Al-Qur'an Surat ke-:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22  23  24  25  26  27  28  29  30  31  32  33  34  35  36  37  38  39  40  41  42  43  44  45  46  47  48  49  50  51  52  53  54  55  56 
57  58  59  60  61  62  63  64  65  66  67  68  69  70  71  72  73  74  75  76  77  78  79  80  81  82  83  84  85  86  87  88  89  90  91  92  93  94  95  96  97  98  99  100  101  102  103  104  105  106  107  108  109  110  111  112  113  114 


 Free website hosting

Surat Al-Hasyr (pengusiran)


Baca Petunjuk
Ayat ke-:
1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22  23  24 
    Surat yang ke-:59
    Banyak ayatnya: 24
    Semuanya turun di Madinah (Madaniyah)
    Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
    PENGUSIRAN ORANG-ORANG YAHUDI SUKU BANI NADHIR DARI MADINAH
  1. Telah berbakti kepada Allah segalanya yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dialah Yang Maha Perkasa dan Bijaksana.
  2. Dialah yang telah mengusir orang-orang kafir di antara Yahudi(1) dari kampung halamannya, dalam pengusiran tahap pertama(2). Tadinya, kamu tidak menyangka bahwa mereka akan semudah itu untuk dihalau, karena mereka yakin bahwa benteng mereka yang kuat tangguh, mampu mempertahankan mereka dari serangan Allah. Namun Allah menyerang mereka dari arah yang tidak mereka duga sebelumnya. Tuhan telah melontarkan rasa panik ke dalam hatinya. Mereka menghancurkan sendiri tempat tinggalnya, agar tidak dapat digunakan musuh sedangkan dari luar orang-orang mukmin menyerang pula untuk dapat segera memasukinya. Jadikanlah peristiwa itu menjadi cermin perbandingan, hai orang-orang yang berpandangan sehat.
    1. Maksudnya, orang-orang Yahudi dari suku Bani Nadlir, termasuk kafilah Yahudi terbesar dan terkuat seperti suku Bani Quraizhah. Mereka telah dihalau dari jazirah Arab ke Eda Yourdania.
    2. Tahap kedua, penghalauan yang dilakukan oleh Umar dari Khaibar (padang rumput antara Madinah dan Damaskus) ke Syria.
  3. Kalau bukanlah karena penghalauan mereka dari Madinah itu" telah menjadi ketetapan Allah, tentu mereka akan disiksaNya di dunia ini juga seperti yang berlaku atas Bani Quraizhah. Namun, di akhirat sudah tersedia siksaan neraka untuk mereka.
  4. Mereka diperlakukan demikian, karena menantang Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang menantang Allah, maka Allah akan menyiksanya dengan siksaan yang amat berat.
  5. Mana saja pohon kurma milik orang Yahudi itu yang kamu tebang, atau kamu biarkan tumbuh seutuhnya di atas batangnya seperti sediakala, semuanya berlalu dengan izin Allah. Dengan keizinan mana, Dia hendak menghinakan orang-orang yang fasik.
  6. HARTA PAMPASAN DAN CARA PEMBAGIANNYA
  7. Mengenai harta yang diserahkan Allah kepada Rasul-Nya berupa pampasan(1) yang diperoleh dari kafir-kafir Yahudi, maka harta itu milik Allah dan Rasul-Nya, sebab untuk mendapatkannya, kamu tidak memburunya dengan mengerahkan seekor kuda maupun unta. Namun sunnah Allah telah berlaku, berupa: memberikan kekuasaan kepada Rasul-rasul-Nya untuk mengalahkan orang-orang yang dikehendaki-Nya di antara musuh-musuh-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala-galanya.
    1. Yang dimaksud dengan pampasan di sini, ialah harta yang ditinggalkan begitu saja oleh musuh, tanpa terjadi peperangan. Ia berbeda dengan harta rampasan yang diperoleh dari musuh melalui peperangan. Yang pertama bernama FAI-I sedang yang kedua bernama GHANIMAH. Mengenai FAI-I pada ayat ini, ialah pampasan yang ditinggalkan kafir Yahudi dan suku Bani Nadlir.
  8. Begitu pula mengenai pampasan yang berasal dari penduduk beberapa kota yang diserahkan Allah kepada Rasul-Nya, maka pampasan itu adalah milik Allah(1) yang diperuntukkan bagi: Rasul, kaum kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan pengungsi yang kehabisan perbekalan. Diatur sedemikian rupa, agar harta itu tidak beredar di kalangan para hartawan saja di antara kalian. Mana saja yang diberikan oleh Rasul kepada kalian, ambillah, sebaliknya mana yang dilarangnya kalian mengerjakannya, tinggalkanlah. Dan selanjutnya bertakwalah kepada Allah sebab hukuman Allah benar-benar hebat.
    1. Maksudnya, status FAI-I itu tidak sama dengan GHANIMAH (di mana angkatan bersenjata mendapat bagian), sedangkan FAI-I khusus untuk orang-orang yang tersebut dalam ayat 7 saja. Begitu pula pampasan yang ditinggalkan kafir-kafir Yahudi dari suku Bani Quraizhah dan kafir-kafir Yahudi di kota-kota lainnya seperti kota Fadak dan Khaibar, statusnya sama dengan FAI-I. Mengenai status GHANIMAH, lihat kembali 8:41.
  9. PENGHARGAAN TERHADAP KAUM ANSHAR, KARENA SOLIDARITASNYA YANG TINGGI TERHADAP KAUM MUHAJIRIN (PENGUNGSI-PENGUNGSI)
  10. Peruntukan pampasan itu Maksudnya, fakir-fakir yang berhak mendapat pembagian pampasan, dari empat golongan yang tersebut pada ayat 7., ialah bagi fakir-fakir yang mengungsi, yakni mereka yang diusir dari kampung halamannya dengan meninggalkan harta bendanya, semata-mata mengharapkan karunia Allah dan keridlaan-Nya, serta hendak menolong Allah dan Rasul-Nya. Itulah mereka yang beriman sebenarnya.
  11. Dan kaum ANSHAR yang telah menduduki kota Madinah di mana mereka telah beriman sebelum kedatangan kaum MUHAJIRIN, mereka berbudi luhur sekali. Terbukti: kesatu mereka mencintai orang-orang Muhajirin yang mengungsi ke kota mereka itu. Kedua, tidak ada minat dalam hatinya untuk mendapatkan pula jatah-pampasan sebagaimana yang diberikan kepada orang-orang Muhajirin. Sedang yang ketiga mereka lebih mengutamakan kepentingan orang-orang Muhajirin melebihi kepentingan mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan pula. Barangsiapa yang menjauhkan dirinya dari sifat-sifat kekikiran, itulah mereka yang beruntung.
  12. Dan mereka yang mengikuti jejak kaum Muhajirin dan Anshar sampai hari kiamat, mengucapkan doa: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa kami, dan dosa saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari Kami. Dan janganlah engkau biarkan kedengkian sampai bersarang dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan Kami, Engkau sungguh-sungguh Maha Penyantun dan Penyayang.
  13. ORANG MUNAFIK KALAU BERKATA, BOHONG; KALAU BERJANJI, MUNGKIR; DAN KALAU DIPERCAYAI KHIANAT
  14. Apakah tidak engkau perhatikan tingkah orang-orang munafik yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka orang-orang kafir Yahudi Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya.: "Demi sesungguhnya, jika kamu diusir dari kota ini, niscaya kami akan ikut serta keluar bersama dengan kamu, dan selamanya kami tidak akan patuh pada siapapun, kalau itu akan menyusahkanmu. Bahkan kalau kamu diperangi, tentu kami akan menolongmu". Namun Allah menyaksikan bahwa mereka berdusta.
  15. Jika mereka telah diusir, ternyata orang-orang yang munafik itu tidak ikut serta keluar bersama-sama dengan mereka. Dan jika mereka telah diperangi, ternyata orang-orang munafik itu tidak menolongnya. Namun jika orang-orang munafik itu menolong mereka juga, hanyalah dengan "pertolongan" lari pontang-panting ke belakang, dengan meninggalkan Yahudi ditangan musuh, lalu mereka konyol tidak dapat pertolongan.
  16. Sesungguhnya kamu dalam hati mereka lebih ditakuti daripada Allah. Rasa takut itu timbul, karena mereka tidak memahami keperkasaan Tuhan.
  17. Mereka tidak akan memerangimu secara serentak, kecuali hanya di desa-desa yang telah dibentengi, atau dari balik tembok perlindungan saja. Permusuhan di kalangan mereka telah memuncak. Kamu kira mereka kompak, namun hati mereka pecah-belah. Perpecahan itu timbul, karena mereka tidak mengerti keampuhan persatuan.
  18. Mereka seperti orang-orang Yahudi yang selang belum lama sebelum mereka, di mana mereka telah merasai akibat buruk dari perbuatannya Maksudnya, orang-orang Yahudi dari suku Bani Nadlir dan Bani Qainuqa, yang telah diusir ke Edra Yourdania juga dari Madinah dan sekitarnya.. Untuk mereka siksaan yang amat pedih.
  19. KEPALSUAN ORANG MUNAFIK ITU DALAM LUKISAN PERIBAHASA: "BIDUK LALU, KIAMBANG BERTAUT"
  20. Kepalsuan orang-orang munafik itu, bagai bujukan setan ketika ia merayu manusia: "Kafirlah kalian!" Manakala manusia itu telah kafir, ia merobah kata: "Aku berlepas diri dari kalian, sebab aku takut kepada Allah Tuhan Semesta Alam.
  21. Akibatnya, kedua-duanya Maksudnya, yang membujuk dan yang mau kena bujuk., masuk neraka, dan kekal di sana selama-lamanya. Itulah balasan orang-orang yang zalim.
  22. BEBERAPA NASIHAT DAN PERINGATAN
  23. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah. Dan hendaklah tiap-tiap orang merenungkan: perbekalan apa yang telah disedikannya untuk esok di hari akhirat. Lagi-lagi bertakwalah kepada Allah, bahwasanya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
  24. Dan janganlah hendaknya kamu berpolah seperti orang yang melupakan Allah(2), yang berakibat Allah membuat mereka lupa diri pula dari mengerjakan kebajikan. Merekalah orang-orang yang fasik.
    1. Maksudnya, lalai mengerjakan perintah-Nya, dan meninggalkan larangan-Nya. Lihat juga 63:9.
  25. Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga. Penghuni-penghuni surga itu, adalah orang-orang yang beruntung.
  26. Andaikata Al-Qur'an ini Kami turunkan di atas sebuah gunung, akan kamu lihat gunung itu tunduk dan pecah berantakan demi takutnya kepada Allah. Perumpamaan-perumpamaan itu(1) Kami adakan untuk manusia, agar mereka berfikir.
    1. Lihat juga: 2:74; 13:31.
  27. Dia itu Allah, yang tiada Tuhan selain Dia! Yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
  28. Dia itu Allah, yang tiada Tuhan selain Dia! Pemegang kuasa tertinggi, yang Maha Suci, yang Maha Mulus, Pengarunia keamanan, Maha Pemelihara, Maha Perkasa, Maha Kuasa, Pemilik segala Keagungan. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sekutukan.
  29. Dia itu Allah, yang Maha Pencipta, yang Menjadikan, yang Membentuk Rupa, kepunyaan-Nya Nama-nama pilihan. Bertasbihlah kepada-Nya segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dialah yang Maha Perkasa dan Bijaksana.
Wakaf Pasar Muamalah
Wakaf Jariah Berpahala Abadi.







Daftar Surat

  1. al-Fatihah (7)
   2. al-Baqarah (286)
   3. Ali Imran (200)
   4. an-Nisa' (176)
   5. al-Mai'dah (120)
   6. al-An'am (165)
   7. al-A'raf (206)
   8. al-Anfal (75)
   9. at-Taubah (129)
  10. Yunus (109)
  11. Hud (123)
  12. Yusuf (111)
  13. ar-Ra'd (43)
  14. Ibrahim (52)
  15. al-Hijr (99)
  16. an-Nahl (128)
  17. al-Isra' (111)
  18. al-Kahfi (110)
  19. Maryam (98)
  20. Thaha (135)
  21. al-Anbiya (112)
  22. al-Hajj (78)
  23. al-Mu'minun (118)
  24. an-Nur (64)
  25. al-Furqan (77)
  26. asy-Syu'ara (227)
  27. an-Naml (59)
  28. al-Qashash (88)
  29. al-'Ankabut (69)
  30. ar-Rum (60)
  31. Luqman (34)
  32. as-Sajdah (30)
  33. al-Ahzab (73)
  34. Saba' (54)
  35. Fathir (45)
  36. Yasin (83)
  37. as-Shaffat (182)
  38. Shad (88)
  39. az-Zumar (75)
  40. al-Mu'min (85)
  41. Fushshilat (54)
  42. as-Syura (53)
  43. az-Zukhruf (89)
  44. ad-Dukhan (59)
  45. al-Jatsiyah (37)
  46. al-Ahqaf (35)
  47. Muhammad (38)
  48. al-Fath (29)
  49. al-Hujurat (18)
  50. Qaf (45)
  51. adz-Dzariyat (60)
  52. ath-Thur (49)
  53. an-Najm (62)
  54. al-Qamar (55)
  55. ar-Rahman (78)
  56. al-Waqi'ah (96)
  57. al-Hadid (29)
  58. al-Mujadilah (22)
  59. al-Hasyr (24)
  60. al-Mumtahanah (13)
  61. ash-Shaff (14)
  62. al-Jumu'ah (11)
  63. al-Munafiqqun (11)
  64. at-Taghabun (18)
  65. ath-Thalaq (12)
  66. at-Tahrim (12)
  67. al-Mulk (30)
  68. al-Qalam (52)
  69. al-Haqqah (52)
  70. al-Ma'arij (44)
  71. Nuh (28)
  72. al-Jinn (28)
  73. al-Muzzammil (20)
  74. al-Muddatstsir (56)
  75. al-Qiyamah (40)
  76. al-Insan (31)
  77. al-Mursalat (50)
  78. an-Naba' (40)
  79. an-Nazi'at (46)
  80. 'Abasa (42)
  81. at-Takwir (29)
  82. al-Infithar (19)
  83. al-Muthaffifin (36)
  84. al-Insyiqaq (25)
  85. al-Buruj (22)
  86. ath-Thariq (17)
  87. al-A'la (19)
  88. al-Ghasyiyah (26)
  89. al-Fajr (30)
  90. al-Balad (20)
  91. asy-Syams (15)
  92. al-Lail (21)
  93. ad-Dhuha (11)
  94. al-Insyirah (8)
  95. at-Tin (8)
  96. al-'Alaq (19)
  97. al-Qadr (5)
  98. al-Bayyinah (8)
  99. al-Zalzalah (8)
 100. al-'Adiyat (11)
 101. al-Qari'ah (11)
 102. at-Takatsur (8)
 103. al-Ashr (3)
 104. al-Humazah (9)
 105. al-Fil (5)
 106. Quraisy (4)
 107. al-Ma'un (7)
 108. al-Kautsar (3)
 109. al-Kafirun (6)
 110. an-Nashr (3)
 111. al-Lahab (5)
 112. al-Ikhlash (4)
 113. al-Falaq (5)
 114. an-Nas (6)