|
Surat Ath-Thur (bukit)
Baca Petunjuk
Ayat ke-:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
Surat yang ke-: 52
Banyak ayatnya: 49
Semuanya turun di Mekah (Makkiyah)
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
- Demi bukit Maksudnya, gunung Sinai, yang mempunyai sejarah besar..
- Dan kitab yang ditulis seksama Al-Qur'an, Taurat, Injil..
- Pada lembaran terbuka.
- Demi Baitil Ma'mur Ka'bah..
- Dan alam angkasa yang tinggi.
- Dan segara berapi Menurut geologi, bahwa bumi asalnya dari matahari. Setelah melalui fase penghujan secara terus-menerus selama beratus juta tahun bumi menjadi dingin, namun baru pada bagian luar (kulit)nya saja. Sedangkan di bawah kerak bumi masih tetap ada api, juga di bawah laut. Dari waktu ke waktu, api bisa muncul ke permukaan bumi menimbulkan letusan dan gempa, seperti meletusnya gunung Phezof yang menelan kota Massina tahun 1909..
- Sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi.
- Tidak seorangpun yang sanggup menghambatnya.
- Di kala langit bergoncang dengan hebatnya.
- Dan gunung-gunung terbongkar dan beserpihan di udara.
- Pada hari itu celakalah orang-orang yang mendustakan.
- Yang suka main-main dalam kesesatan.
- Ketika itu mereka ditolakkan dengan kasar ke neraka jahannam.
- "Inilah api neraka yang dahulu kamu dustakan.
- Apakah ini sihir, ataukah kamu tidak melihat? Ini merupakan olok-olok pembalasan. Sebagaimana dahulu mereka memperolok-olok Muhammad dengan mengatakannya tukang sihir, sekarang olok-olok dibalikkan kepadanya..
- Masuklah ke dalam neraka itu! Sabarlah! Tidak sabarpun sama saja. Pembalasan ini seimbang dengan apa yang sudah kamu kerjakan".
- Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan.
- Mereka bersukaria dengan nikmat yang dikaruniakan kepadanya oleh Tuhannya. Lagi pula Tuhan mereka memeliharanya dari siksaan neraka.
- "Silahkan makan dan minum seenaknya! Sebagai ganjaran atas jasa yang telah kamu kerjakan".
- Mereka duduk-duduk sambil bertelekan di atas dipan-dipan yang berderetan. Dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari cantik bermata jelita.
- Orang-orang yang beriman, yang keimanannya diikuti oleh anak cucunya, mereka akan Kami temukan kembali dalam surga itu, sedikitpun tak akan Kami kurangi amalnya. Setiap insan menjadi "barang-gadaian"(1) oleh amalnya masing-masing.
1. Jelasnya: Hidup ini adalah karunia dari Allah. Dengan adanya karunia yang tidak ternilai itu, manusia berhutang budi kepada Allah yang memberi hidup. Hutang budi harus dibayar dengan budi. Tegasnya dengan amal yang baik. Sedangkan amal yang buruk tidak diterima oleh Tuhan sebagai "alat pembayaran yang sah". Karena itu "barang-gadaian" tidak ada gunanya selama hutang belum dibayar.
- Selain daripada itu Kami beri pula buah-buahan dan daging dari jenis yang diingini seleranya.
- Di sana mereka saling berebutan gelas dengan teman-temannya(1), minuman mana tidak menimbulkan tingkah yang tidak senonoh dan perkataan yang keji-keji.
1. Sebagaimana laku para muda-mudi di kafetaria berebut-rebutan dengan gembira, ketawa ria sambil bersenda gurau. Karena dalam surga semua menjadi muda-mudi, tidak ada yang tua.
- Bujang-bujang berkeliling melayani mereka, bagai mutiara-mutiara yang masih terpelihara dalam kerangnya.
- Mereka satu sama lain bertemu muka, tanya bertanya:
- "Benar kita dahulu semasa masih berada dalam lingkungan keluarga, merasa sangat khawatir sekali akan mendapat siksa.
- Kiranya Allah berkenan memberikan anugerahNya kepada kita, dipeliharaNya kita dari siksa neraka.
- Memang kita dahulu sering memohon kepadaNya. Sungguh Dia budiman yang Maha Penyayang".
OCEHAN KAUM MUSYRIKIN
- Tetaplah memberi peringatan, sebab dengan karunia Tuhanmu, engkau tidaklah menjadi tukang tenung dan orang gila.
- Malahan dikatakan-Nya "penyair", kita nantikan saja berita kematiannya.
- Katakanlah: "Nantikanlah olehmu akupun sama-sama menanti dengan kamu" Kelak mereka akan tahu. Siapakah yang benar?.
- Apakah mereka diperintah oleh lamunan hampanya saja untuk berucap kurang ajar(1) ini, atau karena memang mereka bergajul kawakan?
1. Kaum bergajul itu mengatakan Muhammad saw. tukang tenung, orang gila, lalu dikatakannya lagi penyair. Bukankah antara penyair dan tukang tenung berbeda jauh, apalagi dengan orang gila. Jalan pikiran si bergajul tidak karuan saja. Ucapannyapun begitu pula.
- Malahan mereka mengatakan: "Al-Qur'an itu isapan jempol Muhammad saja". Sebenarnya mereka itu tidak beriman.
- Cobalah mereka gubah yang seperti itu, jika mereka memang benar-benar sanggup.
- Apakah mereka itu ada tanpa ada yang menciptakan, atau mereka menciptakan dirinya sendiri?
- Atau apakah mereka yang menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka itu tidak yakin akan apa yang dikatakannya.
- Apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan Tuhanmu atau mereka mengaku berwenang?
- Apakah mereka mempunyai tangga ke langit untuk mendengarkan hal-hal yang gaib? Kalau ada yang pernah mendengarkan supaya memberikan keterangan yang nyata.
- Apakah untuk Allah anak-anak perempuan sedang untukmu anak-anak laki-laki? Kata mereka: Bahwa para malaikat itu puteri-puteri Allah, sedang berhala-berhala sembahan mereka itu terdiri dari arwah pahlawan-pahlawan pemimpin-pemimpin golongan pria..
- Apakah engkau meminta uang jasa kepada mereka sehingga mereka merasa dibebani hutang?
- Apakah mereka mempunyai ilmu gaib yang mereka tulis berupa buku?
- Apakah mereka hendak melancarkan tipu muslihat? Kalau benar, maka orang-orang kafirlah yang akan kena tipu.
- Ataukah mereka mempunyai Tuhan selain Allah? Maha Suci Allah dari segala yang mereka persekutukan.
- Jika seandainya mereka melihat keping-kepingan berguguran dari langit, niscaya mereka akan mengatakan: Itu hanya tumpukan mega belaka.
- Sebab itu biarkanlah mereka, sampai mereka mengalami masa kehancurannya.
- Di mana rencana jahatnya tidak ada gunanya lagi sedikitpun dan mereka tidak akan mendapat bantuan.
- Sesungguhnya orang-orang yang durhaka itu akan mendapat azab selain dari pada itu(1), hanya kebanyakan mereka tidak tahu.
1. Adanya bahaya kelaparan dan paceklik selama tujuh tahun sebelum perang Badar.
- Bersabarlah! Sambil menunggu putusan Tuhanmu. Sesungguhnya engkau berada di bawah pengawasan Kami. Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika bangun dari tempat dudukmu.
- Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu salat malam dan pada waktu tenggelamnya bintang-bintang di waktu fajar.
|