah (Madaniyah)
    Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
  1. Hai nabi(1), bila kamu menceraikan isterimu, hendaklah kamu menceraikannya sesuai dengan jangka idahnya yang wajar(2). Lalu perhitungkanlah(3) masa idah itu, serta bertakwalah kepada Allah, Tuhanmu. Janganlah kamu mengusir mereka dari rumahnya, jangan pula mereka diizinkan ke luar, kecuali kalau mereka sudah nyata berbuat keji(4). Itulah hukuman Allah, janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, sesungguhnya ia telah menganiaya dirinya sendiri. Kamu tidak tahu barangkali Allah mengadakan sesuatu yang baru(5) sesudah itu.
    1. Yang dimaksud orang-orang yang beriman.
    2. Sunnah yang berlaku dalam menceraikan perempuan, ialah pada waktu suci yang belum digauli. Adapun menceraikan perempuan di waktu ia haidh, atau di waktu suci yang sudah digauli, adalah di luar sunnah. Hal itu menganiaya perempuan, sebab tindakan itu memperpanjang masa idahnya.
    3. Maksudnya, ketahuilah tanggal permulaannya, dan tanggal berakhirnya. Hal itu diwajibkan kepada suami, karena pihak suami masih mempunyai hak untuk merujukinya kalau talaknya baru dua kali, di samping kewajiban memberi nafkah selama masa idah itu.
    4. Maksudnya, melakukan tindak pidana; misalnya berzina, mencuri, dan lain-lain kelakuan keji.
    5. Maksudnya, siapa tahu hati si suami berubah tadinya benci sekarang sayang, lalu timbul penyesalan karena sudah terlanjur menceraikannya. Ingin rujuk kembali.
  2. Bila mereka telah mendekati masa akhir iddahnya, rujukilah mereka dengan cara yang patut, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang sopan. Dan persaksikanlah rujuk itu dengan dua orang saksi yang adil(1) di antaramu, lagi pula kesaksian itu hendaklah kamu tegakkan karena Allah. Dengan cara demikianlah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat diberi pengajaran. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah tentu diadakan-Nya jalan keluar baginya.
    1. Maksudnya, diadakan saksi, supaya tidak terjadi kericuhan jika timbul hal-hal yang tidak terduga, misalnya jika si suami meninggal. Lalu pihak ahli warisnya dapat saja mengatakan bahwa si suami tidak merujuk isterinya, supaya pihak si isteri tidak menerima warisan. Atau dapat saja si isteri mengatakan bahwa bekas suaminya itu tidak merujuknya, dengan maksud supaya idahnya cepat berakhir, dan dia segera kawin dengan laki-laki yang lain, dan sebagainya.
  3. dan memberinya rezeki dari "pintu" yang tidak diduga-duga olehnya. Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Tuhan akan mencukupkan kebutuhannya. Bahkan sesungguhnya Allah pelaksana semua peraturanNya. Dan Allah juga telah menjadikan segala-galanya serba berukuran.
  4. MASA IDAH BAGI PEREMPUAN YANG TIDAK HAID, DAN BAGI YANG TELAH MENCAPAI PUTUS HAID KARENA USIA DAN BAGI PEREMPUAN HAMIL
  5. Dan mereka yang telah mencapai putus haid karena usia(1) di antara perempuan-perempuanmu, jika kamu ragu-ragu mengenai masa idahnya, maka idahnya tiga bulan. Begitu pula mereka yang tidak haid. Dan mereka yang hamil masa idahnya bila mereka telah melahirkan kandungannya. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia memberikan kelonggaran baginya dalam menghadapi kesulitan urusannya.
    1. Biasanya kalau perempuan sudah berusia 55 tahun ke atas, maka putuslah haidnya. Inilah yang disebut putus haid karena usia. Masa idahnya sama dengan gadis kecil yang belum haid, atau dengan perempuan yang tak pernah haid, yaitu tiga bulan.
  6. Itulah peraturan Allah yang diturunkan-Nya kepadamu. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapuskan dosa-dosanya dan memperbesar pahala baginya.
  7. Tempatkanlah mereka yang ditalak itu di mana kamu bertempat-tinggal sesuai dengan kemampuanmu. Janganlah kamu mencari-cari kesulitan untuk menyusahkan hatinya. Dan jika mereka sedang hamil, berilah belanja sampai mereka melahirkan kandungannya Ini berlaku untuk mereka yang ditalak bain (tidak boleh dirujuk lagi). Bagi mereka yang ditalak raj'i (talak yang boleh dirujuk), mereka berhak menerima nafkah selama idah sekalipun mereka tidak hamil.. Selanjutnya jika mereka menyusukan bayi-bayimu untukmu, berilah mereka upahnya. Segala sesuatunya yang mengenai anak, musyawarahkanlah di antara kalian dengan sebaik-baiknya. Namun jika kalian menemui kesulitan, maka perempuan lainpun boleh untuk menyusukan bayi itu.
  8. Orang yang mempunyai kemampuan, hendaklah memberi belanja menurut kesanggupannya. Dan orang-orang yang rezekinya dibatasi sekedar dapat makan, hendaklah ia memberi belanja sesuai dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak akan memberati belanja kepada seseorang, melainkan seimbang dengan apa yang diberikan Tuhan kepadanya. Allah akan meluangkan kesempatan sesudah kesempitan.
  9. Berapa banyaknya penduduk negeri yang mendurhakai perintah Tuhannya dan Rasul-rasul-Nya, lalu Kami hisab penduduk negeri itu dengan perhisaban yang amat berat, dan Kami siksa mereka dengan siksaan yang seburuk-buruknya.
  10. Karena itu ia merasakan hasil buruk dari perbuatannya; dan akibat buruk urusannya adalah kerugian yang beruntun.
  11. Allah telah menyediakan siksaan yang berat terhadap mereka. Karena itu bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai pikiran, yakni mereka yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan Al-Qur'an kepadamu,
  12. dan mengutus seorang Rasul untuk membacakan ayat-ayat kitab Allah itu dengan nyata, agar ia dapat mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan dari kegelapan kekafiran kepada cahaya iman. Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengerjakan amal kebajikan, tentu Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang banyak mengalir sungai-sungai di bawahnya. Mereka kekal di sana selama-lamanya. Sesungguhnya Allah melapangkan rezeki baginya di surga itu.
  13. Allah-lah yang menciptakan tujuh(1) petala langit, begitu pula bumi dengan penciptaan yang serupa itu, di mana berlaku pengaturan-pengaturan Tuhan pada keseluruhannya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala-galanya. Dan begitu pula ilmu-Nya Allah-pun meliputi segala-galanya.
    Kata "tujuh" tidak menunjukkan jumlah bilangan, misalnya 4 + 3 = 7, tetapi kebiasaan yang berlaku di kalangan bangsa Arab, sesuatu yang banyak, dilukiskan dengan bilangan 7, 70 dan seterusnya. Di Indonesia lazim dipergunakan kata "beribu-ribu" untuk maksud yang serupa. Misalnya dalam ayat ini, kalimat itu dapat dibaca sebagai berikut: "Allah-lah yang menciptakan beribu-ribu petala (lapisan) langit,...." Lihat juga 9:80.
Wakaf Pasar Muamalah
Wakaf Jariah Berpahala Abadi.







Daftar Surat

  1. al-Fatihah (7)
   2. al-Baqarah (286)
   3. Ali Imran (200)
   4. an-Nisa' (176)
   5. al-Mai'dah (120)
   6. al-An'am (165)
   7. al-A'raf (206)
   8. al-Anfal (75)
   9. at-Taubah (129)
  10. Yunus (109)
  11. Hud (123)
  12. Yusuf (111)
  13. ar-Ra'd (43)
  14. Ibrahim (52)
  15. al-Hijr (99)
  16. an-Nahl (128)
  17. al-Isra' (111)
  18. al-Kahfi (110)
  19. Maryam (98)
  20. Thaha (135)
  21. al-Anbiya (112)
  22. al-Hajj (78)
  23. al-Mu'minun (118)
  24. an-Nur (64)
  25. al-Furqan (77)
  26. asy-Syu'ara (227)
  27. an-Naml (59)
  28. al-Qashash (88)
  29. al-'Ankabut (69)
  30. ar-Rum (60)
  31. Luqman (34)
  32. as-Sajdah (30)
  33. al-Ahzab (73)
  34. Saba' (54)
  35. Fathir (45)
  36. Yasin (83)
  37. as-Shaffat (182)
  38. Shad (88)
  39. az-Zumar (75)
  40. al-Mu'min (85)
  41. Fushshilat (54)
  42. as-Syura (53)
  43. az-Zukhruf (89)
  44. ad-Dukhan (59)
  45. al-Jatsiyah (37)
  46. al-Ahqaf (35)
  47. Muhammad (38)
  48. al-Fath (29)
  49. al-Hujurat (18)
  50. Qaf (45)
  51. adz-Dzariyat (60)
  52. ath-Thur (49)
  53. an-Najm (62)
  54. al-Qamar (55)
  55. ar-Rahman (78)
  56. al-Waqi'ah (96)
  57. al-Hadid (29)
  58. al-Mujadilah (22)
  59. al-Hasyr (24)
  60. al-Mumtahanah (13)
  61. ash-Shaff (14)
  62. al-Jumu'ah (11)
  63. al-Munafiqqun (11)
  64. at-Taghabun (18)
  65. ath-Thalaq (12)
  66. at-Tahrim (12)
  67. al-Mulk (30)
  68. al-Qalam (52)
  69. al-Haqqah (52)
  70. al-Ma'arij (44)
  71. Nuh (28)
  72. al-Jinn (28)
  73. al-Muzzammil (20)
  74. al-Muddatstsir (56)
  75. al-Qiyamah (40)
  76. al-Insan (31)
  77. al-Mursalat (50)
  78. an-Naba' (40)
  79. an-Nazi'at (46)
  80. 'Abasa (42)
  81. at-Takwir (29)
  82. al-Infithar (19)
  83. al-Muthaffifin (36)
  84. al-Insyiqaq (25)
  85. al-Buruj (22)
  86. ath-Thariq (17)
  87. al-A'la (19)
  88. al-Ghasyiyah (26)
  89. al-Fajr (30)
  90. al-Balad (20)
  91. asy-Syams (15)
  92. al-Lail (21)
  93. ad-Dhuha (11)
  94. al-Insyirah (8)
  95. at-Tin (8)
  96. al-'Alaq (19)
  97. al-Qadr (5)
  98. al-Bayyinah (8)
  99. al-Zalzalah (8)
 100. al-'Adiyat (11)
 101. al-Qari'ah (11)
 102. at-Takatsur (8)
 103. al-Ashr (3)
 104. al-Humazah (9)
 105. al-Fil (5)
 106. Quraisy (4)
 107. al-Ma'un (7)
 108. al-Kautsar (3)
 109. al-Kafirun (6)
 110. an-Nashr (3)
 111. al-Lahab (5)
 112. al-Ikhlash (4)
 113. al-Falaq (5)
 114. an-Nas (6)