Al-Qur'an Surat ke-:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22  23  24  25  26  27  28  29  30  31  32  33  34  35  36  37  38  39  40  41  42  43  44  45  46  47  48  49  50  51  52  53  54  55  56 
57  58  59  60  61  62  63  64  65  66  67  68  69  70  71  72  73  74  75  76  77  78  79  80  81  82  83  84  85  86  87  88  89  90  91  92  93  94  95  96  97  98  99  100  101  102  103  104  105  106  107  108  109  110  111  112  113  114 


 Free website hosting

Surat An-Nisa (Wanita)


Baca Petunjuk
Ayat ke-:
1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22  23  24  25  26  27  28  29  30  31  32  33  34  35  36  37  38  39  40  41  42  43  44  45  46  47  48  49  50  51  52  53  54  55  56  57  58  59  60  61  62  63  64  65  66  67  68  69  70  71  72  73  74  75  76  77  78  79  80  81  82  83  84  85  86  87  88  89  90  91  92  93  94  95  96  97  98  99  100  101  102  103  104  105  106  107  108  109  110  111  112  113  114  115  116  117  118  119  120  121  122  123  124  125  126  127  128  129  130  131  132  133  134  135  136  137  138  139  140  141  142  143  144  145  146  147  148  149  150  151  152  153  154  155  156  157  158  159  160  161  162  163  164  165  166  167  168  169  170  171  172  173  174  175  176 
Surat yang ke-: 4
Banyak ayatnya: 176
Semuanya turun di Madinah (Madaniyah)
    Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
  1. Hai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari satu diri yaitu Adam, dan daripadanya Allah menciptakan isteri yaitu Hawa. Dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan banyak laki-laki dan perempuan. Bertakwalah kepada Allah di mana kalian saling pinta-meminta sesama kalian dengan mempergunakan nama-Nya, lagi pula peliharalah hubungan kasih sayang antara kalian. Sesungguhnya Allah itu adalah Pengawas kalian.
  2. Dan berikanlah harta-benda anak-anak yatim yang sudah dewasa kepadanya. Janganlah kamu tukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka dengan jalan mencampurkannya dengan hartamu. Sesungguhnya perbuatan yang demikian itu adalah dosa besar.
  3. Dan jika kamu merasa takut tidak akan dapat berlaku adil bila mengawini anak-anak yatim itu, maka kawinilah wanita-wanita lain yang kamu sukai: Dua, tiga atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan dapat berlaku adil antara wanita-wanita itu, maka kawinilah seorang saja atau hamba sahaya yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah cara yang terdekat untuk tidak berbuat aniaya.
    Menurut Dr. Quraisy Syihab dalam Tafsir Al-Mishbah, Islam tidak memerintahkan poligami, tidak menganjurkannya dan tidak pula melarangnya tetapi boleh berdasarkan persyaratan dan pertimbangan tertentu dan juga saling pengertian antara suami istri. Misal, jika seorang suami khawatir bahwa poligami akan menyakiti hati istrinya, maka hendaknya si suami tidak berpoligami. Sebaliknya, jika sang istri merasa tidak dapat menjalankan fungsinya yang layak sebagai seorang istri seperti memberikan keturunan atau melayani suami, maka hendaknya istri tersebut merelakan suaminya berpoligami. Demikian Dr. M. Quraisy Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah.
  4. Berikanlah mas kawin kepada isteri-isterimu itu sebagai pemberian yang sudah kamu ikrarkan. Tetapi jika mereka menyerahkan kepadamu sebagian dari mas kawin itu dengan sukarela, maka makanlah dengan segala senang hati.
  5. Janganlah kamu serahkan harta mereka yang ada di bawah pengawasanmu, kepada orang-orang yang pemboros, padahal kamu sendiri dijadikan Allah sebagai pemeliharanya. Berilah mereka belanja dan pakaian dari hasil harta itu dan ucapkanlah perkataan yang baik kepada mereka.
  6. Dan ajarlah anak-anak yatim itu memperlegarkan harta Maksudnya memberi sedikit modal (misalnya) bila ia dapat mempergunakannya dengan baik, tandanya ia sudah cerdas. sampai mereka dewasa. Jika menurut pendapatmu, ia sudah cukup cerdas serahkanlah kepada mereka harta-bendanya. Dan janganlah kamu makan harta anak-anak yatim itu secara di luar patut dan tergesa-gesa menggunakannya sebelum mereka dewasa. Barangsiapa di antara pemelihara itu yang mampu, maka hendaklah dia menahan dirinya dari memakan harta anak-anak yatim itu dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia memakannya menurut keperluan. Apabila kamu menyerahkan harta kembali kepada anak-anak yatim itu, hendaklah kamu panggilkan saksi. Dan memadailah Allah sebagai Pengawas atas persaksian itu.
  7. Bagi kaum pria mendapat bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya dan kaum wanita-pun mendapat bagian pula dari peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak, menurut pembagian yang sudah ditetapkan.
  8. Dan apabila kerabat-kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin hadir pada waktu pembagian harta pusaka itu, berilah mereka sekedarnya dan katakanlah kepada mereka kata-kata yang baik.
  9. Dan hendaklah mereka takut andaikata nanti mereka sampai meninggalkan anak yatim itu jadi terlunta-lunta dan kesejahteraannya tersia-sia sepeninggalnya. Karena itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan ucapan yang lemah lembut terhadap mereka.
  10. Orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sesungguhnya mereka itu menelan api neraka sepenuh perutnya. Lagi pula mereka akan dimasukkan ke dalam api yang menyala-nyala.
  11. POKOK-POKOK HUKUM PEWARISAN
  12. Allah telah mewajibkan bagimu peraturan-peraturan tentang pembagian pusaka untuk anak-anakmu, yaitu bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan Bagian laki-laki dua kali bagian perempuan, karena laki-laki mempunyai tanggung jawab lebih berat, lihat 4:34.. Jika anak-anak itu semuanya perempuan lebih dari dua orang, mereka mendapat dua-pertiga harta peninggalan. Dan kalau anak perempuan itu hanya seorang saja, dia mendapat seperduanya. Dan untuk dua orang ibu bapaknya, masing-masing mendapat seperenam dari harta peninggalan, kalau yang meninggal itu mempunyai seorang anak; tetapi kalau yang meninggal itu tidak mempunyai anak, dan yang mempusakai hanya ibu-bapak-nya saja, maka ibunya mendapat sepertiga. Tetapi kalau yang meninggal itu mempunyai beberapa orang saudara, ibunya mendapat seperenam. Pembagian yang tersebut di atas sesudah wasiat yang dibuatnya dan hutang-hutangnya diselesaikan Maksudnya: Harta pusaka bruto dikurangi dengan:
     a. wasiat yang meninggal
     b. Hutang yang meninggal
    Sisanya inilah yang akan dibagikan kepada yang berhak menerima. Jumlah wasiat, tidak boleh melebihi 1/3 jumlah harta pusaka.
    . Kamu tidak tahu apakah ibu-bapakmu atau anak-anakmu yang lebih dekat jasanya kepadamu. Ini adalah keterangan Allah. Sesungguhnya Allah itu Maha Mengetahui dan Bijaksana.
  13. Dan untukmu, seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, itupun jika mereka tidak mempunyai anak. Tetapi jika mereka mempunyai anak, bahagianmu seperempat dari harta peninggalannya, sesudah dipenuhi wasiat yang mereka perbuat dan dibayar hutang-hutangnya. Para isteri mendapat seperempat dari harta peninggalanmu, kalau kamu tidak mempunyai anak. Tetapi jika kamu mempunyai anak, mereka mendapat seperdelapan dari harta peninggalanmu, sesudah wasiat yang kamu perbuat dan hutang-hutangmu dipenuhi. Dan jika seorang meninggal dunia, baik laki-laki maupun perempuan, yang tidak meninggalkan ayah dan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki seibu atau seorang saudara perempuan seibu, maka bagian masing-masing dari kedua jenis saudara itu, mendapat seperenam. Tetapi kalau saudara seibu itu lebih dari dua orang, mereka mendapat sepertiga untuk bersama, sesudah wasiat dan hutang-hutangnya dipenuhi, dengan tidak merugikan ahli waris Merugikan ahli waris maksudnya melakukan tindakan-tindakan dengan mana pihak ahli waris dirugikan, Misalnya:
     a. mewasiatkan lebih dari sepertiga harta pusaka. Kata Ibnu Abbas tindakan ini termasuk dosa besar.
     b. berwasiat dengan maksud menerima hak-hak penerima waris, misalnya dengan mengatakan bahwa pihutangnya yang ada pada si Anu sudah dilunasinya , padahal belum dan lain-lain.
    . Itulah ketetapan dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.
  14. Itulah hukum syariat Allah. Barangsiapa yang patuh kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya dimasukkan-Nya ke syurga yang banyak mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di sana. Dan itulah keberuntungan yang sangat besar.
  15. Dan barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya serta melanggar hukum syariat-Nya, niscaya dimasukkan-Nya ke neraka, sedang ia kekal di dalamnya. Dan baginya siksaan yang menghinakan.
  16. DASAR-DASAR HUKUM TERHADAP PERBUATAN KEJI
  17. Dan terhadap para wanita yang melakukan perbuatan keji, ajukankah dari pihakmu empat orang saksi Yang dimaksud dengan perbuatan keji ialah ZINA. Namun menurut pendapat lain, termasuk juga kepada perbuatan keji, ialah homoseksuil, lesbian dan sejenisnya.. Apabila saksi-saksi itu telah memberikan kesaksiannya, tahanlah wanita-wanita itu dalam rumah sampai matinya atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya.Maksudnya hukum pengganti. Lihat 24:2..
  18. Dan terhadap dua orang di antaramu yang melakukan perbuatan keji, jatuhkanlah hukuman kepada keduanya. Jika keduanya bertobat dan memperbaiki diri, bebaskanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat dan Penyayang.
  19. Sesungguhnya Tobat yang diterima Allah, hanyalah karena kebodohan Maksudnya ialah karena sangat marah, panik, emosi, dorongan hawa nafsu, dan sebagainya., kemudian mereka tobat dengan segera. Mereka itulah yang diterima Allah tobatnya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
  20. Dan tidak berlaku tobat bagi orang-orang yang melakukan kejahatan terus-menerus, hingga sampai pada saat di mana salah seorang di antara mereka sedang menghadapi kematian, barulah ia mengatakan: "Sekarang baru aku tobat". Dan tidak berlaku pula tobat bagi orang-orang yang mati dalam keadaan kafir. Untuk orang-orang yang demikian itu telah Kami sediakan siksaan yang pedih.
  21. LARANGAN BERTINDAK SEWENANG-WENANG TERHADAP KAUM WANITA
  22. Hai orang-orang yang beriman! Tidak dibolehkan kamu mengambil wanita dengan paksa dan janganlah kamu mempersulit mereka, karena hendak mendapat kembali sebagian dari apa-apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali jika mereka melakukan perbuatan keji dengan nyata Maksudnya menentang perintah suami dalam hal kebajikan, mencuri dsb.. Dan pergaulilah mereka dengan cara yang baik. Jika kamu kurang menyukainya bersabarlah, karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah mengadakan di dalamnya banyak kebaikan.
  23. Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan yang lain, sedang kamu telah memberikan padanya sejumlah besar harta, janganlah kamu ambil kembali barang sedikitpun. Apakah patut kamu mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan palsu atau tindak dosa yang nyata?
  24. Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal kamu telah bergaul rapat sebagai suami isteri dan isteri-isterimu telah mengambil janji yang teguh dari padamu Perjanjian yang teguh ialah ikatan perkawinan, karena perkawinan itu artinya perjanjian setia untuk hidup bersama sebagai suami-isteri, baik di masa senang maupun di waktu susah..
  25. Dan janganlah kamu kawini janda-janda ayahmu, kecuali yang sudah lampau Maksudnya pada zaman jahiliah atau pra Islam.. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan kelakuan yang paling buruk.
  26. Diharamkan atasmu menikahi ibu-ibumu Dalam garis lurus ke atas., anak-anakmu yang perempuan, Dalam garis lurus ke bawah., saudara-saudara perempuan dari bapakmu, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudaramu yang perempuan, ibu yang menyusukanmu, saudara perempuan sepersusuan, ibu isterimu, anak tiri yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, jika kamu belum campur dengan isterimu itu tetapi sudah kamu ceraikan, tidak mengapa kamu menikahinya, isteri-isteri anak kandungmu, dan mengumpulkan dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang sudah terjadi di masa lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Penyayang.
  27. Dan yang diharamkan juga kamu mengawini ialah wanita-wanita yang bersuami, kecuali wanita tawanan perang yang kamu miliki Maksudnya suaminya tidak ikut tertawan bersamanya. Itupun kalau peperangan itu bersifat membela agama.. Itulah ketetapan hukum Allah atasmu. Dan di halalkan untukmu mencari wanita-wanita selain itu Menurut ketentuan syariat Islam. dengan hartamu untuk maksud mengawininya bukan untuk maksud perbuatan jahat. Imbalan kesenangan yang kamu peroleh dari wanita itu karena perkawinan, maka bayarlah mas kawinnya sebagai kewajiban yang telah ditetapkan Tuhan kepadamu. Setelah penetapan mahar itu, jika telah ada persetujuan sama suka di antaramu, tidak mengapa menyimpang dari ketentuan itu Maksudnya bertindak lain dari ketentuan yang ada. Misalnya minta tangguh waktu pembayaran, menambah atau menguranginya atau sama sekali tidak membayar.. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.
  28. Dan barangsiapa di antaramu yang tidak mampu mengawini wanita merdeka yang beriman, ia boleh mengawini wanita muda yang beriman dari hamba-hamba sahayamu. Allah lebih mengetahui tentang keimananmu. Sebagian kamu dengan yang lain adalah sama dalam keimanan. Kawinilah hamba-hamba sahaya muda itu dengan izin tuannya. Dan bayarlah mas kawinnya menurut patutnya, selama dia berfungsi sebagai isteri yang baik, tidak melacur dan tidak pula mempunyai hubungan gelap dengan laki-laki lain Pelacuran di masa jahiliah terbagi dua:
    Pelacur yang sudah terang-terangan dan
    pelacur gelap.
    . Bila dia telah dikawinkan, terpeliharalah dia dari kejahatan. Jika masih melacur juga, maka hukumannya seperdua dari hukuman wanita merdeka yang sudah kawin Perempuan merdeka kalau berzina dipukul 100 kali, maka hukuman hamba sahaya yang berzina dipukul 50 kali.. Peraturan itu berlaku bagi orang yang takut terjerumus ke jurang kejahatan. Tetapi kalau kamu sanggup menguasai diri untuk tidak mengawini hamba-sahaya itu adalah lebih baik untukmu. Allah Maha Pengampun dan Penyayang.
  29. Dengan menerapkan peraturan itu, Allah bermaksud hendak menerangkan sesuatu yang bermanfaat kepadamu, dan menunjukimu sunnah-sunnah yang berlaku pada Nabi-nabi dan orang-orang salih yang berada sebelummu, serta sekaligus hendak menerima tobatmu pula. Dan Allah Maha Mengetahui dan Bijaksana.
  30. Dan Allah bermaksud hendak menerima tobatmu. Sebaliknya orang-orang yang menjadi budak hawa nafsunya, berkeinginan supaya kamu menyeleweng dari kebenaran senekad-nekadnya.
  31. Allah bermaksud hendak memberikan keringanan kepadamu, karena memang manusia itu diciptakan bersifat lemah.
  32. PERATURAN UMUM DI BIDANG LALU-LINTAS HARTA BENDA
  33. Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil harta sesamamu dengan jalan curang. Kecuali dengan cara perdagangan yang berlaku dengan sukarela di antaramu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu Maksudnya di sini, janganlah kamu membunuh orang lain. Karena membunuh orang lain itu sama dengan membunuh diri sendiri. Semua umat itu merupakan satu kesatuan.
  34. Barangsiapa yang berbuat demikian secara melanggar hak Maksudnya ialah niat seseorang hendak melakukan sesuatu, walaupun sebenarnya ia sudah tahu bahwa perbuatan yang diniatkannya itu adalah melanggar hukum. dan aniaya Aniaya ialah mengerjakan perbuatan melanggar hukum., maka ia akan Kami masukkan ke dalam neraka. Hal yang demikian bagi Allah mudah saja.
  35. Jika kamu menjauhi dosa-dosa di mana kamu telah dilarang untuk mengerjakannya, niscaya Kami hapuskan kesalahanmu yang kecil-kecil dan Kami masukkan kamu ke dalam syurga, tempat yang sangat mulia.
  36. Dan janganlah kamu berkeinginan untuk mendapatkan karunia Allah yang dikaruniakan kepada sebagian kamu lebih banyak dari pada yang lain. Untuk laki-laki sudah ada bagian dari usahanya, begitu juga bagi kaum wanita sudah ada pula bagian untuk yang diusahakannya. Dan mohonkanlah karunia kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala-galanya.
  37. Untuk setiap orang telah Kami adakan Ahli Waris dan harta peninggalan mereka masing-masing. Ahli-ahli waris itu ialah: ibu-bapak, kaum kerabat, dan pada siapa kamu telah mengikat janji dengan mereka (Suami isteri), maka berikanlah bagian mereka masing-masing. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala-galanya.
  38. TATA TERTIB DALAM KELUARGA
  39. Kaum pria itu adalah pelindung bagi kaum wanita Maksudnya menjaga dan memelihara. Karena laki-laki memiliki kelebihan kekuatan jasmani.. Karena Allah telah melebihkan golongannya dari golongan perempuan, lagi pula kedudukannya sebagai pihak yang memberi nafkah dengan hartanya. Sebab itu perempuan yang baik ialah perempuan yang patuh, memelihara kehormatannya, terutama sepeninggal suaminya, sesuai dengan perintah Allah yang telah diperintahkanNya tentang pemeliharaan kehormatan dan rahasia rumah tangga itu. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan kedurhakaannya, berilah pengajaran yang baik, hukumlah dengan berpisah tidur, dan pukullah ia Maksudnya diberi pengajaran secara bertahap. Yaitu mula-mula diberikan nasihat, kalau tidak menurut dilakukan dengan berpisah tidur. Bila tidak juga menurut, barulah dipukul, tetapi pukulan ini tidak boleh terlalu menyakitkan dan melukai.. Tetapi jika mereka telah mematuhimu, janganlah kamu cari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah itu Maha Tinggi dan Besar.
  40. Dan jika kamu khawatir terjadi persengketaan antara keduanya Ditujukan kepada suami isteri, kaum kerabatnya atau kaum muslimin yang lain., maka angkatlah seorang keluarga Pendamai dari keluarga suami dan seorang pendamai lagi dari keluarga isteri. Jika kedua Pendamai itu ingin mencari perdamaian, maka Allah akan memberikan kesatuan pendapat kepada keduanya. Sesungguhnya Allah itu Maha Mengetahui dan Mengerti.
  41. KEWAJIBAN MANUSIA TERHADAP ALLAH DAN SESAMANYA
  42. Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan apapun juga. Dan berbaktilah kepada kedua orang ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim dan orang miskin, tetangga yang dekat dan yang jauh (1), teman sejawat (2), orang-orang yang dalam perjalanan, dan hamba sahaya yang berada di bawah kekuasaanmu. Sesungguhnya Allah tidak menyenangi orang yang sombong dalam gerak-geriknya lagi sombong ucapannya.
    1. Sekalipun tetangga jauh itu bukan muslim.
    2. Yang dimaksud adalah teman dalam perjalanan.
  43. Yaitu mereka yang kikir(1) dan menghasut orang lain supaya kikir pula, serta menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan siksa yang menghinakan terhadap orang-orang yang kikir itu.
    1. Kikir di sini bukan dimaksudkan kikir di bidang keuangan dan hartabenda saja, tetapi meliputi pengertian yang lebih luas. Misalnya: kikir berbuat kebaikan, kikir dengan ucapan salam dan tegur-sapa.
  44. Begitu juga orang yang menafkahkan hartanya supaya dilihat, didengar dan dipuji orang dan mereka tidak beriman kepada Allah dan Hari Akhirat. Dan orang-orang yang berkawan dengan setan, ingatlah setan itu adalah kawan yang seburuk-buruknya.
  45. Apa keberatannya bagi mereka jika mereka beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang telah diberikan Allah kepadanya? Dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.
  46. Sesungguhnya Allah tidak akan merugikan seseorang walaupun sebesar zarrah. Bahkan jika perbuatan itu perbuatan kebajikan yang sekecil atompun, Tuhan akan melipat-gandakan juga pahalanya. Dan akan diberikan-Nya pahala yang besar dari sisi-Nya.
  47. Namun bagaimanakah nanti halnya orang-orang yang kafir itu, manakala Kami tampilkan seorang saksi dari tiap-tiap umat? Dan Kami tampilkan pula kamu hai Muhammad sebagai saksi atas umatmu?
  48. Pada hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai Rasul ingin supaya mereka disama-ratakan saja dengan tanah Disama-ratakan dengan tanah maksudnya dihancurkan saja menjadi tanah, supaya tidak ada lagi tuntutan dan perhitungan apa-apa terhadap mereka.. Dan mereka tidak akan dapat menyembunyikan suatu peristiwapun terhadap Allah.
  49. KESUCIAN LAHIR BATIN UNTUK KESEMPURNAAN KEKUATAN PIKIRAN DALAM BERIBADAH KEPADA ALLAH
  50. Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu kerjakan shalat sedang kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu mengerti apa yang kamu ucapkan. Dan jangan pula ketika kamu dalam keadaan junub (1), kecuali hanya sekedar lalu di tempat shalat saja, sebelum kamu mandi. Jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan, atau datang dari tempat buang air (2) atau kamu telah menyentuh perempuan, jika kamu tidak mendapatkan air maka hendaklah kamu tayammum (3) dengan tanah yang bersih. Dan sapulah mukamu dan kedua tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf dan Pengampun.
    1. Artinya berhadas besar. Maksudnya orang yang sudah bersenggama dengan isterinya dan belum mandi maka dia berjunub. Dia belum boleh mengerjakan shalat sebelum mandi lebih dahulu.
    2. Maksudnya sudah buang air besar atau buang air kecil.
    3.Yaitu menyapu muka dan kedua tangan dengan tanah atau debu yang bersih.
  51. ANCAMAN ALLAH TERHADAP ORANG YANG TIDAK SUCI BATINNYA
  52. Tidakkah engkau perhatikan orang-orang yang telah diberi bagian dari Kitab: Mereka memilih jalan sesat dan mereka ingin pula supaya kamu sesat jalan.
  53. Allah lebih mengetahui daripadamu tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung, dan cukup pulalah Allah menjadi Penolongmu.
  54. Di antara orang Yahudi itu ada yang memutar-balikkan kalimat-kalimat dari tempatnya(1) sambil mengatakan: "Kami dengar perkataanmu hai Muhammad, tetapi kami durhakai perintahmu". Dan mereka mengatakan pula: "Dengarlah!" tetapi "Anggaplah seperti tidak pernah kedengaran". Dan lagi-lagi perkataan mereka: "Raa'ina!"(2). Dengan memutar lidah dan mencela agama. Kalau mereka berkata begini: "Kami dengar dan kami patuhi, dan dengarlah dan perhatikan kami", maka yang begini lebih baik bagi mereka bahkan itu lebih tepat. Tetapi Allah mengutuk mereka karena kekafirannya. Hanya sedikit saja mereka yang beriman.
    1. Mengandung dua cara yaitu:
    Memutar-balikkan kalimat sehingga pengertiannya berbeda.
    Mencampur-adukkan ayat sehingga artinya menyimpang dari semula.

    2. Artinya ialah pelihara kami.
    Dalam bahasa Ibrani artinya caci-maki dan penghinaan. (Lihat 2:104)
  55. Hai orang-orang yang telah diberi Kitab Taurat dan Injil!(1) Berimanlah dengan Al-Qur'an yang telah kami turunkan, sedang ia membenarkan Kitab-kitab Taurat dan Injil yang ada padamu, sebelum Kami rubah tujuanmu dan Kami surutkan ke belakang (2). Atau mereka Kami kutuki sebagaimana Kami telah mengutuki pelanggar-pelanggar peraturan "Hari Sabtu". Dan ketetapan Allah itu pasti berlaku.
    1. Maksudnya Yahudi dan Nasrani.
    2. Tujuan dan cita-cita orang Yahudi dan Nasrani ialah merintangi kemajuan Islam. Pengertiannya di sini ialah ancaman bahwa Allah akan menggagalkan tujuan dan cita-citanya itu serta menghalau mereka ke belakang yakni ke Palestina dan Siria, dari negara mana mereka telah datang.
  56. SYIRIK ADALAH DOSA BESAR YANG TIADA DIAMPUNI ALLAH
  57. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik Syirik artinya mempersekutukan Allah., tetapi Dia mengampuni dosa-dosa selain itu terhadap orang-orang yang dikehendaki-Nya. Siapa yang mempersekutukan Allah sesungguhnya dia telah membuat dosa yang sangat besar.
  58. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menganggap dirinya bersih?(1). Sebenarnya Allah-lah yang membersihkan orang-orang yang dikehendakinya. Dan mereka tidak dirugikan sedikitpun juga.
    1. Yang dimaksud di sini ialah orang-orang Yahudi dan Nasrani. Bersih di sini artinya bebas dari sebutan kafir, tidak berdosa. Kalaupun ada dosa, itu semua sudah diampuni oleh Tuhan katanya. Lihat juga 2:80+111, 5:18.
  59. Perhatikanlah betapa mereka telah mengadakan dusta terhadap Allah. Dan cukuplah perbuatan itu sebagai dosa nyata baginya.
  60. Tidakkah engkau perhatikan sikap orang yang telah diberi bagian dari Kitab? Sedangkan mereka masih percaya juga kepada khurafat dan masih tetap menyembah berhala dan thaghut, bahkan mengatakan kepada sesama orang kafir, bahwa orang musyrik itu lebih pandai dalam soal agama dari orang mukmin pengikut Muhammad.
  61. Mereka dikutuki Allah. Dan siapa yang dikutuki Allah, tiadalah ia akan memperoleh pertolongan.
  62. Mereka tidak mempunyai nasib baik dalam pemerintahan. Kalau diikutsertakan juga, itupun tidak akan mendatangkan kebajikan kepada manusia agak sedikitpun.
  63. Ataukah mereka iri hati kepada manusia Muhammad dan umatnya, yang telah dikaruniai Allah kenabian, kemenangan dan Al-Qur'an? Bukankah karunia berupa Kitab dan kebijaksanaan semacam itu pernah pula Kami anugerahkan kepada keluarga Ibrahim, bahkan telah pula Kami berikan kepadanya kerajaan yang besar?
  64. Di antara mereka ada yang percaya kepada Ibrahim dan keluarganya. Dan di antaranya ada pula yang masih tetap dalam kekafirannya. Cukuplah jahanam yang bernyala-nyala untuk pembakar mereka.
  65. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dengan ayat-ayat Kami, nanti akan Kami masukkan ke dalam neraka. Tiap kali kulit mereka terbakar hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, supaya mereka benar-benar menderita siksaan. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa dan Bijaksana.
  66. Sebaliknya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan Kami masukkan ke syurga yang banyak mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di sana selama-lamanya. Di sana mereka mempunyai pasangan-pasangan yang suci dan Kami tempatkan mereka di tempat yang teduh lagi nyaman.
  67. BERMACAM-MACAM AMANAT
  68. Sesungguhnya Allah telah menyuruhmu untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya Amanat artinya ialah sesuatu yang diterima, dipelihara untuk kemudian diserahkan kepada yang berhak menerimanya. Orang yang dapat melaksanakan ini sebaik-baiknya dinamakan jujur. Dan yang sebaliknya dinamakan khianat.. Dan bila kamu menetapkan hukum antara manusia, maka penetapan hukummu itu hendaklah adil Artinya menyampaikan yang hak kepada pemiliknya secepat mungkin. Maksudnya meletakkan sesuatu pada tempatnya.. Bahwa dengan itu Allah telah memberi pengajaran sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Melihat.
  69. Hai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taati pulalah Rasul serta pemegang kekuasaan di antaramu Artinya kepala negara, ulama, pemimpin dsb, tempat tumpuan hajat hidup dan kemaslahatan umum. Jika mereka telah bersepakat memutuskan suatu perkara, maka keputusan itu wajib diturut dengan syarat tidak bertentangan dengan hukum Tuhan dan sunnah Rasul-Nya.. Kalau kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalilah kepada Kitab Allah dan Sunnah Rasul, jika benar kamu beriman kepada Allah dan Hari Akhirat. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.
  70. PENGHIANATAN TERHADAP AMANAT
  71. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Mereka hanya mau berhukum menurut hukum thaghut (1), sekalipun mereka sudah diperintahkan untuk mengingkarinya. Syetan hendak menyesatkan mereka sejauh-jauhnya.
    1. Thaghut berasal dari kata: Thagha (Thughyaan) yang artinya ialah kedurhakaan, kekafiran, kezaliman dan kemaksiatan.
  72. Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu mentaati apa-apa yang telah diturunkan Allah dan mentaati hukum-hukum Rasul". Engkau lihat orang-orang yang munafik itu benar-benar mengingkari hukummu secara sengaja.
  73. Bagaimanakah halnya apabila mereka ditimpa malapetaka karena kecerobohan mereka sendiri. Lalu mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah! Tiada lain maksud kami kecuali penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna."
  74. Mereka adalah orang-orang yang diketahui Allah rahasia hatinya. Sebab itu bantahlah mereka, ajarlah dan katakan kepada mereka kata-kata yang berkesan ke dalam lubuk jiwanya.
  75. IMAN BELUM SEMPURNA KALAU BARU SEKEDAR MAU BERHAKIM KEPADA RASUL
  76. Tidaklah Kami utus Rasul itu kecuali untuk ditaati dengan izin Allah. Kalau mereka setelah menganiaya dirinya sendiri, lalu datang kepadamu sambil memohon ampun kepada Allah. Sedang Rasulpun ikut pula memohonkan ampun, tentu mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat dan Penyayang.
  77. Maka demi Tuhanmu! Mereka pada hakikatnya belum beriman, sebelum mereka meminta keputusanmu dalam perkara-perkara perselisihan antara mereka. Kemudian mereka tidak menaruh keberatan di dalam hatinya terhadap keputusanmu itu, dan mereka menerima sepenuhnya.
  78. KEIMANAN YANG BENAR IALAH MENTAATI PERINTAH ALLAH DI WAKTU SENANG DAN SUSAH
  79. Dan kalau Kami perintahkan kepada mereka: "Coba korbankan dirimu atau coba tinggalkan kampung halamanmu!". Mereka tidak melakukan itu kecuali hanya sebagian kecil saja dari mereka. Kalau mereka melakukan apa-apa yang telah diajarkan, tentu itu lebih baik, bahkan akan lebih menguatkan keimanannya.
  80. Dan bila mereka sampai berbuat demikian, Kami pasti akan memberikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami.
  81. dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
  82. Dan orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul, mereka sejajar dengan orang-orang yang diberi karunia oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, orang-orang yang teguh kepercayaannya kepada Rasul, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang salih. Dan mereka adalah sahabat yang sebaik-baiknya.
  83. Itulah karunia dari Allah dan cukuplah Allah mengetahuinya.
  84. SIASAT DAN TAKTIK PERANG
  85. Hai orang-orang yang beriman! Tingkatkanlah kewaspadaanmu terhadap musuh. Tampillah ke medan perang kelompok demi kelompok, atau majulah bersama-sama.
  86. Sesungguhnya di dalam barisanmu ada orang yang memperlambat kemajuan perang(1). Jika kamu gugur oleh serangan musuh mereka berkata: "Untung Allah memberiku karunia, karena aku tidak ikut gugur bersama mereka".
    1. Mereka adalah orang-orang munafik yang lemah semangat dan melemahkan semangat orang lain, pengecut, penghianat dsb. yang pada lahirnya tampak sebagai orang mukmin.
  87. Dan jika kamu beroleh karunia dari Allah berupa kemenangan perang mereka berkata dengan gaya seperti orang asing yang tak pernah berhubungan kasih sayang dengan kamu, katanya: "Wahai, kiranya aku ikut dalam barisan mereka, tentu aku turut pula memperoleh kemenangan yang gemilang".
  88. Karena itu orang-orang yang hendak menjual kehidupan dunia dengan keberuntungan akhirat sebagai imbalan, hendaklah ia berperang di jalan Allah. Dan barangsiapa yang berperang di jalan Allah lalu gugur atau mendapat kemenangan, nanti akan Kami karuniai dia pahala yang sangat besar.
  89. Mengapa kamu tidak hendak berperang di jalan Allah untuk membela kawan-kawanmu yang lemah, pria, wanita maupun anak-anak padahal mereka telah sama-sama mendo'a: "Wahai Tuhan kami! Keluarkanlah kami dari negeri Mekah yang zalim penduduknya ini. Berilah kami dari sisi-Mu seorang Pelindung dan beri pulalah kami dari sisi-Mu seorang Penolong."
  90. Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, sedangkan orang-orang yang kafir berperang di jalan setan. Karena itu perangilah komplotan setan itu. Sesungguhnya daya tempur setan-setan itu amat lemah.
  91. SIKAP ORANG-ORANG MUNAFIK DALAM MENGHADAPI PEPERANGAN
  92. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang pernah dikatakan kepada mereka Ditujukan kepada sekumpulan orang-orang muslim tetapi dalam kumpulan itu menyelinap orang-orang munafik, dan orang-orang yang tua-tua. Mereka menghendaki peperangan, tetapi kalau sudah diumumkan perintah perang, mereka ketakutan.: "Tahanlah tanganmu dari berperang, kerjakanlah shalat dan tunaikanlah zakat". Tetapi manakala diperintahkan perang kepada mereka, sekonyong-konyongnya segolongan manusia munafik di antara mereka takut kepada musuh, sama seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih takut lagi dari itu. Lalu mereka berkata: "Wahai Tuhan Kami! Mengapa Engkau perintahkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan sedikit waktu lagi?". Katakanlah!" "Kesenangan dunia ini hanya sedikit dan kebahagiaan akhirat itu lebih baik buat orang yang takwa. Dan kamu tidak akan dirugikan sedikitpun juga".
  93. Di manapun kamu berada, maka kematian itu akan mendatangimu sekalipun kamu berada di dalam benteng yang sangat kukuh. Jika mereka berhasil baik, mereka berkata: "Ini datangnya dari Allah!". Sebaliknya bila mereka ditimpa nasib buruk, mereka berkata: "Ini gara-gara kau Muhammad!". Katakanlah! "Segala-galanya datangnya dari Allah". Mengapa kaum munafik itu hampir tidak dapat memahami hakikat kebenaran dari Allah?". Mengapa kaum munafik itu hampir tidak dapat memahami hakikat kebenaran?
  94. Keuntungan apapun yang kamu peroleh, datangnya dari Allah, dan apapun bencana yang menimpamu adalah karena salahmu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada seluruh lapisan manusia. Dan untuk itu cukuplah Allah menjadi saksi.
  95. Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, berarti dia telah mentaati Allah Mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.. Dan siapa yang membangkang, maka kami tidak mengutusmu untuk bertindak sebagai pemeliharanya.
  96. Dan orang-orang munafik itu mengatakan: "Kami taat". Tetapi apabila mereka telah menghilang dari sisimu, sekolompok mereka mengatur siasat di malam hari dan mengambil keputusan yang berbeda dengan apa yang mereka katakan siang tadi. Allah menuliskan siasat yang mereka atur pada malam hari itu. Hindarilah mereka dan bertakwalah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.
  97. Apakah mereka tidak meneliti Al-Qur'an? Kalau sekiranya Al-Qur'an itu datangnya bukan dari sisi Allah, tentu mereka akan mendapatkan keuntungan di dalamnya.
  98. Dan apabila datang kepada mereka berita keamanan atau berita ketakutan, lalu mereka siarkan sendiri. Padahal kalau berita itu mereka serahkan kepada Rasul atau pemimpin mereka, tentu orang yang ingin mengetahui berita resminya akan dapat mengetahui dari Rasul atau Pemimpin itu sendiri. Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepadamu, tentu kamu akan mengikuti syetan kecuali sebagian kecil saja.
  99. BEBERAPA KETENTUAN DALAM HUKUM PERANG DAN PERISTIWA-PERISTIWANYA
  100. Maka berperanglah kamu di jalan Allah. Tidak dibebankan tugas itu kecuali terhadap dirimu(1). Namun kobarkanlah semangat perang orang-orang yang mukmin. Semoga Allah mematahkan serangan orang-orang kafir itu. Dan Allah sangat besar kekuasaan-Nya serta sangat keras siksa-Nya.
    1. Kewajiban perang di jalan Allah dibebankan kepada Rasullullah sendiri, sesuai dengan keberanian yang luar biasa sebagai anugerah dari Tuhan kepada beliau. Dan keberanian yang seperti beliau punyai itu belum ada seorangpun yang dapat menandinginya di seluruh dunia.
  101. Barangsiapa yang berpartisipasi untuk membela usaha kebajikan, ia akan memperoleh bagian daripadanya. Sebaliknya barangsiapa yang berpartisipasi untuk membela usaha kejahatan, ia akan turut memikul sebagian tanggung-jawabnya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala-galanya Muqitaa = Penguasa, Pemelihara, Penyaksi..
  102. Apabila orang memberi salam hormat kepadamu, maka balaslah dengan salam hormat yang lebih baik dari itu atau balaslah dengan salam hormat yang sama(1). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala-galanya.
    Salam hormat di dalam Islam ialah "Assalamu'Alaikum". Kalau hendak membalas dengan salam hormat yang sama, balasnya ialah: "Wa'alaikumus Salam". Balas salam hormat yang lebih baik yaitu: "Wa'alaikumus Salam wa rahmatullahi wa barakaatuh"
  103. Allah tidak ada Tuhan selain Dia. Dia akan mengumpulkanmu di hari Kiamat, yaitu hari yang tidak diragukan lagi terjadinya. Siapakah yang lebih benar perkataan-nya daripada Allah?
  104. JANGAN ADA KERAGUAN DALAM MENGHADAPI ORANG-ORANG MUNAFIK
  105. Mengapa kamu sampai terpecah-pecah menjadi dua golongan dalam menghadapi orang-orang munafik itu? Padahal Allah telah merenggutkannya dari kebenaran karena kesalahan mereka sendiri. Apakah maksudmu hendak memimpin orang-orang yang telah dibiarkan sesat oleh Allah? Orang-orang yang telah dibiarkan sesat oleh Allah, engkau tidak akan mendapat jalan untuk menunjukinya.
  106. Mereka ingin supaya kamu kafir pula seperti mereka, sehingga kamu semuanya jadi sama. Sebab itu janganlah kamu jadikan mereka sebagai pemimpin, sampai mereka memihak kepada jalan Allah. Jika mereka membangkang, tangkap dan bunuhlah mereka di mana saja kau temui Lihat penjelasan ayat 90 berikut ayat ini.. Dan janganlah kamu memilih mereka menjadi pemimpin dan penolong.
  107. Kecuali bagi orang-orang yang meminta suaka kepada satu kaum, di mana kamu telah mengikat perjanjian damai dengan mereka. Atau mereka langsung datang kepadamu sedangkan ia merasa keberatan untuk memerangimu dan memerangi kaumnya Suatu pengecualian dari perintah "tangkap dan bunuh" sebagaimana yang tersebut pada ayat 89 terhadap mereka yang telah mengambil sikap berikut:
     a. Mereka yang telah meminta perlindungan kepada salah satu kaum yang telah mengadakan perjanjian damai dengan kamu.
     b. Mereka tidak mau memerangimu karena telah turut terikat oleh perjanjian damai yang diperbuat oleh kaumnya dengan kaum muslimin.
    . Kalau Allah menghendaki, mereka dapat menguasaimu, lalu mereka memerangimu Peringatan Tuhan terhadap kaum muslimin untuk tidak mengundurkan kewaspadaan menghadapi golongan ini. Perasaan tidak puas dan dendam yang bersarang dalam hatinya sewaktu-waktu dapat mencetuskan peperangan yang baru.. Tetapi kalau mereka membiarkanmu dan bertekad tidak memerangimu lagi, bahkan menyerahkan perdamaian kepadamu, maka Allah tidak memberi jalan lagi bagimu untuk menawan dan membunuh mereka.
  108. Nanti akan kamu dapati golongan-golongan lain yang ingin aman dari seranganmu dan ingin aman pula dari kemarahan kaumnya. Setiap kali mereka diajak untuk kembali kepada kemusyrikan, mereka menceburkan diri ke dalamnya. Sebab itu, jika mereka tidak membiarkanmu, tidak pula mau menawarkan perdamaian serta tidak pula sanggup menahan diri untuk tidak memerangimu, maka tangkaplah dan bunuhlah mereka di mana saja kamu temui. Untuk menindak mereka, Kami berikan kepadamu alasan cukup meyakinkan.
  109. KETENTUAN HUKUM TENTANG MEMBUNUH SEORANG MUSLIM, MUKMIN DAN ORANG-ORANG YANG TERGABUNG DALAM PERJANJIAN DAMAI DENGAN KAUM MUSLIMIN
  110. Adalah tidak layak bagi orang mu'min membunuh orang mu'min yang lain, kecuali jika suatu kesalahan dan tidak sengaja. Barangsiapa yang membunuh orang mu'min dengan tidak sengaja, hukumannya ialah memerdekakan seorang hamba sahaya yang mu'min serta membayar diyah Diyah ialah semacam pembayaran denda karena sesuatu tindak pidana melenyapkan jiwa dsb., yang diserahkan kepada keluarga si korban. Kecuali jika keluarga si korban merelakan Tidak mau menerimanya dan menganggapnya sebagai bersedekah.. Dan kalau yang terbunuh itu dari pihak musuhmu, tetapi ia beriman hendaklah si pembunuh memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Dan kalau yang terbunuh itu dari kaum yang telah mengikat perjanjian damai denganmu, hendaklah si pembunuh membayar diyah yang diserahkan kepada keluarga si korban, serta memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperoleh hamba sahaya yang beriman itu, hendaklah berpuasa dua bulan berturut-turut Berturut-turut maksudnya terus-menerus tidak boleh absen. Jika terjadi absen hendaklah diulang kembali dari permulaannya., sebagai syarat penerimaan taubat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui dan Bijaksana.
  111. Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka hukumannya ialah jahanam. Kekal ia di dalamnya. Allah memurkai dan mengutuknya serta menyediakan siksa yang besar baginya.
  112. BERHATI-HATILAH MENGAMBIL SUATU TINDAKAN
  113. Hai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi berperang di jalan Allah, hendaklah berhati-hati!(1) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan orang mu'min". lalu kamu bunuh dengan maksud untuk mendapat harta benda dunia, padahal di sisi Allah banyak harta-harta rampasan(2). Begitu jugalah keadaanmu dahulu. Lalu Allah bermurah hati kepadamu. Oleh karena itu, berhati-hatilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
    1. Di masa perang, bersikap dan bertindak hati-hati sangat diperlukan untuk menentukan siapa kawan dan siapa lawan.
    2. Maksudnya, masih banyak harta yang berstatus harta-rampasan perang yang tidak terkira banyaknya, yang dianugerahkan-Nya kepadamu bila dikehendaki-Nya.
  114. PERBEDAAN ANTARA ORANG YANG BERJIHAD DAN ORANG YANG TIDAK BERJIHAD KARENA BERHALANGAN
  115. Tidaklah sama antara orang mu'min yang tidak turut berperang, juga tidak berhalangan(1) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa raganya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwa raganya satu tingkat dari orang-orang yang tinggal di rumah. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik. Dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang tinggal di rumah dengan pahala yang sangat besar.
    1. Ialah: Orang-orang cacat, sakit, menderita luka-luka parah dsb.
  116. Beberapa derajat dari tingkat itu berikut rahmat. Dan Allah Maha Pengampun dan Penyayang.
  117. KEWAJIBAN HIJRAH DI JALAN ALLAH, PENGECUALIANNYA DAN BALASANNYA
  118. Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan oleh malaikat dalam keadaan menganiaya dirinya sendiri, ditanya oleh malaikat: "Bagaimana keadaanmu?". Mereka menjawab: "Kami adalah orang-orang yang lemah di belahan bumi ini". Malaikat bertanya lagi: "Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kamu dapat hijrah ke mana-mana?". Tempat orang-orang itu ialah jahanam. Dan jahanam ialah tempat yang seburuk-buruknya.
  119. Kecuali mereka yang benar-benar tidak berdaya(1) baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak yang tidak mampu berdaya-upaya serta tidak pula menemukan jalan keluarnya.
    1. Misalnya orang-orang yang sudah lanjut usia, perempuan dan anak-anak.
  120. Terhadap mereka yang demikian, semoga Allah memaafkannya. Dan Allah Maha Pemaaf dan Pengampun.
  121. Barangsiapa yang hijrah di jalan Allah, tentu akan diperolehnya di bumi ini tempat hijrah yang amat luas dan rezeki yang sangat banyak. Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dengan tujuan hijrah kepada Allah dan Rasulnya, lalu menemui kematian sebelum sampai ke tempat yang dituju, maka sesungguhnya telah pasti pahalanya atas jaminan Allah. Allah Maha Pengampun dan Penyayang.
  122. SHALAT QASHAR DALAM PERJALANAN DAN SYARAT-SYARATNYA
  123. Apabila kamu sedang bepergian di muka bumi, tidak mengapa bagimu untuk mengqashar(1)-kan shalat-shalatmu, jika kamu takut diserang oleh orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh nyata bagimu.
    1. Qashar artinya pendek, ringkas. Mengqasharkan shalat artinya memendekkan (meringkaskan) shalat, dari empat rakaat menjadi dua rakaat pada shalat-shalat dzuhur, asyar dan isya. Berlaku untuk perjalanan yang mencapai jarak kurang lebih 89 Km.
  124. Dan apabila engkau hai Muhammad berada di tengah-tengah pasukanmu hendak mengerjakan shalat berjamaah, hendaklah kelompok pertama lebih dahulu mengerjakan shalat bersama denganmu sambil menyandang senjatanya. Apabila mereka telah sujud setelah selesai satu rakaat, hendaklah mereka mundur ke belakangmu untuk mengawal kelompok yang kedua Kelompok yang mundur ke belakang setelah menyempurnakan satu rakaat itu, maka shalatnya belum selesai, karena masih ada serakaat lagi yang belum dikerjakan. Maka rakaat yang ketinggalan ini, umumnya mufassirin berpendapat: boleh dikerjakan sendiri-sendiri, sedang nabi duduk menantikan kelompok yang kedua.. Sementara itu kelompok yang kedua yang belum mengerjakan shalat, hendaklah tampil ke muka untuk mengerjakan shalat bersamamu dengan siap-siaga sambil menyandang senjata pula. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah dari senjata dan harta-bendamu. Dan tidak mengapa kalau kamu meletakkan senjatamu sebab kesulitan karena hujan atau karena memang kamu sakit Maksudnya sakit karena luka-luka dalam peperangan., namun pertinggilah kewaspadaanmu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan siksaan yang menghinakan untuk orang-orang kafir itu.
  125. Bila kamu telah menyelesaikan shalatmu, ingatlah kepada Allah waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, maka kerjakanlah shalat itu seperti biasanya. Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya terhadap orang-orang yang beriman.
  126. TINGKATKAN SEMANGAT DAN DAYA TEMPUR
  127. Janganlah kamu berhati lemah dalam memburu kaum yang menjadi musuhmu itu. Jika kamu merasa kesakitan, merekapun menderita kesakitan pula sepertimu. Kamu dapat mengharapkan pahala daripada Allah, sedangkan mereka tidak. Allah Maha Mengetahui dan Bijaksana.
  128. KEWAJIBAN MENEGAKKAN KEBENARAN DAN KEADILAN TANPA PANDANG BULU
  129. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepada engkau Muhammad dengan kebenaran, supaya engkau mengadili antara manusia sesuai dengan apa yang telah diwahyukan Allah kepadamu. Dan janganlah kamu menjadi penantang orang yang jujur karena hendak membela orang-orang yang khianat.
  130. Dan mohonkanlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Penyayang.
  131. Janganlah kamu berdebat untuk membela orang-orang yang menghianati dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang khianat dan bergelimang dosa.
  132. Mereka hendak bersembunyi dari manusia mengenai dosanya, namun tidak dapat bersembunyi dari Allah. Allah beserta mereka ketika pada suatu malam mereka mengadakan perundingan rahasia yang tidak diridhai Allah. Allah Maha Meliputi ilmuNya sehubungan dengan apa yang mereka kerjakan.
  133. Wah beginilah kalian! Kalian yang telah berdebat untuk membela mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang mampu mendebat Allah untuk membela mereka di hari kiamat? Atau setidak-tidaknya siapakah yang akan melindungi mereka dari siksaan Allah?
  134. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia memohonkan ampun kepada Allah, tentu akan didapatinya Allah itu Maha Pengampun dan Penyayang.
  135. Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia telah mengusahakannya untuk kemelaratan dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui dan Bijaksana.
  136. Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan dan dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah membebani dirinya dengan beban kebohongan dan sekaligus berbuat dosa pula.
  137. Kalau bukanlah karena karunia Allah dan rahmatnya kepadamu, tentu segolongan mereka telah bermaksud untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak dapat menyesatkan orang lain, kecuali terhadap dirinya sendiri. Dan mereka sesungguhnya tidak akan membahayakanmu sedikitpun juga. Dan Allah telah menurunkan kitab hikmah dan kebijaksanaan kepadamu dan mengajarkan kepadamu sesuatu yang belum kau ketahui. Dan karunia Allah adalah sangat besar terhadapmu.
  138. Tidak ada kebajikan pada kebanyakan dari percakapan rahasia mereka, kebajikan hanya ada pada percakapan yang menganjurkan orang bersedekah atau berbuat kebajikan, atau mengadakan pedamaian antara sesama manusia. Siapa yang berbuat demikian karena mengharapkan keridhaan Allah, akan Kami karuniakan kepadanya pahala yang amat besar.
  139. Dan barangsiapa yang masih juga menantang Rasul, setelah jelas baginya petunjuk yang keluar dari ucapan Rasul itu, dan diikutinya juga jalan yang bukan jalan orang yang beriman, Kami biarkan dia bergelimang dalam kesesatan yang dipilihnya itu untuk kemudian Kami masukkan ke dalam Jahanam. Itulah tempat yang seburuk-buruknya.
  140. SEKALI LAGI TENTANG DOSA SYIRIK
  141. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik Lihat noot 4:48., yaitu mempersekutukan Dia dengan yang lain. Dia mengampuni dosa yang lain dari itu bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu, sesungguhnya ia telah sesat jalan sejauh-jauhnya.
  142. Yang mereka seru selain Allah itu hanyalah benda-benda mati Di kalangan orang Arab menjadi kebiasaan mengumpamakan perempuan dengan benda mati, karena lemahnya, sedangkan berhala-berhala yang mereka sembah-sembah itu biasanya diberi nama dengan nama perempuan, misalnya: al Laata al Uzza dan Manah.. Dengan seruan itu, mereka hanyalah menyeru setan-setan yang durhaka.
  143. Allah mengutuk mereka! Sementara itu setan berkata: "Sesungguhnya akan kuambil untukku, bahagian tertentu dari hamba-hamba-Mu" Maksudnya ialah hawa nafsu yang menjurus kepada kejahatan..
  144. Sungguh-sungguh mereka akan kusesatkan, akan kubangkitkan angan-angan kosongnya. Akan kusuruh mereka memotong telinga binatang ternak untuk berhala-berhala, lalu benar-benar dipotongnya. Akan kusuruh mereka merubah ciptaan Allah Merubah ciptaan maksudnya agama Allah. Yaitu merubah agama Allah dari agama Tauhid mengabdi kepada Tuhan yang Maha Esa menjadi agama yang memuja berhala.. Lalu benar-benar dirubahnya ciptaan Allah itu. Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindungnya selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.
  145. Syetan itu memberikan janji-janji dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka. Padahal apa yang dijanjikan setan itu hanyalah tipuan belaka.
  146. Tempat mereka di dalam neraka jahanam. Mereka tidak mendapatkan tempat lain untuk lari dari sana.
  147. BALASAN ALLAH TERHADAP ORANG-ORANG YANG BERIMAN YANG TIDAK MAU MENERIMA BUJUKAN SETAN
  148. Orang-orang yang beriman dan mengerjakan perbuatan baik akan Kami masukkan ke dalam syurga yang banyak mengalir sungai-sungai di bawahnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah janji Allah yang benar. Siapa yang paling benar perkataannya selain daripada Allah?
  149. YANG BENAR ADALAH KEPUTUSAN ALLAH BUKAN KEPUTUSAN YANG TERBIT DARI ANGAN-ANGAN
  150. Penilaian kebenaran agama itu bukanlah menurut penilaian angan-anganmu dan bukan pula menurut penilaian angan-angan kosong Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan tentu akan diberi pembalasan yang setimpal dengan kejahatan itu. Dia tidak mendapat pelindung dan penolong selain daripada Allah.
  151. Barangsiapa yang mengerjakan kebajikan, baik ia laki-laki maupun perempuan, sedangkan ia orang beriman, mereka masuk ke dalam syurga serta tidak dirugikan sedikitpun juga.
  152. Dan siapakah yang lebih baik cara beragamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, berbuat kebajikan dan mengikuti agama Ibrahim yang cinta tauhid? Allah telah menjadikan Ibrahim itu menjadi kesayangan-Nya.
  153. Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Meliputi Ilmu-Nya dalam segala-galanya.
  154. KEWAJIBAN MEMBELA SI LEMAH TERUTAMA PEREMPUAN DAN ANAK YATIM
  155. Mereka meminta fatwa kepadamu tentang persoalan yang menyangkut dengan perempuan. Katakanlah! Allah memfatwakan kepadamu seluruh persoalan itu dan memfatwakan juga sesuai dengan apa yang dibacakan kepadamu di dalam Al-Qur'an mengenai nasib perempuan-perempuan yatim yang tidak kamu serahkan bagian yang telah ditetapkan menjadi haknya(1), di mana kamu ingin mengawininya kalau dia cantik. Begitu juga mengenai nasib anak-anak yang lemah sengsara. Yaitu supaya kamu mengurus anak yatim perempuan dan anak-anak yang lemah sengsara itu, secara adil. Dan kebajikan apapun yang kamu perbuat, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.
    1. Perempuan-perempuan yang diasuh oleh seorang wali. Menurut adat orang Arab di masa jahiliyah, jika si wali menginginkan hak perempuan itu tetap di tangannya, dikawininya perempuan itu kalau kebetulan dia cantik. Jika dia tidak cantik, dihalanginya kawin dengan orang lain, sampai ajalnya. Dengan demikian harta tetap dikuasai oleh si wali.
  156. Dan jika seorang perempuan khawatir akan sikap marah atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya. dan perdamaian itulah yang terbaik, sekalipun manusia itu menurut tabiatnya kikir, tidak mau mengalah. Dan jika kamu memperbaiki pergaulan dan memelihara dirimu dari kemarahan dan sikap tak acuh, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan.
  157. Dan kamu betul-betul tidak akan dapat bersikap adil di antara isteri-isterimu, walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian. Karena itu janganlah kamu terlalu pilih-kasih kepada satu pihak sehingga kamu abaikan pihak yang lain sampai terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perdamaian dan memelihara diri dari kecurangan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Penyayang.
  158. Jika keduanya bercerai, maka Allah akan mencukupkan kebutuhan masing-masing dari limpahan-Nya. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya dan Bijaksana.
  159. KEHARUSAN BERTAKWA
  160. Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan juga kepadamu, yaitu bertakwalah kepada Allah! Dan jika kamu kafir, maka ingatlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan Allah Maha Kaya dan Terpuji.
  161. Dan kepunyaan Allah jua apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
  162. Jika Allah menghendaki, Dia lenyapkan kamu hai manusia dan didatangkan-Nya manusia yang lain sebagai gantimu. Dan Allah Maha Kuasa berbuat demikian.
  163. Barangsiapa yang menghendaki pahala dunia saja, ia rugi. Karena di sisi Allah terdapat pahala dunia dan akhirat sekaligus. Dan Allah Maha Mendengar dan Melihat.
  164. KEHARUSAN BERLAKU ADIL
  165. Hai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi semata-mata karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Sekalipun terdakwa itu kaya atau miskin, maka Allah lebih mengutamakan persamaan hak dan kewajiban terhadap keduanya Maksudnya hak azazi manusia.. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsumu untuk memperkosa keadilan. Dan kalau kamu memutar-balikkan kenyataan atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
  166. Hai orang-orang yang beriman! Tetaplah percaya kepada Allah dan Rasul-Nya, kepada Kitab yang diturunkan Tuhan kepada Rasul-Nya itu dan kepada Kitab yang diturunkan sebelumnya. Dan siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhirat, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.
  167. DOSA YANG TAK ADA AMPUNANNYA
  168. Sesungguhnya orang yang telah beriman, lalu ia kafir, kemudian beriman pula, lalu kafir kembali, malahan semakin bertambah pekat kekafirannya, maka Allah sungguh tidak memberi ampun kepadanya, begitu juga tidak akan menunjukinya ke jalan yang benar.
  169. LARANGAN BERADA DI TEMPAT DI MANA ORANG MEMPEROLOK-OLOKKAN AL-QUR'AN
  170. Beritakanlah kepada orang-orang yang munafik itu, bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih.
  171. Yaitu orang-orang yang memilih orang kafir menjadi pemimpinnya dengan mengkesampingkan orang-orang yang beriman. Apakah mereka mengharapkan kesaktian dari orang kafir itu? Sesungguhnya semua kesaktian itu hanyalah kepunyaan Allah.
  172. Dan sesungguhnya Tuhan telah menurunkan kepadamu di dalam Kitab Yang dimaksud surat Al-An'aam ayat 68. bahwa apabila kamu mendengar ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan orang, janganlah kamu duduk bersama mereka sampai mereka mengalihkan pembicaraannya kepada soal yang lain. Kalau kamu berbuat begitu tentu kamu akan serupa saja dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir semuanya ke dalam jahamam.
  173. Yaitu orang-orang yang menanti-nantikan peristiwa malang atau mujur yang akan terjadi pada dirimu hai orang-orang mukmin. Jika kamu mendapat kemenangan dari Allah, mereka berkata kepadamu: "Bukankah kami telah turut berperang besama-sama dengan kamu sekalian?" Sebaliknya bila orang kafir yang menang, mereka mengatakan: "Bukankah kami telah turut memenangkan kalian dan membela kalian dari serangan orang-orang mu'min?". Maka Allah akan memberikan keputusan di antaramu di hari kiamat. Dan Allah tidak akan memberi peluang kepada orang-orang yang kafir untuk mencelakakan orang-orang yang beriman.
  174. Sesungguhnya orang-orang yang munafik itu menipu Allah, Allah akan melakukan balas tipu kepada mereka. Bila mereka berdiri hendak mengerjakan shalat, mereka berdiri secara malas. Mereka kerjakan supaya dilihat oleh orang lain saja. Dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sedikit sekali.
  175. Mereka dalam keadaan terombang-ambing antara iman dan kafir. Tidak masuk golongan iman dan tidak pula masuk golongan kafir. Barangsiapa yang dibiarkan sesat oleh Allah, maka kamu tidak akan mendapat peluang untuk memimpin-Nya.
  176. TIDAK BOLEH ORANG MUKMIN MEMILIH ORANG KAFIR MENJADI PELINDUNG ATAU PEMIMPIN
  177. Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memilih orang kafir menjadi pelindung, dengan mengenyampingkan orang-orang yang beriman. Apakah kamu menginginkan untuk mendapatkan alasan yang kuat bagi Allah untuk menyiksamu kalau kamu berbuat demikian?
  178. Sesungguhnya orang-orang munafik itu, ditempatkan pada tingkatan yang paling bawah dalam neraka. dan kamu tidak akan mendapatkan seorangpun juga untuk menolongnya.
  179. Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan, berpegang teguh dengan agama Allah. Dan tulus ikhlas karena Allah semata-mata dalam agamanya. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman. Dan nanti Allah akan memberikan kepada orang yang beriman itu pahala yang sangat besar.
  180. Masak Allah akan menyiksamu juga jika kamu bersyukur dan beriman? Malah Allah adalah Pembalas-jasa kepada orang mukmin yang bersyukur serta Maha Mengetahui.
  181. Allah tidak menyukai ucapan buruk yang diucapkan secara terbuka(1), kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah Maha Mendengar dan Mengetahui.
    1. Ucapan caci-maki serta menyinggung perasaan orang lain yang diucapkan di tempat umum.
  182. Bila kamu memperagakan kebaikan atau menyembunyikannya, atau kamu memaafkan kesalahan orang lain, maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf dan Kuasa.
  183. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan hendak membeda-bedakan(1) antara Allah dan Rasul-rasul-Nya itu, yang terbukti dari ucapannya: "Kami percaya kepada sebagian rasul dan tidak percaya kepada sebagian yang lain", dan mereka yang hendak mengambil jalan tengah di antara itu.(2).
    1. Maksudnya mau beriman kepada Allah tetapi tidak mau beriman kepada Rasul.
    2. Maksudnya hendak mengatur agama dengan peraturan yang tidak memihak ke sana ke mari.
  184. Merekalah orang kafir yang sebenarnya. Kami telah menyediakan untuk orang kafir itu siksaan yang menghinakan.
  185. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para Rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan Allah adalah Maha Pengampun dan Penyayang.
  186. PERMINTAAN ORANG YAHUDI KEPADA NABI MUHAMMAD S.A.W.
  187. Orang-orang Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah kitab(1) dari langit. Sebetulnya mereka pernah meminta yang lebih hebat dari itu kepada Musa. Permintaan mereka ialah: "Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata!", lalu mereka disambar petir karena kezalimannya. Setelah mana mereka menyembah anak sapi(2), sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata. Dan kami memaafkan mereka dari dosa yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa kewibawaan yang nyata.
    1. Kitab, maksudnya ialah semacam batu bertulis dari langit yang pernah diberikan kepada Nabi Musa a.s. berisi lengkap soal-soal syari'at agama untuk menjadi bukti atas kebenaran kerasulan Nabi Muhammad s.a.w.
    2. Patung anak sapi yang dibuat dari logam mas.
  188. Dan telah kami angkat ke atas kepala mereka gunung Sinai karena mengingkari perjanjian yang telah Kami ambil dari mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka: "Masukilah pintu gerbang itu sambil menundukkan diri Lihat 2:58 dan perintahkan pula: "Janganlah kamu melanggar peraturan hari Sabtu Yaitu hari Sabbat sebagai hari ibadat orang Yahudi.". Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.
  189. Lalu kami melakukan beberapa tindakan terhadap mereka disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, tidak percaya kepada keterangan-keterangan Tuhan, membunuh Nabi-nabi dengan tidak patut, dan karena ucapan mereka yang mengatakan: "Hati kami telah tertutup!". Sebenarnya, Allah-lah yang telah menutup hati mereka karena kekafirannya itu. Karena itu mereka tidak akan beriman kecuali beberapa orang saja.
  190. Dan juga karena kekafiran mereka terhadap Nabi Isa, juga karena tuduhan mereka terhadap Maryam berupa tuduhan yang sangat keji Ialah menuduh bahwa Maryam telah melakukan perbuatan keji (zina)..
  191. Lagi pula karena ucapan mereka: "Kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah". Yang sebenarnya mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang lain yang diserupakan dengan Isa menurut penglihatan mereka. Sesungguhnya orang yang berselisih pendapat tentang terbunuhnya Isa, merekapun masih ragu-ragu tentang pribadi yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang pribadi Isa yang sebenarnya, tetapi hanya mengikuti prasangka belaka, sehingga mereka tidak yakin bahwa yang dibunuhnya itu Isa pribadi.
  192. Tetapi yang sebenarnya Allah telah mengangkat derajat Isa ke tempat yang mulia Ayat ini sebagai bantahan terhadap pendapat yang mengatakan bahwa jasad Isa dinaikkan ke langit.(Lihat 3:55).. Dan adalah Allah Maha Perkasa dan Bijaksana.
  193. Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, yang akan beriman kepada kerasulan Isa kecuali di saat menjelang kematian mereka Maksudnya, orang-orang Ahli Kitab Yahudi dan Nasrani akan percaya penuh kepada kerasulan Isa tatkala ajalnya sudah dekat. Di saat itulah mereka percaya bahwa Isa itu adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, bukan Tuhan.. Dan pada hari kiamat nanti Isa akan menjadi saksi terhadap mereka itu.
  194. Maka oleh karena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan kepada mereka memakan makanan yang baik-baik, yang tadinya dihalalkan. Dan karena mereka banyak menghalangi manusia dari jalan Allah.
  195. Lagi pula karena mereka memungut riba dari yang bukan Yahudi yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Lagi pula karena mereka memakan harta orang lain dengan jalan tidak halal. Kami sediakan untuk orang-orang yang tidak beriman di antara mereka itu siksaan yang sangat pedih.
  196. Tetapi orang-orang yang mendalam ilmu-Nya tentang ke-Tuhanan dan orang-orang mukmin, sama beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu dan kepada kitab yang diturunkan sebelummu, begitu pula orang-orang yang tetap mengerjakan shalat, yang menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat. Orang-orang itulah yang akan Kami anugerahkan kepadanya pahala yang sangat besar.
  197. Sesungguhnya Kami telah memberi wahyu kepadamu Maksudnya Muhammad. Sedangkan wahyu maksudnya Al-Qur'an. sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan Nabi-nabi yang kemudiannya. Dan Kami telah memberikan wahyu pula kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. dan Kami turunkan Zabur kepada Daud.
  198. Dan kepada beberapa orang Rasul lagi yang kisahnya telah Kami ceritakan kepadamu, di samping kepada beberapa orang Rasul lagi yang kisahnya tidak Kami ceritakan kepadamu. Dan terhadap Musa Allah bercakap-cakap secara langsung Maksudnya ialah Allah memberikan wahyu secara langsung..
  199. HIKMATNYA PENGUTUSAN RASUL-RASUL
  200. Mereka Kami utus sebagai Rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia untuk menempelak Allah sesudah diutusnya Rasul-rasul itu. Dan Allah-lah yang Maha Perkasa dan Bijaksana.
  201. Mereka tidak mau peduli kepada apa yang diturunkan kepadamu itu(1), namun Allah telah menjadi saksi atas kebenaran Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu. Tuhan menurunkannya dengan perhitungan ilmu-Nya, sedangkan malaikat turut menyaksikan. Cukuplah Allah yang mengakuinya.
    1. Ayat ini adalah bantahan terhadap keingkaran Yahudi/Nasrani atas kerasulan Nabi Muhammad s.a.w. sebagaimana yang tercantum dalam kitab mereka masing-masing.
  202. Sesungguhnya orang-orang yang kafir serta menghalang-halangi manusia dari jalan Allah, mereka sebenarnya telah sesat sejauh-jauhnya.
  203. Sesungguhnya orang-orang yang kafir serta zalim, Allah sekali-kali tidak mengampuni dosa-dosanya dan tidak pula akan menunjukkan sesuatu jalanpun kepada mereka.
  204. Kecuali jalan ke neraka jahanam, di mana mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah perkara mudah bagi Allah.
  205. Hai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul Muhammad kepadamu dengan membawa kebenaran dari Tuhanmu, karena itu berimanlah sebab itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, Tuhanpun tidak membutuhkan imanmu, karena sesungguhnya apa yang ada di langit dan di bumi, adalah kepunyaan Allah. Dan Allah Maha Mengetahui dan Bijaksana.
  206. Hai Ahli Kitab, janganlah kamu keterlaluan dalam menanggapi agamamu Menanggapi agama ialah, beranggapan bahwa Isa a.s. adalah anak Allah.. Dan janganlah kamu mengatakan mengenai i'tikad terhadap Allah kecuali dengan dalil-dalil yang benar. Sesungguhnya Al-Masih putera Maryam itu adalah Rasul Allah, dan terjadinya dengan Kalimat Cipta yang disampaikan kepada Maryam dengan perantaraan Ruh Ruh = Malaikat Jibril. sesuai dengan perintah-Nya. Maka dari itu berimanlah kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya, dan janganlah kamu beri'tikad "Trinitas": hentikanlah i'tikad yang demikian! Itu lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah adalah Tuhan yang Maha Esa, Maha Suci Dia dari mempunyai anak. Segala yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya Lihat 3:47 19:20.. Cukuplah Allah untuk menjadi Pelindung.
  207. Al-Masih sendiri sekali-kali tidak merasa rendah menjadi hamba Allah begitu juga malaikat-malaikat yang terdekat dengan Allah Yaitu di antaranya ialah Malaikat Jibril (Ruhul Kudus) yang membawa perintah penciptaan Al-Masih.. Barangsiapa yang merasa rendah jika beribadat kepada-Nya dan merasa sombong nanti Dia akan mengumpulkan mereka itu semua kepada-Nya.
  208. Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal shalih, maka Tuhan akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah-Nya lagi dengan karunia-Nya. Adapun orang-orang yang merasa rendah karena beribadat kepada-Nya dan menyombongkan diri, maka Tuhan akan menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat pedih. Dan mereka tidak akan memperoleh pelindung dan penolong untuk dirinya selain dari pada Allah.
  209. Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu Muhammad sebagai bukti kebenaran dari Tuhanmu, dan telah Kami turunkan Al-Qur'an kepada kalian sebagai cahaya yang terang benderang.
  210. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada agama-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat khusus daripada-Nya, dan memimpin mereka ke jalan yang lurus.
  211. MASALAH WARISAN KALALAH
  212. Mereka meminta fatwa kepadamu tentang kalalah Tidak mempunyai ibu bapak dan anak.. Katakanlah! "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah, ialah: jika seorang laki-laki meninggal dunia sedangkan ia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai seorang saudara perempuan seibu-sebapak atau sebapak saja, maka bagi saudara perempuannya itu seperdua dari harta peninggalannya, jika yang meninggal itu tidak mempunyai anak. Jika ahli waris terdiri dari dua orang saudara perempuan, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta peninggalannya. Dan jika ahli waris itu terdiri dari beberapa orang saudara laki-laki dan saudara perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menjelaskan hukum-hukum ini kepadamu, untuk menjaga supaya kamu tidak salah tindak dalam pembagian harta peninggalan. Dan Allah Mengetahui segala-galanya.
Wakaf Pasar Muamalah
Wakaf Jariah Berpahala Abadi.







Daftar Surat

  1. al-Fatihah (7)
   2. al-Baqarah (286)
   3. Ali Imran (200)
   4. an-Nisa' (176)
   5. al-Mai'dah (120)
   6. al-An'am (165)
   7. al-A'raf (206)
   8. al-Anfal (75)
   9. at-Taubah (129)
  10. Yunus (109)
  11. Hud (123)
  12. Yusuf (111)
  13. ar-Ra'd (43)
  14. Ibrahim (52)
  15. al-Hijr (99)
  16. an-Nahl (128)
  17. al-Isra' (111)
  18. al-Kahfi (110)
  19. Maryam (98)
  20. Thaha (135)
  21. al-Anbiya (112)
  22. al-Hajj (78)
  23. al-Mu'minun (118)
  24. an-Nur (64)
  25. al-Furqan (77)
  26. asy-Syu'ara (227)
  27. an-Naml (59)
  28. al-Qashash (88)
  29. al-'Ankabut (69)
  30. ar-Rum (60)
  31. Luqman (34)
  32. as-Sajdah (30)
  33. al-Ahzab (73)
  34. Saba' (54)
  35. Fathir (45)
  36. Yasin (83)
  37. as-Shaffat (182)
  38. Shad (88)
  39. az-Zumar (75)
  40. al-Mu'min (85)
  41. Fushshilat (54)
  42. as-Syura (53)
  43. az-Zukhruf (89)
  44. ad-Dukhan (59)
  45. al-Jatsiyah (37)
  46. al-Ahqaf (35)
  47. Muhammad (38)
  48. al-Fath (29)
  49. al-Hujurat (18)
  50. Qaf (45)
  51. adz-Dzariyat (60)
  52. ath-Thur (49)
  53. an-Najm (62)
  54. al-Qamar (55)
  55. ar-Rahman (78)
  56. al-Waqi'ah (96)
  57. al-Hadid (29)
  58. al-Mujadilah (22)
  59. al-Hasyr (24)
  60. al-Mumtahanah (13)
  61. ash-Shaff (14)
  62. al-Jumu'ah (11)
  63. al-Munafiqqun (11)
  64. at-Taghabun (18)
  65. ath-Thalaq (12)
  66. at-Tahrim (12)
  67. al-Mulk (30)
  68. al-Qalam (52)
  69. al-Haqqah (52)
  70. al-Ma'arij (44)
  71. Nuh (28)
  72. al-Jinn (28)
  73. al-Muzzammil (20)
  74. al-Muddatstsir (56)
  75. al-Qiyamah (40)
  76. al-Insan (31)
  77. al-Mursalat (50)
  78. an-Naba' (40)
  79. an-Nazi'at (46)
  80. 'Abasa (42)
  81. at-Takwir (29)
  82. al-Infithar (19)
  83. al-Muthaffifin (36)
  84. al-Insyiqaq (25)
  85. al-Buruj (22)
  86. ath-Thariq (17)
  87. al-A'la (19)
  88. al-Ghasyiyah (26)
  89. al-Fajr (30)
  90. al-Balad (20)
  91. asy-Syams (15)
  92. al-Lail (21)
  93. ad-Dhuha (11)
  94. al-Insyirah (8)
  95. at-Tin (8)
  96. al-'Alaq (19)
  97. al-Qadr (5)
  98. al-Bayyinah (8)
  99. al-Zalzalah (8)
 100. al-'Adiyat (11)
 101. al-Qari'ah (11)
 102. at-Takatsur (8)
 103. al-Ashr (3)
 104. al-Humazah (9)
 105. al-Fil (5)
 106. Quraisy (4)
 107. al-Ma'un (7)
 108. al-Kautsar (3)
 109. al-Kafirun (6)
 110. an-Nashr (3)
 111. al-Lahab (5)
 112. al-Ikhlash (4)
 113. al-Falaq (5)
 114. an-Nas (6)