Al-Qur'an Surat ke-:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22  23  24  25  26  27  28  29  30  31  32  33  34  35  36  37  38  39  40  41  42  43  44  45  46  47  48  49  50  51  52  53  54  55  56 
57  58  59  60  61  62  63  64  65  66  67  68  69  70  71  72  73  74  75  76  77  78  79  80  81  82  83  84  85  86  87  88  89  90  91  92  93  94  95  96  97  98  99  100  101  102  103  104  105  106  107  108  109  110  111  112  113  114 


 Free website hosting

Surat Yusuf


Baca Petunjuk
Ayat ke-:
1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22  23  24  25  26  27  28  29  30  31  32  33  34  35  36  37  38  39  40  41  42  43  44  45  46  47  48  49  50  51  52  53  54  55  56  57  58  59  60  61  62  63  64  65  66  67  68  69  70  71  72  73  74  75  76  77  78  79  80  81  82  83  84  85  86  87  88  89  90  91  92  93  94  95  96  97  98  99  100  101  102  103  104  105  106  107  108  109  110  111 
    Surat yang ke-12
    Banyak ayatnya: 111
    Semuanya turun di Mekah (Makkiyah)
    Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
  1. Alif, Laam, Raa Allah-lah yang mengetahui maksudnya.. Inilah ayat-ayat kitab yang nyata.
  2. Kami turunkan berupa Al-Qur'an dalam bahasa Arab, supaya kamu dapat memahaminya.
  3. Kami ceritakan kepadamu kisah yang paling indah, dengan jalinan ayat-ayat Al-Qur'an yang Kami wahyukan kepadamu ini, yang mana sebelumnya engkau tidak mengetahuinya sama sekali.
  4. KISAH NYATA YANG PALING INDAH TENTANG YUSUF
  5. Ingatlah ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi sebelas buah bintang, matahari dan bulan, kulihat semuanya sujud kepadaku".
  6. Berkata ayahnya: "Hai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, nanti mereka membuat makar terhadapmu. Sebab setan itu musuh manusia yang sangat nyata.
  7. Sebagaimana yang kau lihat arti mimpimu itu ialah bahwa Tuhanmu hendak memilihmu, mengajarkan menafsirkan mimpi-mimpi dan melimpahkan karunia-Nya kepadamu dan kepada kaum keluarga Yakub, sebagaimana yang telah dilimpahkan kepada kedua orang kakekmu Ibrahim dan Ishak dahulu. sesungguhnya Tuhanmu itu Maha Mengetahui dan Bijaksana.
  8. YUSUF DENGAN SAUDARA-SAUDARANYA
  9. Dalam kisah Yusuf dengan saudara-saudaranya ini, terdapat beberapa fakta-fakta kekuasaan Tuhan dan beberapa ibarat bagi orang-orang yang menyelidiki kebenaran.
  10. Pada suatu hari berkatalah salah seorang di antara saudara-saudara Yusuf: "Sesungguhnya Yusuf dan adiknya Benyamin itu paling dicintai oleh ayah kita daripada kita sekalian, padahal kita ini merupakan tulang punggung keluarga. Sungguh! Ayah kita itu betul-betul salah sikap.
  11. Kalau memang begitu, bunuh sajalah Yusuf itu, atau buanglah dia ke suatu daerah pesawangan, supaya perhatian ayah kalian tertumpah kepada kalian saja dan sesudah itu kalian mempunyai cukup kesempatan untuk tobat menjadi orang-orang yang baik-baik.
  12. Seorang di antaranya berkata:(1) "Jangan kalian bunuh Yusuf. Jika kalian hendak bertindak tepat, ceburkan saja dia ke dasar sumur. biar nanti dia dipungut oleh kafilah yang lalu. Itupun kalau kalian hendak berbuat.
    Di sini tidak diterangkan siapa yang berbicara itu. Kata sadi: Yehuda . Dalam Kej. 37 : 22 = Rubin anak sulung Ya'kub.
  13. Berkatalah mereka: "Wahai ayah kami! Mengapa engkau tidak percaya kepada kami prihal Yusuf, padahal kami semua sungguh-sungguh ingin memberinya wejangan yang baik.
  14. Biarkanlah dia pergi bersama-sama kami besok bermain-main, bergembira ria. Percayalah! Betul-betul dia akan kami jaga dengan sebaik-baiknya.
  15. Kata ayahnya: "Sungguh sangat menyedihkan hatiku, bila kalian membawanya pergi. Aku takut kalau-kalau dia dimakan serigala ketika kalian sedang lengah menjaganya".
  16. Mereka menjawab: "Sungguh! Jika ia sampai dimakan serigala sedang kami merupakan suatu regu yang amat tangguh, lebih baik kami mati saja semua Maksudnya, Kami ini pantang mundur dalam menghadapi bencana..
  17. Syahdan, merekapun pergilah membawa Yusuf, dan telah bertekad bulat untuk menceburkannya ke dalam sumur. Lalu Kami wahyukan dalam bentuk ilham kepada Yusuf: "Jangan gentar, kelak engkau akan dapat menceritakan kepada mereka tentang tingkah buruk mereka ini, di saat mereka sudah tidak kenal lagi kepadamu.
  18. Kemudian setelah hari senja, merekapun pulanglah; langsung menghadap ayahnya sambil menangis terisak-isak.
  19. Isak mereka: "Wahai ayah kami! Kami pergi dari tempat di mana kami berkumpul untuk bermain kejar-kejaran, sedangkan Yusuf kami tinggalkan dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala. Tentu engkau tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami berkata benar".
  20. Mereka itu datang membawa bajunya yang berlumuran darah palsu. Kata ayahnya: "Bohong! Itu adalah cerita palsu hasil rekaan hati kalian saja. Namun bersikap sabar jualah yang paling baik. Hanyalah kepada Allah tempat meminta pertolongan mengenai bencana yang telah kalian sepakati ini!".
  21. YUSUF MENJADI BUDAK
  22. Kemudian lewatlah suatu kafilah dari Madyan hendak ke Mesir. Disuruhnya seorang pengangkut air menimba. Ketika ia menurunkan timbanya ke dalam sumur itu ia berteriak kegirangan: "Hei ada berita gembira!" serunya kepada orang sekafilahnya: "Lihat ini, aku menemukan seorang anak yang manis!". Lalu disembunyikannya Yusuf dengan maksud untuk dijual. Allah mengetahui apa yang mereka kerjakan.
  23. Yusuf dijual dengan harga yang murah, hanya beberapa dirham saja, sebab mereka kurang senang dengan adanya Yusuf Sebab mereka merasa gelisah, kalau-kalau dilihat oleh keluarganya dan langsung memintanya. Oleh karena itu lekas-lekas dijual walaupun di bawah harga.
  24. Warga Mesir yang telah membelinya itu berkata kepada isterinya: "Berikanlah kepadanya pelayanan yang baik, mudah-mudahan besar manfaatnya untuk kita, atau dia kita jadikan anak angkat". Begitulah asal mulanya Kami memberikan kepada Yusuf kedudukan yang tinggi di negeri Mesir, dan Kami beri pula dia ilmu menafsirkan arti mimpi. Allah menguasai dan mengawasi Yusuf Maksudnya menguasai segala perkara yang diatur dan dikehendakinya demi masa depan Yusuf: Dibuangnya ke dalam sumur, diperjual-belikan sebagai budak, fitnah yang terjadi dengan wanita yang memungutnya, dan dipenjarakan. Semua itu dijadikan sebagai anak tangga untuk meningkat naik ke atas singgasana kejayaan dan kekuasaan.. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti.
  25. Setelah dia meningkat dewasa, Kami beri dia ilmu kebijaksanaan. Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat jasa baik.
  26. Wanita, di mana Yusuf menumpang di rumahnya, menggoda dan merayunya, ditutupnya semua pintu seraya katanya: "Marilah ke sini!" Yusuf berkata: "Ma'adzallah, semoga Allah melindungi aku. Sesungguhnya tuanku Namanya Qithfir dan isterinya bernama Zulaikha. sudah memberikan pengayoman yang baik kepadaku. Sesungguhnya tidaklah akan beruntung orang-orang yang durhaka".
  27. Wanita itu telah bertekad bulat hendak mencelakakan Yusuf, karena telah berani menolak cintanya, sebulat itu pula tekad Yusuf untuk menangkis "serangan"-nya(1), karena ia telah mendapat peringatan dari Tuhannya. Demikianlah Kami palingkan dia dari perbuatan keji dan nista. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba pilihan Kami.
    1. Menurut mufassirin yang lain, kalimat ini diartikan sebagai berikut: wanita itu berhasrat benar kepada Yusuf, sedang Yusufpun berhasrat pula kepada wanita itu". namun...
  28. Keduanya berlomba-lomba menuju ke pintu. Wanita itu menarik baju Yusuf dari belakang hingga koyak. Mereka kepergok oleh suami wanita itu di dekat pintu. Kata Zulaikha: "Apa pembalasannya orang yang hendak berbuat tidak senonoh terhadap isterimu? Tidak lain hanya harus dipenjarakan, atau dihukum dengan siksa yang pedih".
  29. Kata Yusuf: "Dialah yang merayu diriku!". Seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan keterangannya: "Jika baju Yusuf koyak di muka, wanita itulah yang benar, dia yang dusta.
  30. Sebaliknya jika baju itu koyak di belakang, maka wanita itulah yang berdusta dan dialah yang benar".
  31. Setelah dilihatnya baju Yusuf koyak di belakang, berkatalah sang suami: "Semua peristiwa ini karena tingkah licikmu. Tingkah licikmu itu benar-benar hebat.
  32. Hai Yusuf! Jauhilah ini! Dan engkau Zulaikha! Mintalah ampun dari dosamu itu! Sebab yang bersalah memang pihakmu".
  33. JERAT WANITA
  34. Kaum wanita dalam kota itu sama menggunjingkan: "Permaisuri yang mulia telah merayu bujangnya untuk memenuhi hasrat cintanya. Dia telah mabuk kepayang karena cinta. Kita menilainya benar-benar telah sesat".
  35. Setelah Zulaikha mendengar gunjingan wanita-wanita itu, diundangnya kaum wanita itu untuk menghadiri jamuan makan. Diberinya masing-masing sebilah pisau untuk mengiris buah-buahan. Lalu dikatakan kepada Yusuf: "Tampillah ke hadapan mereka!". Setelah mereka melihatnya, bukan main kagumnya. Sekarang mereka bukan lagi mengiris buah-buahan, tetapi telah mengiris jari-jari mereka sendiri, seraya berkata: "Amboi! Astaga..firullah! Ini bukan manusia. Ketampanannya benar-benar tandingan malaikat terhormat".
  36. Zulaikha berkata: "Itulah dia prianya, yang karenanya kalian dengan lancang telah mencela aku. Memang benar aku telah membujuknya, namun dia menolak dan lebih suka memelihara kehormatannya. Kini, kalau dia tidak mau melakukan apa yang kuperintahkan kepadanya, tentu dia akan dihukum penjara, biar dia hidup bersama orang-orang yang hina".
  37. Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku! Aku lebih suka dipenjara daripada aku harus melakukan ajakan mereka. Dan jika sekiranya tidak Engkau hindarkan diriku dari jeratan mereka, tentu aku akan terpikat oleh cumbu rayunya dan pastilah aku terbilang orang bodoh.
  38. Tuhan telah memperkenankan do'anya. Dia lepaskan Yusuf dari jeratan mereka. Sungguh! Dia Maha Mendengar dan Mengetahui.
  39. Setelah jelas duduk perkara Yusuf oleh Baginda dan permaisuri, timbullah suatu pikiran, untuk segera memenjarakan Yusuf untuk waktu yang tidak ditentukan. Dengan penetapan putusan hukum dari Zulaikha ini, jelaslah bahwa dia itu Ratu Mesir yang ditangannyalah terletak wewenang dan bahwa suaminya itu di bawah tangannya, harus melaksanakan segala perintahnya..
  40. Bersamaan dengan Yusuf, masuk pula dua orang pemuda ke dalam penjara itu. Seorang di antaranya berkata: "Sesungguhnya aku bermimpi memeras anggur". Sedang yang lain berkata pula: "Akupun bermimpi pula menjunjung roti di atas kepala, sebagian habis dimakan burung. Coba terangkan kepada kami apa artinya mimpi kami itu. Kami menilai Anda termasuk bilangan orang-orang yang bernalar baik!".
  41. Yusuf berkata: "Sebelum datang orang-orang yang mengantarkan ransum kepada kalian, maka aku sudah dapat menerangkan isi makanan itu. Itu suatu ilmu yang diajarkan Allah kepadaku Maksudnya bukan sihir bukan tenung.. Sebenarnya aku sudah meninggalkan agama orang-orang yang tidak percaya kepada Allah dan hari kemudian".
  42. "Aku mengikut agama para bapakku: Ibrahim, Ishaq dan Ya'kub. Tiadalah patut bagi kami keluarga nabi-nabi untuk mempersekutukan Allah dengan sesuatu. Hal ini adalah demi karunia Allah yang dilimpahkan kepada kami dan kepada umat manusia. Tetapi kebanyakan orang tidak berterima kasih".
  43. "Hai kedua kawan sepenjara! Manakah yang lebih baik, apakah banyak Tuhan yang porak-poranda, atau satu Tuhan yang Maha Esa lagi pula Maha Kuasa?".
  44. Tiada lain segala yang kamu puja-puja di samping Allah itu, hanyalah beberapa nama yang disebut sebagai tuhan baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu. Tidak ada dalilnya yang diberikan oleh Allah tentang hal itu. Undang berfikir yang benar tentang ketuhanan. hanya bagi Allah. Ia memerintahkan agar kamu menyembah hanya kepada Allah. Itulah agama yang benar, namun kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.
  45. Hai kedua kawanku sepenjara! Adapun salah seorang di antara kalian akan menjadi pelayan minuman anggur untuk raja. Sedangkan yang lain, dia akan disalib dan kepalanya akan dimakan burung. Dengan ini soal yang kalian tanyakan itu sudah terjawab.
  46. Yusuf telah mengamanatkan kepada seorang di antara yang akan dibebaskan katanya: "Ceritakanlah pri halku ini kepada tuanmu!. Tetapi orang itu ternyata telah dibius setan, sehingga tidak diceritakannya kepada tuannya. Oleh karena itu ia terpaksa tinggal dalam penjara beberapa tahun lagi.
  47. Baginda raja bersabda: "Aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi gemuk-gemuk ditelan oleh tujuh ekor sapi yang kurus-kurus, dan aku lihat pula tujuh tangkai biji-bijian yang bernas menghijau dan tujuh tangkai lagi kering menghampa. Hai para pembesar! Coba terangkan kepadaku apa arti mimpiku itu, kalau kalian dapat mengartikannya".
  48. Mereka menjawab: "Itu mimpi hampa belaka. Dan sebenarnya kami bukanlah ahli tebak mimpi.
  49. Sementara itu orang yang sudah lepas hukuman dari dua orang tadi, tiba-tiba teringat akan rekannya sepenjara yang sudah lama terlupakan itu, katanya: "Biarlah aku bawa perkara mimpi ini kepada orang yang mengetahui ilmu ramalan. Suruhlah aku pergi ke sana!".
  50. "Hai Yusuf sang sinatrya!" Sinatrya, artinya yang bersifat jujur dan tepat dalam kata dan perbuatan dan dalam memberikan ramalan. tuturnya. Terangkanlah kepada kami, tentang tujuh ekor sapi gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi kurus-kurus dan tentang tujuh tangkai biji yang bernas dengan tujuh tangkai lagi hampa? Sangat diharapkan, aku dapat kembali menemui pihak yang berkuasa itu. Mudah-mudahan mereka dapat mengenal kesarjanaan kamu!".
  51. Berkatalah Yusuf: "Kamu harus bercocok tanam selama tujuh tahun secara terus-menerus. Dari hasil panen yang kamu pungut, simpanlah dengan tangkai-tangkainya; hanya sebagian kecil sajalah yang boleh kamu makan.
  52. Selanjutnya nanti akan datang masa paceklik pada tujuh tahun berikutnya, yang akan menghabiskan persediaan yang telah kamu asingkan hanya tinggal sedikit saja yang dapat kamu sisakan".
  53. Sesudah itu akan datang musim di mana manusia akan banyak mendapat hujan, dan pada tahun itu orang akan dapat mengilang anggur dan membuat minyak".
  54. Berkatalah raja: "Bawalah dia ke sini menghadap aku!". Tatkala utusan itu datang kepada Yusuf, berkatalah ia: "Pergilah pulang kembali kepada tuanmu! Tanyakanlah kepadanya: "Bagaimana sebenarnya tentang kaum wanita yang memotong jari-jemarinya itu? Sebenarnya Tuhanku Maha Mengetahui tentang tindak licik mereka itu".
  55. Raja bertanya kepada para wanita: "Apakah maksud yang sebenarnya, maka sampai kalian hendak mencumbu rayu Yusuf itu? Mereka menjawab: "Na'udzu billah! Semoga Tuhan melindungi kami. Sepanjang pengetahuan kami, sedikitpun dia tidak mungkin berbuat cabul!". Berkatalah Zulaikha isteri yang dipertuan: "Nah sekarang pernyataan yang sebenarnya dari pihak aku sendiri untuk semuanya! Akulah yang mencumbu rayu dia. Dan dialah yang berada di pihak yang benar!".
  56. "Demikianlah pernyataanku ini kuterangkan dengan sebenarnya", kata Zulaikha menandaskan "agar Yusuf mengetahui bahwa aku tidak berkhianat lagi kepadanya walaupun di balik belakangnya, sejak ia dipenjarakan sampai sekarang(1). Bahwasanya Allah tidak akan merestui akal bulus orang yang berkhianat".
    1. Dahulu Zulaikha pernah berkhianat kepada Yusuf, dengan mengatakan kepada raja, bahwa Yusuf akan memperkosanya (lihat kembali ayat 25), padahal dia sendiri yang menggoda Yusuf.
  57. "Dan aku", kata Zulaikha selanjutnya "tidak dapat membebaskan diriku dari tuduhan: tidak berkhianat kepadanya, karena memang nafsu itu selalu merangsang untuk berbuat kejahatan, kecuali nafsu yang disayangi oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun dan Penyayang".
  58. YUSUF DIANGKAT MENJADI ORANG PENTING DALAM PEMERINTAHAN MESIR
  59. Raja bersabda: "Bawalah Yusuf kehadapanku, sebab aku akan mengangkatnya menjadi satu-satunya pembantu pribadiku. Ketika raja telah memulai pembicaraan dengan dia, dia berkata: "Mulai hari ini engkau menjabat jabatan tertinggi di sampingku, dengan kepercayaan penuh".
  60. Yusuf menjawab: "Angkatlah aku menjadi menteri perbendaharaan negara! Aku sangat cermat, bahkan tahu mengendalikan kementerian itu Yusuf di sini menyatakan kesanggupannya bukan karena dia sombong, tetapi supaya ia mendapat kepercayaan dari raja untuk kemudian menyerahkan jabatan yang sangat penting itu kepadanya. Ia tidak dapat berbuat banyak untuk kemakmuran rakyat tanpa jabatan itu ditangannya.
  61. Demikianlah Kami memberi kedudukan yang kuat kepada Yusuf di negara Mesir, sampai ia menempati kedudukan tertinggi, berkuasa penuh menjalankan kebijaksanaannya, di mana dan bilamana saja disukainya. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada orang-orang yang Kami kehendaki, di samping Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebajikan.
  62. Namun pahala yang Kami sediakan di akhirat bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa jauh lebih baik lagi dari itu.
  63. TAKDIR MEMPERTEMUKAN YUSUF DENGAN SAUDARA-SAUDARANYA
  64. Saudara-saudara Yusuf Kecuali Bunyamin. berdatangan(1) ke Mesir. Mereka langsung memasuki ruang kerjanya(2). Yusuf mengenal mereka seketika namun mereka sudah lupa.
    1. Di Mesir dan sekitarnya terjadi paceklik merajalela, bahkan sudah meluas ke Kanaan (tempat tinggal ayah Yusuf dan saudara-saudaranya). Yakub (ayah Yusuf) menganjurkan kepada anak-anaknya untuk datang ke Mesir menghadap pemerintah, mohon bantuan bahan makanan.
    2. Yusuf menangani sendiri distribusi pangan. Untuk itulah dia selalu sibuk di ruang kerjanya. Ke sanalah saudara-saudara Yusuf masuk menghadap.
  65. Setelah Yusuf memberi mereka bahan makanan melebihi jatahnya, ia berpesan: "Bawalah ke mari saudara kalian yang seayah(1) Bukankah sudah kalian lihat sendiri, bahwa aku menakar sukatan dengan cukup, dan menerima tamu dengan ramah?".
    1. Maksudnya Bunyamin. Bunyamin tidak ikut dengan mereka ke Mesir, tetapi tinggal di Kanaan bersama ayahnya yang sudah tua.
  66. Bila kalian tidak membawanya kemari, maka kalian tidak akan mendapat jatah lagi dari padaku, bahkan mendekat ke negeriku inipun jangan.
  67. Mereka menjawab: "Kami akan berdaya upaya dengan sungguh-sungguh agar ayahnya dapat melepasnya ke mari dan pesan itu benar-benar akan kami laksanakan.
  68. Lalu Yusuf menyuruh bujang-bujangnya, katanya: "Masukkan kembali barang dagangan(1) mereka ke dalam karungnya, agar mereka mengenali budi baik(2) kita, begitu mereka berada di tengah-tengah keluarganya. Mudah-mudahan mereka kembali lagi ke mari".
    1. Maksudnya barang dagangan sandal, kulit, dsb) yang akan dipergunakan sebagai alat pembayaran.
    2. Maksudnya, Yusuf tidak mengambil barang-barang itu sebagai pengganti harga bahan pangan yang diserahkannya kepada mereka, tetapi memberikan bahan pangan itu dengan cuma-cuma. Hal itu diperbuat Yusuf dengan pengharapan agar mereka kembali lagi dengan membawa Bunyamin yang sudah lama dirinduinya. Yusuf memasang jerat: "ada ubi, ada talas". kalau ada budi tentu ada balasnya.
  69. Tatkala mereka telah bertemu kembali dengan ayahnya Maksudnya, Yakub., mereka berkata: "Wahai ayah kami! Kita tidak akan mendapat jatah pangan lagi andaikata kami kembali tidak bersama Bunyamin. Karena itu lepaslah saudara kami itu untuk pergi bersama dengan kami, agar kita mendapat jatah pangan. Dan kami berjanji sungguh-sungguh untuk menjaganya.
  70. Yakub menjawab: "Sekarang aku tak akan mungkin mempercayakan Bunyamin pula kepada kalian, yang hanya akan berakibat seperti dahulu, di mana aku telah mempercayakan Yusuf saudara kalian Yakub sebagai orang tua rupanya sudah jera, tidak mau "kehilangan tongkat dua kali". Ia khawatir kejadian pahit yang dialaminya dalam peristiwa Yusuf dahulu akan terulang kembali.. Aku hanya akan mempercayakannya kepada Allah, pemelihara yang amat baik, lagi pula Dia Maha Penyayang di antara semua yang penyayang.
  71. Syahdan ketika mereka membawa barang-barang muatannya serta merta mereka menemukan barang dagangannya yang dipulangkan kembali kepada mereka. Mereka berkata kepada ayahnya: "Wahai ayah kami! Kebaikan macam apa lagi yang akan kita cari? Begitu pemurahnya menteri itu. Lihat ini, barang-barang kita dikembalikannya lagi kepada kita. Kami akan memberi makanan yang cukup kepada keluarga kita. Kami akan menjaga saudara-saudara kami dengan sebaik-baiknya, dan kami akan mendapat jatah pangan seberat beban seekor unta. Jatah sebesar itu tidak seberapa bagi Menteri Mesir yang pemurah itu.
  72. Yakub menjawab: "Aku sekali-kali tidak akan melepaskan Bunyamin ikut serta bersama kalian, sebelum kalian memberikan jaminan yang kuat kepadaku atas nama Allah, bahwa kalian akan membawanya kembali kepadaku seperti semula, kecuali jika kalian mendapat kecelakaan. Tatkala mereka memenuhi jaminan itu, Yakub berkata: "Allah menjadi saksi terhadap apa yang sama-sama kita ucapkan ini".
  73. Lalu Yakub berpesan: Hai anak-anakku, bila kalian balik ke sana, janganlah kalian masuk dari satu pintu secara serempak, tetapi masuklah dari beberapa buah pintu yang berlainan seorang demi seorang Maksudnya supaya tidak kentara perobahan air muka Yusuf oleh saudara-saudaranya waktu ia bertemu dengan Bunyamin. Perobahan air muka ini akan jelas kelihatan kalau mareka masuk bersama-sama sekaligus, dan bukan tidak mungkin akan menimbulkan dendam dan musibah yang baru.. Namun berhati-hatilah, karena aku tidak dapat membela kalian dari ketentuan hukum Allah. Keputusan hukum hanyalah wewenang Allah semata. Kepada-Nya-lah aku mempercayakan diri, dan kepada-Nya pulalah hendaknya orang-orang yang bertawakal mempercayakan dirinya.
  74. Tatkala mereka masuk, sesuai dengan petunjuk yang diberikan ayah mereka, ternyata cara yang mereka lakukan itu, tidak dapat menolong mereka sedikitpun dari takdir yang ditentukan Allah Maksudnya, sekalipun cara mereka memasuki ruang kerja Yusuf sudah memenuhi persyaratan yang digariskan oleh ayah mereka, yang oleh Yakub dianggap sebagai salah satu jalan untuk keselamatan Bunyamin. Namun hal itu tidak dapat mencegah, takdir Tuhan yang telah ditetapkan-Nya lebih dahulu. Buktinya Bunyamin "tersangkut" juga di Mesir, sekalipun tadinya mereka telah sama-sama berikrar untuk menjaganya. Fitnah "mencuri" yang dilontarkan kepada Bunyamin yang mereka jadikan alasan, bukan menyebabkan Yakub menjadi lunak, bahkan menambah remuk hatinya.. Cara yang demikian itu hanyalah keinginan pribadi Yakub yang ditetapkannya sendiri. Lagi pula dia mempunyai pengetahuan khusus tentang itu karena Kami telah mengajarkan dengan wahyu kepadanya. Namun kebanyakan di antara manusia tidak mengetahuinya.
  75. Selang seketika, tatkala mereka sudah masuk ke ruang kerja Yusuf, maka Yusufpun segera merangkul Bunyamin, adiknya itu. Yusuf berkata: "Sesungguhnya aku ini adalah saudaramu yang hilang. Harapanku, janganlah hatimu terenyuk karena perbuatan busuk mereka itu!".
  76. Setelah Yusuf memberi mereka bahan pangan melebihi jatahnya, Yusuf dengan diam-diam memasukkan piala(1) ke dalam karung saudaranya. Kemudian para penakar pangan yang telah merasa kehilangan piala, berteriak dengan suara lantang: "Hai kafilah, kalian telah mencuri sesuatu".
    1. Maksudnya, semacam mangkuk berkaki tempat minum dari emas (sebagian mufassirin mengatakan dari perak), yang dipergunakan untuk penakar gandum.
  77. Mereka berbalik tanya sambil melenggong ke arah yang berteriak: "Apakah barang kalian yang hilang?".
  78. Para penakar menjawab tandas: "Kami kehilangan piala kerajaan. Siapa yang dapat mengembalikannya akan diberi gandum sebeban unta. Dan aku yang menjaminnya!"
  79. Saudara-saudara Yusuf menjawab: "Demi Allah! Kalian sendiri mengetahui bahwa kami datang bukan untuk berbuat onar di kawasan ini, dan kami ini benar-benar tidak mencurinya".
  80. Para penakar menegaskan lagi: "Apa hukumannya kalau kalian berdusta".
  81. Mereka menjawab dengan tandas: "Hukumannya ialah: "Barangsiapa yang dikarungnya ditemukan barang yang hilang, maka pribadinya sendirilah yang menanggung hukumannya. Demikian syariat kami memutuskan hukuman terhadap pelaku pencurian Menurut syariat Nabi Yakub a.s., hukuman bagi yang mencuri, dia dijadikan budak bagi pemilik barang yang dicuri selama satu tahun.."
  82. Lalu Yusufpun mulai memeriksa karung-karung mereka, sebelum memeriksa karung adiknya sendiri. Kemudian ia mengeluarkan piala kerajaan itu dari karung adiknya. Demikianlah kami mengilhami siasat bijaksana kepada Yusuf. Buktinya dia tidak hendak menghukum saudaranya menurut undang-undang kerajaan(1), kecuali jika dikehendaki Allah. Kami mengangkat derajat orang-orang yang Kami kehendaki seperti Yusuf. Namun di atas orang yang pandai, ada lagi yang Maha Mengetahui.
    Maksudnya undang-undang kerajaan di mana Yusuf menjadi penguasa, tidak membenarkan pencuri ditahan untuk dijadikan budak, padahal ia berkeinginan supaya Bunyamin tinggal bersama dengan dia di Mesir. Untuk mencapai maksudnya itu, maka Tuhan mengilhaminya kebijaksanaan, berupa siasat membuat Bunyamin terlibat dalam "pencurian". Lalu dia ditahan di Mesir berdasarkan undang-undang syariat Nabi Yakub a.s., bukan berdasarkan undang-undang kerajaan Mesir, di mana Yusuf sebagai orang penting tidak boleh bertindak menyalahi undang-undang itu.
  83. Saudara-saudara seayah Yusuf berkata: "Jika Bunyamin mencuri, wajar. Sebab saudaranya(1) dahulu pernah juga mencuri". Yusuf menyembunyikan ketersinggungan hatinya dalam dirinya, tidak dinampakkannya terhadap mereka. Namun dia berkata dalam hatinya: "Kalianlah yang berwatak bejat(2), Allah Maha Mengetahui apa yang kalian utarakan itu".
    1. Maksudnya Yusuf, karena Yusuf seibu dan seayah dengan Bunyamin, sedangkan yang lain hanya seayah saja. Mereka hendak mencuci tangan dan melontarkan tuduhan, bahwa watak mencuri itu adalah warisan dari pihak ibu. Yusuf dikatakan mereka pernah mencuri karena Yusuf dahulu pernah mengambil berhala dari mas/perak kepunyaan neneknya untuk dirusakkan.
    2. Maksudnya telah mencuri kasih sayang seorang ayah terhadap puteranya, dengan menculik Yusuf untuk kemudian dibinasakan, lalu berdalih terhadap sang ayah bahwa dia telah dimakan serigala.
  84. Mereka berkata: "Wahai paduka Yang Mulia, dia(1) mempunyai ayah yang sudah sangat tua, karena itu ambil sajalah salah seorang di antara kami sebagai gantinya. Menurut pandangan kami, tuan adalah orang yang bernalar baik.
    1. Maksudnya Bunyamin. Dia sangat disayangi ayahnya, terutama sejak hilangnya Yusuf. Sang ayah hampir-hampir tidak sanggup berpisah dengan dia. Mereka berusaha melunakkan hati Yusuf, agar dia dapat membebaskan Bunyamin, karena mereka telah sama-sama berikrar untuk membawa Bunyamin pulang kembali.
  85. Yusuf menjawab: "Aku mohon perlindungan kepada Allah daripada menahan seseorang kecuali kalau memang ditemukan barang-barang kami padanya Yusuf tidak mengatakan Bunyamin mencuri karena piala itu ditemukan dalam karungnya, sebab memang dia tidak mencuri.. Kalau kami bertindak lain dari itu, niscaya kami terbilang orang-orang yang zalim" Terbilang orang-orang yang zalim sebabnya antara lain, karena:
    a. Menyalahi undang-undang syariat Nabi Yakub sendiri yang berbunyi: Barangsiapa yang didalam karungnya ditemukan barang yang hilang, maka pribadinya sendirilah yang menanggung hukumannya" (ayat 75).
    b. menyalahi undang-undang kerajaan Mesir.
    Dalam kasus ini, Yusuf "menahan" Bunyamin berdasarkan undang-undang syariat nabi Yakub a.s. yang difatwakan sendiri oleh anak-anaknya.
    .
  86. Setelah mereka berputus asa karena putusan Yusuf Maksudnya penolakan Yusuf terhadap permohonan mereka dengan dalih-dalih yang sangat meyakinkan tentang permohonan untuk mengganti Bunyamin dengan salah seorang di antara mereka., lalu mereka menyingkir untuk berunding sesama mereka sendiri. Yang sulung di antaranya berkata: "Tidakkah kalian ingat bahwa diantara kita telah diambil pertanggungan-jawab atas nama Allah oleh ayah kita untuk menjaga Bunyamin. Lagi pula sebelum peristiwa ini, kalian telah menyia-nyiakan pula pemeliharaan Yusuf. Karena itu aku tidak akan meninggalkan kawasan ini sampai ayahku memberiku izin untuk kembali, atau Allah memberikan putusan yang lain kepadaku. Dia adalah hakim yang sebaik-baiknya".
  87. Kembalilah kalian menemui ayah kalian, dan katakan: "Wahai ayah kami, anakmu Bunyamin telah mencuri. Dan kami bukan hanya sekedar menerima tuduhan orang, tetapi berdasarkan pengalaman yang kami saksikan sendiri. Dan kami tidak dapat menduga-duga hal-hal yang gaib" Maksudnya mereka tidak mengetahui bahwa Bunyamin akan melakukan "pencurian". Kalau mereka tahu, tentu mereka tidak mau mengangkat sumpah untuk menjaga Bunyamin dan membawanya pulang kembali.
  88. Kalau ayah kurang percaya, tanyakanlah kepada penduduk negeri Mesir dimana kami telah mengambil pangan, dan kepada kafilah yang seperangkatan dengan kami. Percayalah, kami sungguh-sungguh bersikap jujur!"
  89. Yakub menjawab: "Bohong! Itu hanya pengelabuan atas perbuatan busuk kalian, yang sekarang hendak kalian ulangi lagi Maksudnya sesudah berbuat kejahatan yang pertama. Lihat ayat 15 - 18.. Namun bersikap sabar jualah yang paling baik. Semoga Allah memulangkan mereka semuanya(1) kepadaku. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mengetahui dan Bijaksana!".
    1. Maksudnya Yusuf, Bunyamin, dan Yahudza yang tinggal di Mesir karena takut pulang. Yakub masih mengharapkan kepulangan Yusuf karena Tuhan mengilhaminya bahwa Yusuf masih hidup, sekalipun tidak ada kabar beritanya.
  90. Lalu dengan mendongkol Yakub menyingkir dari mereka, seraya berkata sedih: "Aduhai, alangkah besarnya dukacitaku karena kehilangan Yusuf". Kedua matanya memutih(1) karena mengidapkan dukacita penuh rasa amarah.
    1. Maksudnya, rabun. Terlalu lama menahan dukacita, amarah, rindu dan sebagainya dapat menimbulkan radang urat syaraf penglihatan (neuritis optica). Jika tekanan dalam mata bertambah tinggi, dapat mengakibatkan rabun (Glaucoma).
  91. Mereka berkata: "Demi Allah, engkau senantiasa mengenang Yusuf, sampai engkau mengidap penyakit yang gawat, atau mati sama sekali karena kedukaan.
  92. Yakub menjawab: "Kalian jangan mencelaku, karena aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku hanya kepada Allah, bukan kepada kalian. Dan dari Allah aku mengetahui sesuatu yang tidak kalian ketahui".
  93. "Hai anak-anakku, pergilah kalian ke Mesir, dan carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya. Lagi pula jangan kalian berputus asa dari rahmat Allah. Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang yang kafir".
  94. Syahdan, tatkala mereka masuk menemui Yusuf, mereka berkata: "Wahai Paduka yang mulia! Kami dan keluarga kami telah ditimpa malapetaka kelaparan, sedang kami hanya membawa dagangan yang berharga murah. Namun beri jualah kami jatah pangan secukupnya. Kelebihannya(1) ganti bersedekahlah kepada kami. Sesungguhnya Allah memberi balasan berganda terhadap orang-orang yang bersedekah".
    1. Maksudnya kelebihan pangan yang diserahkan Yusuf, berbanding dengan nilai barang dagangan (yang kali ini bermutu rendah) yang diterimanya sebagai imbalan, dimohonkan oleh mereka sebagai ganti bersedekah dari Yusuf untuk mereka.
  95. Yusuf bertanya: "Apakah kalian ingat tingkah busuk yang pernah kalian lakukan duhulu terhadap Yusuf, dan selang belum lama ini terhadap saudaranya Bunyamin, pada waktu itu kalian tidak menyadari akibatnya?"
  96. Mereka berbalik tanya: "Apakah engkau ini Yusuf?" Yusuf menjawab: "Ya, sayalah Yusuf; dan yang ini saudaraku Bunyamin. Allah telah mengurniai pertemuan kepada kami. Sebenarnya, siapa yang bertakwa dan tabah, tentu Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebajikan".
  97. Mereka berkata: "Demi Allah, sungguh-sungguh Allah telah mengurniaimu kelebihan-kelebihan atas kami. Dan kami dalam peristiwa masa lalu betul-betul pihak yang bersalah".
  98. Yusuf menjawab: "Mulai hari ini, kalian bebas dari segala macam tuntutan! Semoga Allah mengampuni kalian, Dia Maha Penyayang di antara semua yang penyayang.
  99. Sekarang baiklah; baliklah kalian dengan membawa kemejaku ini. Begitu kalian sampai, lekapkanlah ke wajah ayahku, nanti matanya akan melihat Lihat not ayat 96. kembali. Sesudah itu bawalah seluruh keluarga kalian(1) kemari".
    1. Maksudnya, semua keluarga Yakub, yang berjumlah kira-kira 70 orang, tua muda lelaki dan perempuan.
  100. Syahdan, setelah kafilah anak-anak Yakub itu melewati perbatasan wilayah Mesir, ayah mereka yang tinggal di Kan'an, berkata terhadap cucu-cucunya: "Aku merasa mencium bau Yusuf(1). Kalau kalian tidak menganggapku orang tua goblok, tentu kalian membenarkan perkataanku".
    1. Angin dapat menghembuskan debu dan sebagainya dari benua ke benua, misalnya dari benua Afrika ke Benua Eropa. Jarak kedua benua itu lebih jauh jika dibandingkan dengan jarak Mesir - Kan'an di Syria, di mana Nabi Yakub bertempat tinggal. Nabi Yakub a.s dapat mencium bau badan Yusuf yang tertinggal di kemejanya yang sedang dibawa dalam perjalanan. Sekalipun ketajaman peciuman manusia jauh lebih lemah dari ketajaman penciuman hewan, misalnya anjing, yang dengan ketajaman penciumannya dapat diajar untuk melacak jejak, namun tidak mustahil bahwa Yakub a.s. yang tidak mungkin berdusta itu dengan izin Allah akan dapat pula memiliki ketajaman peciuman melebihi hewan.
  101. Mereka berkata: "Demi Allah, rupanya engkau masih saja berlamunan kosong seperti dahulu" Maksudnya mengangankan bahwa Yusuf masih hidup, dan merindukan kepulangannya..
  102. Tatkala pembawa kabar gembira(1) itu tiba, dilekapkannya kemeja itu ke wajah Yakub, sekonyong-konyong dia dapat melihat(2) kembali, lalu berkata: "Bukankah telah kukatakan kepada kalian, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kalian ketahui.
    1. Maksudnya Yahudza yang diserahi Yusuf membawa kemejanya, dan bertindak sebagai kepala rombongan.
    2. Maksudnya sekalipun penyakit rabun (glaukoma) yang diderita Nabi Yakub a.s., menurut ilmu kedokteran modern tidak dapat disembuhkan kecuali dengan jalan pengobatan, namun dengan mujizat Tuhan, hal demikian tidak mustahil dapat terjadi. Adapun mencium bau Yusuf yang dibawa lewat kemejanya itu, hanyalah salah satu jalan saja untuk terwujudnya mujizat itu.
  103. Mereka berkata: "Wahai ayah kami, mohonkanlah ampunan untuk kami berkenaan dengan dosa-dosa kami ini. Kami benar-benar orang-orang yang bersalah".
  104. Yakub menjawab: "Nanti akan kumohonkan ampunan Tuhanku untuk kalian. Dialah yang Maha Pengampun dan Penyayang.
  105. TABIR MIMPI YUSUF YANG TERDAHULU
  106. Tatkala mereka memasuki(1) istana, Yusufpun segera merangkul ayah bundanya(2) seraya berkata: "Selamat datang ke negeri Mesir! Semoga selamat sejahtera dari Allah atasmu sekalian!".
    1. Peristiwa ini terjadi setelah saudara-saudara Yusuf bertemu dengan ayahnya, dalam pertemuan mana mereka menerangkan bahwa Yusuf sudah menjadi orang penting di Mesir, dan mengharapkan kedatangan mereka. Lihat kembali ayat 93.
    2. Maksudnya ayah serta saudara perempuan ibunya yang telah dikawini oleh ayahnya sejak ibu kandungnya meninggal dunia. Ini adalah pendapat kebanyakan ahli tafsir, kecuali Ibnu Jarir dkk.
  107. Yusuf menuntun kedua orang tuanya ke atas singgasana, lalu mereka semuanya meniarap sujud(1) kepada Yusuf. Setelah itu Yusuf berkata: "Wahai orang tuaku, inilah tabir mimpiku yang dahulu, di mana Tuhanku telah menjadikannya peristiwa nyata. Sungguh dia telah mengurniakan kebaikan kepadaku ketika aku dikeluarkan olehNya dari penjara, dan ketika Dia mendatangkan kamu sekalian dari pedalaman, sesudah setan merusak hubungan antaraku dan saudara-saudaraku. Sungguh-sungguh Tuhanku Maha Seksama terhadap barang apa yang dikehendakiNya. Diapun sungguh-sungguh Maha Mengetahui dan Bijaksana".
    1. Maksudnya saudara-saudara Yusuf yang berjumlah sebelas orang ditambah dua orang ibu bapanya. Mereka semua sujud kepada Yusuf. Inilah tabir mimpi Yusuf sebagaimana tersebut pada ayat 4 surat ini: "Aku bermimpi bahwa matahari dan bulan berikut dengan sebelas buah bintang, sujud kepadaku". Sujud di sini bukan dalam pengertian ibadah, tetapi dalam pengertian penghormatan. Dalam syari'at Nabi Yakub a.s., sujud penghormatan semacam ini, hukumnya harus.
  108. YUSUF MEMOHONKAN "KHUSNUL KHATIMAH KEPADA TUHANNYA
  109. Tuhanku, Engkau telah mengurniakan jabatan kenegaraan berkuasa penuh, dan telah mengajariku pula ilmu ramal peristiwa yang tepat. Tuhanku pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat. Wafatkanlah aku sebagai seorang muslim, dan sejajarkanlah aku dengan orang-orang yang shalih".
  110. Demikianlah kisah Yusuf, termasuk rangkaian peristiwa ghaib yang kami wahyukan kepadamu Muhammad, sedangkan engkau sendiri tidak menyaksikan ketika mereka memadu rencana masing-masing untuk membuat makar terhadap Yusuf itu.
  111. Namun segolongan manusia musyrik yang terbanyak tidak akan membenarkanmu, sekalipun kamu dengan gigih berusaha membuat mereka percaya.
  112. Lagi pula kamu tidak meminta upah apapun terhadap pengisahannya kembali, karena ia bukan pengajaran untuk mereka saja, tetapi untuk dunia pri kemanusiaan semesta.
  113. KETIDAKPEDULIAN ORANG-ORANG MUSYRIK MEMPERHATIKAN TANDA-TANDA YANG MENUNJUKKAN ADANYA TUHAN
  114. Begitu banyak tanda-tanda yang menunjukkan ADA-nya Tuhan yang mereka saksikan; baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi, namun mereka mengingkarinya juga.
  115. Golongan terbanyak mereka tidak beriman kepada Allah, kecuali iman bercampur musyrik Maksudnya, mengakui bahwa yang menciptakan bumi dan langit ialah Allah, namun dalam peribadatan selalu saja mempersekutukan Allah dengan berhala dan sebagainya, bahkan mengatakan Allah beranak dan lain-lain.
  116. Apakah mereka yang beriman gadungan itu merasa aman dari kedatangan malapetaka siksa dari Allah, atau kedatangan kiamat secara mendadak terhadapnya sementara peristiwa itu tidak mereka duga sama sekali? Lihat juga: 16:45-47..
  117. CARANYA MUHAMMAD S.A.W. MENGAJAK ORANG KEPADA TAUHID
  118. Hai Muhammad, katakanlah: "Inilah jalan menurut sunnahku, yaitu mengajak kepada pengesaan Allah, berlandaskan dalil yang benar mutlak, dengan penuh keyakinan dianut olehku dan pengikut-pengikutku. Maha Suci Allah, dan aku bukanlah tergolong orang-orang musyrik Begitu juga sebaliknya, orang musyrik itu bukan golonganku.".
  119. Kami tidak pernah mengutus rasul sebelummu, kecuali laki-laki penduduk kota(1), yang mereka kami beri wahyu juga sepertimu. Apakah mereka tidak pernah menjelajah di permukaan bumi ini, untuk kemudian memperhatikan: akibat apa yang telah terjadi pada orang-orang yang mendustakan rasul sebelum mereka yang sekarang? Bahwa kenikmatan kampung akhirat jauh lebih baik dari kenikmatan dunia. Tidakkah kamu hai penantang-penantang rasul memikirkan perbedaan ini?
    1. Maksudnya bukan orang suku pedalaman. Kebiasaan orang pedalaman Arab, ikut-ikutan saja pada orang kota. Mengapa orang kota itu sampai terheran-heran karena kerasulan Muhammad, dan tidak terheran-heran terhadap kerasulan yang lain. Lihat juga: 21:7,8.
  120. Di saat para rasul itu sudah mendekati putus asa serta telah yakin pula bahwa mereka diingkari oleh kaumnya, maka pada detik-detik itulah berlakunya sunnatullah, berupa datangnya pertolongan Kami, di mana orang-orang yang Kami kehendaki diselamatkan. Dan siasat itu pulalah malapetaka siksaan Kami tidak dapat dielakkan lagi dari orang-orang yang berdosa itu Lihat 9:70 14:9 64:5,6..
  121. Sesungguhnya dalam kisah mereka Maksudnya Yusuf dan keluarganya. itu, ditemukan pengajaran untuk orang-orang yang berakal. Kisah-kisah itu bukanlah cerita yang dibuat-buat menurut Al-Qur'an, tetapi sesuai dengan ungkapan kitab-kitab samawiy lainnya Maksudnya kitab Taurat, Injil, dan Zabur. yang diturunkan sebelumnya. Bahkan segala-galanya dalam Al-Qur'an lebih terperinci, di samping jadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Wakaf Pasar Muamalah
Wakaf Jariah Berpahala Abadi.







Daftar Surat

  1. al-Fatihah (7)
   2. al-Baqarah (286)
   3. Ali Imran (200)
   4. an-Nisa' (176)
   5. al-Mai'dah (120)
   6. al-An'am (165)
   7. al-A'raf (206)
   8. al-Anfal (75)
   9. at-Taubah (129)
  10. Yunus (109)
  11. Hud (123)
  12. Yusuf (111)
  13. ar-Ra'd (43)
  14. Ibrahim (52)
  15. al-Hijr (99)
  16. an-Nahl (128)
  17. al-Isra' (111)
  18. al-Kahfi (110)
  19. Maryam (98)
  20. Thaha (135)
  21. al-Anbiya (112)
  22. al-Hajj (78)
  23. al-Mu'minun (118)
  24. an-Nur (64)
  25. al-Furqan (77)
  26. asy-Syu'ara (227)
  27. an-Naml (59)
  28. al-Qashash (88)
  29. al-'Ankabut (69)
  30. ar-Rum (60)
  31. Luqman (34)
  32. as-Sajdah (30)
  33. al-Ahzab (73)
  34. Saba' (54)
  35. Fathir (45)
  36. Yasin (83)
  37. as-Shaffat (182)
  38. Shad (88)
  39. az-Zumar (75)
  40. al-Mu'min (85)
  41. Fushshilat (54)
  42. as-Syura (53)
  43. az-Zukhruf (89)
  44. ad-Dukhan (59)
  45. al-Jatsiyah (37)
  46. al-Ahqaf (35)
  47. Muhammad (38)
  48. al-Fath (29)
  49. al-Hujurat (18)
  50. Qaf (45)
  51. adz-Dzariyat (60)
  52. ath-Thur (49)
  53. an-Najm (62)
  54. al-Qamar (55)
  55. ar-Rahman (78)
  56. al-Waqi'ah (96)
  57. al-Hadid (29)
  58. al-Mujadilah (22)
  59. al-Hasyr (24)
  60. al-Mumtahanah (13)
  61. ash-Shaff (14)
  62. al-Jumu'ah (11)
  63. al-Munafiqqun (11)
  64. at-Taghabun (18)
  65. ath-Thalaq (12)
  66. at-Tahrim (12)
  67. al-Mulk (30)
  68. al-Qalam (52)
  69. al-Haqqah (52)
  70. al-Ma'arij (44)
  71. Nuh (28)
  72. al-Jinn (28)
  73. al-Muzzammil (20)
  74. al-Muddatstsir (56)
  75. al-Qiyamah (40)
  76. al-Insan (31)
  77. al-Mursalat (50)
  78. an-Naba' (40)
  79. an-Nazi'at (46)
  80. 'Abasa (42)
  81. at-Takwir (29)
  82. al-Infithar (19)
  83. al-Muthaffifin (36)
  84. al-Insyiqaq (25)
  85. al-Buruj (22)
  86. ath-Thariq (17)
  87. al-A'la (19)
  88. al-Ghasyiyah (26)
  89. al-Fajr (30)
  90. al-Balad (20)
  91. asy-Syams (15)
  92. al-Lail (21)
  93. ad-Dhuha (11)
  94. al-Insyirah (8)
  95. at-Tin (8)
  96. al-'Alaq (19)
  97. al-Qadr (5)
  98. al-Bayyinah (8)
  99. al-Zalzalah (8)
 100. al-'Adiyat (11)
 101. al-Qari'ah (11)
 102. at-Takatsur (8)
 103. al-Ashr (3)
 104. al-Humazah (9)
 105. al-Fil (5)
 106. Quraisy (4)
 107. al-Ma'un (7)
 108. al-Kautsar (3)
 109. al-Kafirun (6)
 110. an-Nashr (3)
 111. al-Lahab (5)
 112. al-Ikhlash (4)
 113. al-Falaq (5)
 114. an-Nas (6)